LINGKARPENA.ID | Langkah kecil itu dimulai dari sebuah kunjungan sederhana. Di Kampung Tipar 1, Desa Kertajaya, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, suasana hangat terasa saat rombongan Koperasi Bumi Kiara datang bersilaturahmi, Sabtu (25/4/2026). Bukan sekadar kunjungan biasa, kehadiran mereka membawa harapan baru bagi seorang warga yang selama ini hidup tanpa fasilitas sanitasi layak.
Adalah Ibu Wida, yang selama bertahun-tahun harus bergantung pada fasilitas umum untuk kebutuhan dasar sehari-hari. Kini, kondisi itu perlahan berubah. Bantuan pembangunan WC dari Koperasi Bumi Kiara menjadi titik balik bagi kehidupannya.
Ketua Koperasi Bumi Kiara, Aji Gunawan, menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan sekadar program sosial, melainkan bagian dari komitmen jangka panjang koperasi terhadap masyarakat.
“Kami ingin memastikan hasil dari tambang rakyat ini kembali ke masyarakat. Salah satunya dengan membantu kebutuhan dasar seperti sanitasi yang layak,” ujarnya.
Ia menambahkan, gerakan ini akan terus berlanjut dengan menyasar warga lain yang masih membutuhkan perhatian serupa.
“Kami tidak akan berhenti di sini. Kami akan terus turun ke lapangan, mencari dan mendata warga yang membutuhkan agar bantuan benar-benar tepat sasaran,” kata Aji.
Bagi Ibu Wida, bantuan ini bukan hanya soal pembangunan fisik, tetapi juga soal martabat dan kenyamanan hidup. Dengan mata berbinar, ia mengungkapkan rasa syukurnya.
“Alhamdulillah, sekarang saya sudah punya WC sendiri. Dulu harus ke masjid setiap kali butuh. Terima kasih kepada Koperasi Bumi Kiara yang sudah peduli kepada kami,” tuturnya haru.
Kisah ini menjadi potret nyata bahwa perubahan besar bisa dimulai dari kepedulian sederhana. Di tengah berbagai keterbatasan, hadirnya uluran tangan mampu menghadirkan kehidupan yang lebih layak bagi masyarakat kecil.






