<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Bunker Saksi Bisu &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/bunker-saksi-bisu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 18 Aug 2025 02:19:51 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Bunker Saksi Bisu &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jejak Jejak Kaki Jepang di Tanah Jampang</title>
		<link>https://lingkarpena.id/jejak-jejak-kaki-jepang-di-tanah-jampang/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/jejak-jejak-kaki-jepang-di-tanah-jampang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 18 Aug 2025 02:17:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SEJARAH]]></category>
		<category><![CDATA[Bunker Saksi Bisu]]></category>
		<category><![CDATA[Jejak Kaki Jepang]]></category>
		<category><![CDATA[Pajampangan Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Saksi Sejarah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=55598</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/jejak-jejak-kaki-jepang-di-tanah-jampang/" title="Jejak Jejak Kaki Jepang di Tanah Jampang" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Di daerah pajampangan, Kabupaten Sukabumi, terdapat beberapa peninggalan sejarah yang diyakini merupakan jejak kaki Jepang pada masa penjajahan dulu. Salah satunya adalah bunker yang berada di Kampung Pinangjajar, Desa Sukamumti, Kecamatan Waluran dan di Komplek Satrad 216 Cibalimbing, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade.</p>
<p>Bunker-bunker ini dulunya digunakan sebagai tempat persembunyian dan pos pengintai oleh tentara Jepang.</p>
<p><strong>Bunker Pinangjajar</strong></p>
<p>Bunker ini terletak di atas bukit Pinangjajar, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, atau berada di tepi Jalan Nasional ruas Kiaradua &#8211; Jampangkulon. Ada 4 Bunker yang tersebar di wilayah Desa Sukamukti. Tetapi hanya Bunker Pinangjajar yang terawat, dan kini dikelola Dinas Kebudayaan Kepemuda dan Olahraga ( Disbudpora) Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Dijelaskan Kepala Dinas Budpora Kabupaten Sukabumi, Yudi Mulyadi, Bunker Pinangjajar dibangun untuk kepentingan militer Jepang di Selatan Jawa Barat pada masa Perang Dunia II tahun 1942 &#8211; 1945.</p>
<p>&#8220;Bunker tersebut dibangun Jepang sebagi bagian dari sistem pengawasan militer. Benteuknya semi bawah tanah dengan dinding tebal dan ada ruangan yang tersembunyi. Tujuannya agar aman dari serangan dan memudahkan para tentara Jepang dalam pengamatan wilayah sekitar,&#8221; papar Yudi kepada awak media.</p>
<p>Bunker Pinangjajar merupakan struktur beton kokoh dan memiliki ukuran tinggi 2 meter, panjang 7 meter, dan lebar 3 meter, serta memiliki kedalaman 6 meter. dan ada ruangan juga dengan kedalaman 3 meter.</p>
<p>Di Kecamatan Waluran, selain di Pinangjajar, situs Bunker terdapat pula di Kampung Sukatani, Desa Sukamukti, letaknya di areal kebun warga. Temuan di lapangan sedikitnya ada 4 titik Bunker disana, tetapi hanya Bunker Pinangjajar yang sudah dikelola dan terbuka untuk umum.</p>
<p><strong>Bunker Cibalimbing</strong></p>
<p>Selain di Kecamatan Waluran, Bunker merupakan bukti jejak kaki Jepang di tanah Jampang terdapat pula di Kampung Cikarang, Desa Pasiripis, Kecamatan Surade. Letak bunker tersebut tepatnya berada di Kompleks Satuan Radar (Satrad) 216 Cibalimbing.</p>
<p>Di Cibalimbing terdapat tiga bunker berukuran besar. Dua bunker terletak diarea Satrad 216 dan kondisinya cukup terawat. Sementara satu bunker letaknya diluar komplek. Bunker terbesar berukuran panjang 13,5 meter, lebar 4,1 meter dan tinggi 160 sentimeter. Bunker ini memiliki dua pintu dengan lebar 116 sentimeter dan tinggi 100 sentimeter. Pada pintunya terdapat empat lubang (ventilasi) berukuran 56 x 25 sentimeter.</p>
<p>Bunker berikutnya berukuran 5,2 x 3,24 meter, dan tingginya 170 sentimeter. Letaknya sekitar 100 meter arah Barat bunker pertama. Sementara bunker ketiga yang letaknya sekitar 50 meter memiliki ukuran panjang 140 sentimeter, lebar 5 meter, dan tinggi 170 senti meter. Bunker ini memiliki pintu berukuran 184 x 180 aenti meter, dengan satu lubang ventilasi berukuran 56 x 25 senti meter.</p>
<p>Bunker-bunker ini memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi objek wisata sejarah, karena selain menyimpan cerita masa lalu, juga memiliki nilai arkeologis dan edukatif.</p>
<p>&#8220;Situs ini berpotensi dikembangkan sebagai ruang belajar sejarah bagi generasi muda, sekaligus menjadi daya tarik wisata berbasis budaya dan edukasi d Kabupaten Sukababumi,&#8221; tambah Yudi.</p>
<p>Peninggalan-peninggalan ini menjadi bukti sejarah kehadiran Jepang dan strategi pertahanan mereka pada masa itu.</p>
<p>Menjaga dan merawat peninggalan sejarah seperti bunker Jepang sangat penting untuk melestarikan warisan budaya dan pengetahuan tentang masa lalu.</p>
<p>Dengan merawat jejak-jejak sejarah, kita dapat belajar dari masa lalu dan menghargai perjuangan bangsa.</p>
<p style="text-align: left;">Potensi pengembangan wisata sejarah dari peninggalan ini juga dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/jejak-jejak-kaki-jepang-di-tanah-jampang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari Bunker Hingga Palagan, Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Pajampangan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dari-bunker-hingga-palagan-saksi-bisu-perjuangan-rakyat-pajampangan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dari-bunker-hingga-palagan-saksi-bisu-perjuangan-rakyat-pajampangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Aug 2024 15:31:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[Bunker Saksi Bisu]]></category>
		<category><![CDATA[HUT RI Ke 79]]></category>
		<category><![CDATA[Palagan Cikarang Sasak]]></category>
		<category><![CDATA[Perjuangan Rakyat Pajampangan]]></category>
		<category><![CDATA[Sejarah Kemerdekaan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=43059</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dari-bunker-hingga-palagan-saksi-bisu-perjuangan-rakyat-pajampangan/" title="Dari Bunker Hingga Palagan, Saksi Bisu Perjuangan Rakyat Pajampangan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sukabumi Selatan ( Pajampangan ) dianggap satu wilayah penting oleh bangsa penjajah, baik Jepang maupun Belanda. Setidaknya itu dibuktikan adanya beberapa peninggalan sejarah di wilayah Pajampangan.</p>
<p>Bukti kolonialisme pendudukan kaum penjajah di Sukabumi Selatan tersebut antara lain adanya Bunker Jepang di Kecamatan Waluran, Tugu Cirangkong di Kecamatan Jampangkulon, dan Tugu Pasir Karang di Kecamatan Surade.</p>
<p>Salah satu bukti peninggalan sejarah pendudukan Jepang di Sukabumi Selatan adalah bangunan Pos Pengintai tentara Jepang yang berlokasi di Jalan Galumpit, Kampung Pinangjajar, Desa Sukamukti, Kecamatan Waluran, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.</p>
<p>Bunker ini berfungsi sebagai pos pengintai tentara Jepang pada Perang Dunia 2 (tahun 1942-1945). Saat ini bunker tersebut ditetapkan sebagai Situs Bunker Waluran atau disebut Bunker Pinangjajar. Lokasi Bunker ini berada dalam kawasan Geopark Ciletuh, tidak jauh dari Ruas Jalan Nasional Kiaradua-Surade. Bunker ini berdiri kokoh diatas perbukitan dengan tinggi bangunan 2 meter dan lebar 3 meter.</p>
<p>Panjang bangunan berkisar 7 meter dan terdapat ruangan rahasia dengan kedalaman 3 meter. Bunker ini sebagai Pos Pengintai yang berada diatas bukit kawasan Pinangjajar (Bunker Waluran) dan menjadi bunker utama tentara Jepang pada saat itu.</p>
<p>Peninggalan bersejarah lainnya yang membuktikan bahwa kawasan Sukabumi Selatan dianggap wilayah penting oleh kaum penjajah adalah terdapatnya Tugu atau Palagan di Kampung Cirangkong RT 03/05, Desa Tanjung, Kecamatan Jampangkulon dan Palagan Pasiri Karang di Kampung Pasiripis Karang, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade.</p>
<figure id="attachment_43061" aria-describedby="caption-attachment-43061" style="width: 854px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class="wp-image-43061 " src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-22.21.15-200x112.jpeg" alt="" width="854" height="478" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-22.21.15-200x112.jpeg?v=1723476524 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-12-at-22.21.15-640x358.jpeg?v=1723476524 640w" sizes="(max-width: 854px) 100vw, 854px" /><figcaption id="caption-attachment-43061" class="wp-caption-text">FOTO: Palagan Cikarang Sasak Jampangkulon |dok/Jajang S</figcaption></figure>
<p>Kepala Desa Tanjung, Dasep Taopiqul Hikmah, S.Ag menuturkan, Palagan Cikarang Sasak merupakan saksi sejarah yang patut dijaga dan dilestarikan. Dengan adanya bukti sejarah itu diharapkan generasi penerus bisa mengetahui sejarah perjuangan yang pernah terjadi di Sukabumi Selatan, sehingga pada gilirannya mereka tidak kehilangan rasa patriotismenya.</p>
<p>&#8220;Ini kan harus tetap terawat, supaya generasi yang akan datang tetap bisa mengingat jasa para pejuang,&#8221; ucapnya kepada Lingkar pena.id Senin ( 12/8/2024 ).</p>
<p>Sementara, Palagan Pasiri Karang berada di Kampung Pasiripis Karang, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Di tempat tersebut pada masa pendudukan Belanda telah terjadi pertempuran hebat antara TKR bersama rakyat melawan kekuatan armada Belanda.</p>
<p>Untuk mengenang jasa jasa pahlawan dibangunalan Tugu Pasir Karang yang pada peringatan Kemerdekaan RI ke 79 tahun 2024 ini akan menjadi tempat kegiatan Ormas, Paguyuban Jampang Tandang Makalangan, Baladaka, dan Pemuda Pancasila Marga, serta masyarakat lainnya dalam acara Mieling Peristiwa Palagan Pasir Karang, pada 15 Agustus 2024.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dari-bunker-hingga-palagan-saksi-bisu-perjuangan-rakyat-pajampangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
