<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Museum Megalodon &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/museum-megalodon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Sat, 30 May 2026 10:09:41 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Museum Megalodon &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Retno Raswaty: Kagumi Museum Megalodon Surade, Sebut Sebagai Sumber Pengetahuan dan Inspirasi Pelestarian Fosil</title>
		<link>https://lingkarpena.id/retno-raswaty-kagumi-museum-megalodon-surade-sebut-sebagai-sumber-pengetahuan-dan-inspirasi-pelestarian-fosil/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/retno-raswaty-kagumi-museum-megalodon-surade-sebut-sebagai-sumber-pengetahuan-dan-inspirasi-pelestarian-fosil/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 10:01:38 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[BUDAYA]]></category>
		<category><![CDATA[Gunungsungging Surade]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Megalodon]]></category>
		<category><![CDATA[Pelestarian Fosil]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66335</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/retno-raswaty-kagumi-museum-megalodon-surade-sebut-sebagai-sumber-pengetahuan-dan-inspirasi-pelestarian-fosil/" title="Retno Raswaty: Kagumi Museum Megalodon Surade, Sebut Sebagai Sumber Pengetahuan dan Inspirasi Pelestarian Fosil" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Di sela-sela kegiatan Pertunjukan Teater “Pulo Megalodon Jampang” yang digelar di Kampung Cigintung, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah IX Jawa Barat, Retno Raswaty, S.S. M. Hum, menyempatkan diri mengunjungi Museum Megalodon yang berada di samping Kantor Desa Gunungsungging, Sabtu (30/5/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam kunjungannya, Retno mengaku terkesan dengan keberadaan museum yang menyimpan ratusan fosil laut purba tersebut. Menurutnya, Museum Megalodon bukan sekadar tempat penyimpanan fosil, melainkan sarana edukasi penting untuk mengenalkan sejarah pembentukan bumi kepada masyarakat, khususnya generasi muda.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ini museum geologi yang luar biasa karena dapat bercerita tentang bagaimana proses pembentukan bumi dari masa paling tua hingga masa yang lebih muda. Museum ini memberikan gambaran tentang kehidupan jutaan tahun lalu, termasuk berbagai jenis hewan, tumbuhan, dan batuan yang pernah ada,” ujar Retno kepada lingkarpena. id, Sabtu ( 30/5 ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menjelaskan, koleksi yang tersimpan di museum tersebut memperlihatkan jejak kehidupan pada periode sekitar 25 hingga 23 juta tahun lalu, jauh sebelum munculnya manusia di bumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pengetahuan seperti ini sangat penting dikenalkan kepada anak-anak dan masyarakat luas agar mereka memahami sejarah alam serta perkembangan kehidupan di bumi. Museum menjadi ruang belajar yang nyata dan menarik,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Retno berharap keberadaan Museum Megalodon dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam upaya pelestarian benda-benda bersejarah dan kekayaan geologi yang dimiliki masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Harapan kami ke depan semakin banyak museum-museum sejenis yang hadir sebagai pusat pengetahuan. Temuan-temuan fosil dan benda purbakala tidak lagi diperjualbelikan, tetapi dijaga dan dimanfaatkan sebagai sumber pembelajaran bagi masyarakat,” ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, keberadaan museum juga dapat menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa fosil, batuan, dan berbagai peninggalan alam merupakan bagian dari warisan bumi yang harus dilestarikan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Fosil dan batu-batuan bukan hanya benda temuan biasa, tetapi bagian dari sejarah alam yang memiliki nilai ilmu pengetahuan tinggi. Ini harus menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk menjaga dan melestarikannya,” tambah Retno.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Museum Megalodon Desa Gunungsungging sendiri dikenal sebagai museum hiu purba pertama di Indonesia dan termasuk salah satu dari sedikit museum serupa di dunia, selain yang berada di Peru, Inggris, dan Amerika Serikat. Lokasinya berjarak sekitar 60 kilometer dari pusat Kota Palabuhanratu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Museum yang diprakarsai oleh Museum Geologi Bandung bersama masyarakat setempat ini lahir dari upaya penyelamatan fosil-fosil yang sebelumnya banyak ditemukan oleh penambang lokal di kawasan Pajampangan sejak tahun 2021. Keberadaannya menjadi bukti sejarah bahwa wilayah selatan Sukabumi pernah menjadi lautan purba jutaan tahun silam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat ini, Museum Megalodon menyimpan lebih dari 524 fosil laut purba, di antaranya fosil gigi hiu Megalodon, fosil moluska, tulang paus, gigi dan tulang lumba-lumba purba, hingga ambergris atau muntahan paus yang langka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain menjadi destinasi wisata edukasi, museum ini juga dinilai memiliki potensi besar sebagai bagian dari pengembangan kawasan geopark dan pelestarian warisan geologi dunia. Keberadaannya semakin memperkuat posisi Kabupaten Sukabumi sebagai daerah yang kaya akan sejarah alam, budaya, dan potensi geowisata yang bernilai internasional.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/retno-raswaty-kagumi-museum-megalodon-surade-sebut-sebagai-sumber-pengetahuan-dan-inspirasi-pelestarian-fosil/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rekomendasi Tempat Liburan Sukabumi Selatan, Ada Penangkaran Penyu dan Museum Megalodon</title>
		<link>https://lingkarpena.id/rekomendasi-tempat-liburan-sukabumi-selatan-ada-penangkaran-penyu-dan-museum-megalodon/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/rekomendasi-tempat-liburan-sukabumi-selatan-ada-penangkaran-penyu-dan-museum-megalodon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2025 14:50:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Curug]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Megalodon]]></category>
		<category><![CDATA[pantai minajaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Palangpang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Ujung Genteng]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkaran Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Liburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=48409</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/rekomendasi-tempat-liburan-sukabumi-selatan-ada-penangkaran-penyu-dan-museum-megalodon/" title="Rekomendasi Tempat Liburan Sukabumi Selatan, Ada Penangkaran Penyu dan Museum Megalodon" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kemana mengajak anak anda libur panjang sekarang? Setidaknya ada dua tempat liburan yang pas, yakni Eduwisata Penangkaran Penyu di Pantai Pangumbahan, dan Eduwisata Museum Megalodon. Keduanya berada di Sukabumi Selatan, tepatnya di Pajampangan.</p>
<p>Lokasi Eduwisata Penangkaran Penyu Pantai Pangumbahan terletak di Kampung Ciburial, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap. Sementara Eduwisata Museum Megalodon terletak di Kampung Salenggang, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Untuk menuju kedua tempat tersebut dibutuhkan waktu empat jam perjalanan dari Kota Sukabumi. Jika berniat mengunjunginya, dari Kota Sukabumi disarankan mengambil jalan arah Palabuahanratu &#8211; Kiaradua &#8211; Jampangkulon dan berahir di Kota kecil Surade.</p>
<p>Kondisi ruas jalan tersebut cukup bagus, namun perlu berhati hati, usai bencana Desember 2024 lalu masih ada titik titik sisa longsor yang belum rampung diperbaiki, meskipun bisa dilalui.</p>
<p>Saat menuju ke sana, selama diperjalanan anda akan disuguhi panorama alam dengan hijaunya hamparan kebun teh, ngarai curam, dan rimbunya pepohonan menambah lengkap petualangan berlibur ke Pajampangan.</p>
<p>Setibanya di Kota kecil Surade, untuk menuju ke Eduwisata Museum Megalodon, perjalanan dilanjutkan menuju Kampung Salenggang, akses masuknya dari Jalan ruas Cibarehong &#8211; Cibungur.</p>
<p>Sementara jika ingin langsung menuju ke Eduwisata Penangkaran Penyu Pantai Pangumbahan, dari Surade perjalanan dilanjutkan menuju ke arah Ujunggenteng, berjarak 18 kilo meter. Tidak sulit untuk sampai ke tempat tersebut. Cukup bertanya ke warga, anda akan diarahkan dengan bahasa ramah.</p>
<p><strong>Museum Megalodon</strong></p>
<p>Museum Megalodon pertama di Indonesia itu berdiri di samping Balai Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Di luar negeri, museum seperti itu hanya ada di Peru, Inggris, dan Amerika. Karena sangat jarang, Museum Megalodon Gunungsungging sempat menjadi perhatian dunia internasional.</p>
<p>Di Museum berukuran 6 x 8 meter itu tersimpan segudang informasi seputar Megalodon. Ratusan fosil gigi hiu purba atau megalodon, moluska, ambergris, hingga tulang paus, gigi paus, dan lumba-lumba purba terpajang disana. Hingga kini tercatat ada 524 fosil.</p>
<p>Museum itu didirikan masyarakat lokal bekerja sama dengan Pemerintah Desa Gunungsungging sebagai pusat wisata dan edukasi.</p>
<p>Keberadaan fosil-fosil hewan purba itu membuktikan bahwa pada masa Miosen (12-23 juta tahun lalu), kawasan Pajampangan Sukabumi merupakan lautan yang kaya akan keanekaragaman hayati.</p>
<p>Dengan mengunjungi Museum Megalodon anda, terutama anak anda, secara tak langsung telah berwisata sambil menimba ilmu.</p>
<p><strong>Penangkaran Penyu</strong></p>
<p>Berkunjung ke pantai sepertinya menjadi momen menyenangkan untuk mengisi libur panjang ahir pekan.<br />
Pantai Pangumbahan sendiri terletak di Desa Pangumbahan, Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat. Pantai ini termasuk ke dalam deretan surga tersembunyi di pesisir Barat Pulau Jawa.</p>
<p>Pantai Pangumbahan memiliki hamparan pasir silika yang menawan. Pasirnya berasal dari batuan tertua di Provinsi Jawa Barat, yang terletak di sekitar garis pantai. Pecahan atau reruntuhan bebatuan ini menghasilkan kuarsa yang biasa masyarakat gunakan untuk penyaringan air alami. Uniknya, pasir silika putih bersih tersebut akan berkilauan ketika terpapar sinar matahari.</p>
<p>Salah satu daya tarik yang ada di Pantai Pangumbahan adalah melihat atraksi penyu bertelur. Aktivitas ini menjadi momen langka yang bisa pengunjung temui. Mengingat penyu hanya akan bertelur ketika musim panas sekitar bulan Mei sampai Agustus.</p>
<p>Jika ingin menyaksikan bagaimana penyu bertelur, Anda bisa datang sekitar pukul 19.00 WIB hingga 02.00 WIB. Namun, ketika proses bertelur berlangsung, pengunjung wajib menjaga volume suara atau tidak gaduh. Pasalnya, penyu cukup sensitif dengan suara-suara bising.</p>
<p>Pantai Pangumbahan Sukabumi sendiri memiliki program pelestarian penyu yang sangat aktif. Tim sukarelawan dan penjaga pantai bekerja sama dalam memantau serta melindungi telur-telur penyu. Kemudian melepaskan anak penyu yang baru menetas ke laut ketika usianya sudah mencukupi.</p>
<p>Pantai Pangumbahan menjadi kawasan konservasi penyu. Disana telah dibangun beberapa fasilitas dan sarana informasi seputar satwa penyu. Berkunjung ke sana anda akan diberikan informasi seputar hewan bertempurung, penyu.</p>
<p>Berkunjung ke Pantai Pangumbahan sangat beruntung, selain bisa berwisata di alam terbuka, juga akan menambah perbendaharaan pengetahuan seputar dunia satwa langka. Selamat berlibur.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/rekomendasi-tempat-liburan-sukabumi-selatan-ada-penangkaran-penyu-dan-museum-megalodon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Dua Tempat Eduwisata di Sukabumi, Cocok saat Liburan Sekolah</title>
		<link>https://lingkarpena.id/ini-dua-tempat-eduwisata-di-sukabumi-cocok-saat-liburan-sekolah/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/ini-dua-tempat-eduwisata-di-sukabumi-cocok-saat-liburan-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jun 2024 14:53:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Eduwisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Megalodon]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkaran Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=41594</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/ini-dua-tempat-eduwisata-di-sukabumi-cocok-saat-liburan-sekolah/" title="Ini Dua Tempat Eduwisata di Sukabumi, Cocok saat Liburan Sekolah" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kemana mengajak anak anda liburan selepas kenaikan kelas? Setidaknya ada dua tempat liburan yang pas, yakni Eduwisata Penangkaran Penyu di Pantai Pangumbahan dan Eduwisata Museum Megalodon. Keduanya berada di Sukabumi Selatan, tepatnya di Pajampangan.</p>
<p>Lokasi Eduwisata Penangkaran Penyu Pantai Pangumbahan terletak di Kampung Ciburial, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap. Sementara Eduwisata Museum Megalodon terletak di Kampung Salenggang, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Untuk menuju kedua tempat tersebut dibutuhkan waktu empat jam perjalanan dari Kota Sukabumi. Jika berniat mengunjunginya, dari Kota Sukabumi disarankan mengambil jalan arah Palabuahanratu &#8211; Kiaradua &#8211; Jampangkulon dan berahir di Surade. Kondisi ruas jalan tersebut cukup bagus.</p>
<p>Saat menuju ke sana, selama diperjalanan anda akan disuguhi panorama alam dengan hijaunya hamparan kebun teh, ngarai curam, dan rimbunya pepohonan menambah lengkap petualangan berlibur ke Pajampangan.</p>
<p>Setibanya di Kota kecil Surade, untuk menuju ke Eduwisata Museum Megalodon, perjalanan dilanjutkan menuju Kampung Salenggang, akses masuknya dari Jalan Cibarehong Kelurahan Surade.</p>
<p>Sementara jika ingin langsung menuju ke Eduwisata Penangkaran Penyu Pantai Pangumbahan, dari Surade perjalanan dilanjutkan menuju ke arah Ujunggenteng, berjarak 18 kilo meter. Tidak sulit untuk sampai ke tempat tersebut. Cukup bertanya ke warga, anda akan diarahkan dengan bahasa ramah.</p>
<p><strong>Museum Megalodon</strong></p>
<p>Museum Megalodon pertama di Indonesia itu berdiri di samping Balai Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Di luar negeri, museum seperti itu hanya ada di Peru, Inggris dan Amerika. Karena sangat jarang, Museum Megalodon Gunungsungging sempat menjadi perhatian dunia internasional.</p>
<p>Di Museum berukuran 6 x 8 meter itu tersimpan segudang informasi seputar Megalodon. Ratusan fosil gigi hiu purba atau megalodon, moluska, ambergris, hingga tulang paus, gigi paus, dan lumba-lumba purba terpajang disana. Hingga kini tercatat ada 524 fosil</p>
<p>Museum itu didirikan masyarakat lokal bekerja sama dengan Pemerintah Desa Gunungsungging sebagai pusat wisata dan edukasi.</p>
<p>Keberadaan fosil-fosil hewan purba itu membuktikan bahwa pada masa Miosen (12-23 juta tahun lalu), kawasan Pajampangan Sukabumi merupakan lautan yang kaya akan keanekaragaman hayati.</p>
<p>Dengan mengunjungi Museum Megalodon anda, terutama anak anda, secara tak langsung telah berwisata sambil menimba ilmu.</p>
<p><strong>Penangkaran Penyu</strong></p>
<p>Berkunjung ke pantai sepertinya menjadi momen menyenangkan untuk mengisi liburan sekolah selepas kenaikan kelas. Pantai Pangumbahan sendiri terletak di Desa Pangumbahan, Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat. Pantai ini termasuk ke dalam deretan surga tersembunyi di pesisir barat Pulau Jawa.</p>
<p>Pantai Pangumbahan memiliki hamparan pasir silika yang menawan. Pasirnya berasal dari batuan tertua di Provinsi Jawa Barat, yang terletak di sekitar garis pantai. Pecahan atau reruntuhan bebatuan ini menghasilkan kuarsa yang biasa masyarakat gunakan untuk penyaringan air alami. Uniknya, pasir silika putih bersih tersebut akan berkilauan ketika terpapar sinar matahari.</p>
<p>Salah satu daya tarik yang ada di Pantai Pangumbahan adalah melihat atraksi penyu bertelur. Aktivitas ini menjadi momen langka yang bisa pengunjung temui. Mengingat penyu hanya akan bertelur ketika musim panas sekitar bulan Mei sampai Agustus.</p>
<p>Jika ingin menyaksikan bagaimana penyu bertelur, Anda bisa datang sekitar pukul 19.00 WIB hingga 02.00 WIB. Namun, ketika proses bertelur berlangsung, pengunjung wajib menjaga volume suara atau tidak gaduh. Pasalnya, penyu cukup sensitif dengan suara-suara bising.</p>
<p>Pantai Pangumbahan Sukabumi sendiri memiliki program pelestarian penyu yang sangat aktif. Tim sukarelawan dan penjaga pantai bekerja sama dalam memantau serta melindungi telur-telur penyu. Kemudian melepaskan anak penyu yang baru menetas ke laut ketika usianya sudah mencukupi.</p>
<p>Pantai Pangumbahan menjadi kawasan konservasi penyu. Disana telah dibangun beberapa fasilitas dan sarana informasi seputar satwa penyu. Berkunjung ke sana anda akan diberikan informasi seputar hewan bertempurung, penyu.</p>
<p>Berkunjung ke Pantai Pangumbahan sangat beruntung, selain bisa berwisata di alam terbuka, juga akan menambah perbendaharaan pengetahuan seputar dunia satwa langka. Selamat berlibur.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/ini-dua-tempat-eduwisata-di-sukabumi-cocok-saat-liburan-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
