<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Pembuatan WC &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/pembuatan-wc/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Sat, 25 Apr 2026 12:39:43 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Pembuatan WC &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dari Tambang untuk Kemanusiaan: Kisah Ibu Wida Kini Punya WC Sendiri</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dari-tambang-untuk-kemanusiaan-kisah-ibu-wida-kini-punya-wc-sendiri/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dari-tambang-untuk-kemanusiaan-kisah-ibu-wida-kini-punya-wc-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Apr 2026 12:39:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<category><![CDATA[Aksi Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Wida]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Simpenan]]></category>
		<category><![CDATA[Pembuatan WC]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65013</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dari-tambang-untuk-kemanusiaan-kisah-ibu-wida-kini-punya-wc-sendiri/" title="Dari Tambang untuk Kemanusiaan: Kisah Ibu Wida Kini Punya WC Sendiri" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Langkah kecil itu dimulai dari sebuah kunjungan sederhana. Di Kampung Tipar 1, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, suasana hangat terasa saat rombongan Koperasi Bumi Kiara datang bersilaturahmi, Sabtu (25/4/2026). Bukan sekadar kunjungan biasa, kehadiran mereka membawa harapan baru bagi seorang warga yang selama ini hidup tanpa fasilitas sanitasi layak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Adalah Ibu Wida, yang selama bertahun-tahun harus bergantung pada fasilitas umum untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Kini, kondisi itu perlahan berubah. Bantuan pembangunan WC dari Koperasi Bumi Kiara menjadi titik balik bagi kehidupannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua Koperasi Bumi Kiara, Aji Gunawan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang koperasi terhadap masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami ingin memastikan hasil dari tambang rakyat ini kembali ke masyarakat. Salah satunya dengan membantu kebutuhan dasar seperti sanitasi yang layak,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, gerakan ini akan terus berlanjut dengan menyasar warga lain yang masih membutuhkan perhatian serupa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus turun ke lapangan, mencari dan mendata warga yang membutuhkan agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” kata Aji.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi Ibu Wida, bantuan ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga soal martabat dan kenyamanan hidup. Dengan mata berbinar, ia mengungkapkan rasa syukurnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Alhamdulillah, sekarang saya sudah punya WC sendiri. Dulu harus ke masjid setiap kali butuh. Terima kasih kepada Koperasi Bumi Kiara yang sudah peduli kepada kami,” tuturnya haru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kisah ini menjadi potret nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kepedulian sederhana. Di tengah berbagai keterbatasan, hadirnya uluran tangan mampu menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat kecil.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dari-tambang-untuk-kemanusiaan-kisah-ibu-wida-kini-punya-wc-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
