Gotong Royong Bangun Jembatan Darurat, Warga Bojongsari Nyalindung Bangkit

Warga Kampung Cipiit Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, gotong royong membuat jembatan darurat, Senin (21/4).[dok.ist]

LINGKARPENA.ID | Semangat kebersamaan warga kembali terlihat di Kampung Cipiit, Desa Bojongsari, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi. Pasca hanyutnya jembatan akibat banjir bandang, masyarakat bersama berbagai unsur pemerintah dan aparat bergotong royong membangun jembatan darurat sebagai akses penghubung sementara.

 

Kegiatan penanganan tersebut dilaksanakan pada Selasa (21/4/2026) sejak pukul 09.00 WIB hingga selesai. Sejak pagi hari, warga tampak antusias membawa dan menyiapkan material seperti bambu dan kayu yang akan digunakan dalam pembangunan jembatan darurat.

Baca juga:  RAI-HG Gandeng OJK Bantu Korban Banjir Bandang Cicurug

 

Di tengah keterbatasan, kebersamaan menjadi kekuatan utama. Warga, relawan, hingga unsur pemerintah desa dan kecamatan bahu-membahu menyelesaikan pekerjaan dengan penuh kepedulian. Jembatan yang sebelumnya menjadi jalur vital aktivitas masyarakat itu kini mulai dibangun kembali, meski bersifat sementara.

 

Koordinator Pusdalops BPBD Kabupaten Sukabumi, Daeng Sutigna, mengatakan bahwa langkah cepat melalui gotong royong ini menjadi bagian penting dalam penanganan darurat pascabencana.

 

“Kami mengapresiasi sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah desa, aparat, hingga masyarakat yang bergerak cepat membangun jembatan darurat. Ini sangat membantu memulihkan akses warga yang sempat terputus akibat banjir bandang,” ujarnya.

Baca juga:  Puskesmas Cimanggu Gelar Buka Puasa Bersama, Santuni Anak Yatim dan Dhuafa

 

Ia menambahkan, keberadaan jembatan darurat ini diharapkan dapat menunjang kembali aktivitas masyarakat, baik untuk keperluan ekonomi, pendidikan, maupun sosial, sembari menunggu penanganan permanen dari pihak terkait.

 

Kegiatan ini turut melibatkan berbagai unsur, di antaranya Kabid Linmas Provinsi dan Kabupaten, Kabag Ops Polres Sukabumi, Kasat Binmas Polres Sukabumi, jajaran Polsek dan Koramil Nyalindung, pihak Kecamatan Nyalindung, Kepala Desa Bojongsari, P2BK Nyalindung, Linmas desa, serta masyarakat setempat.

Baca juga:  Banjir Bandang di Cicurug Sukabumi, 200 KK Terancam

 

Lebih dari sekadar pembangunan fisik, gotong royong ini menjadi simbol kuat solidaritas warga dalam menghadapi bencana. Di balik derasnya arus yang sempat meruntuhkan jembatan, kini tumbuh harapan baru—bahwa kebersamaan mampu menjadi jembatan yang jauh lebih kokoh bagi masa depan desa.

Pos terkait