<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Petani Cidolog &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/petani-cidolog/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 02 Jun 2026 15:26:21 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Petani Cidolog &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Petani Cidolog Resah: Kawanan Babi Hutan Rusak Ladang Jagung, Perbakin Turun Tangan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/petani-cidolog-resah-kawanan-babi-hutan-rusak-ladang-jagung-perbakin-turun-tangan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/petani-cidolog-resah-kawanan-babi-hutan-rusak-ladang-jagung-perbakin-turun-tangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Jun 2026 15:24:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERTANIAN]]></category>
		<category><![CDATA[Babi Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Kawanan Babi]]></category>
		<category><![CDATA[Perbakin Turun Tangan]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Cidolog]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Resah]]></category>
		<category><![CDATA[Rusak Ladang Jagung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66441</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/petani-cidolog-resah-kawanan-babi-hutan-rusak-ladang-jagung-perbakin-turun-tangan/" title="Petani Cidolog Resah: Kawanan Babi Hutan Rusak Ladang Jagung, Perbakin Turun Tangan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Serangan hama babi hutan yang merusak lahan pertanian warga di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, semakin meresahkan para petani. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di Kampung Cicurug, Desa Mekarjaya, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil jagung di Kecamatan Cidolog.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tanaman jagung milik warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat aktivitas babi hutan yang masuk ke area perkebunan pada malam hari. Kondisi tersebut membuat petani khawatir karena berpotensi menurunkan hasil panen dan menimbulkan kerugian ekonomi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Camat Cidolog, Ikhsan Muchlis Sani, membenarkan adanya laporan serangan hama babi hutan yang terjadi di sejumlah desa di wilayahnya. Menurutnya, selain Desa Mekarjaya, gangguan serupa juga terjadi di Desa Cipamingkis dan Desa Tegallega.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Benar, saya mendapat laporan adanya serangan hama babi di beberapa wilayah, yaitu Desa Cipamingkis, Tegallega, dan Desa Mekarjaya. Di Mekarjaya ini terjadi serangan hama babi yang dominan,&#8221; ujarnya kepada Lingkarpena.id, Selasa (2/6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menyikapi kondisi tersebut, Forkopimcam Cidolog langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mencari langkah penanganan yang tepat. Selain itu, bantuan juga datang dari Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Sukabumi yang turut dilibatkan dalam upaya pengendalian populasi hama babi hutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kita Forkopimcam sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian yang kemudian dibantu oleh Perbakin Sukabumi untuk penanganan saat ini. Kami juga akan berkoordinasi dengan Perhutani dan para pemangku kepentingan lainnya untuk penanganan jangka panjang agar kejadian tersebut tidak terulang,&#8221; tambah Ikhsan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai tindak lanjut, Perbakin Sukabumi telah melakukan perburuan di lokasi-lokasi yang dilaporkan terdampak. Namun, upaya tersebut tidak berjalan mudah karena babi hutan yang menjadi target tidak muncul di lokasi saat perburuan dilakukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tim kemudian melakukan pengejaran dan penyisiran ke sejumlah titik karena area yang harus dijangkau cukup luas. Kondisi medan yang didominasi kawasan perkebunan dan hutan juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengendalian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski demikian, populasi babi hutan di kawasan Cidolog disebut tidak terlalu padat. Persoalan utamanya terletak pada karakter hewan tersebut yang sangat lincah, aktif pada waktu tertentu, serta sering berpindah-pindah lokasi sehingga sulit diprediksi keberadaannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perbakin memastikan akan terus membantu proses penanganan dan tidak akan tinggal diam menghadapi persoalan yang dikeluhkan para petani. Dukungan lanjutan disiapkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, para petani berharap langkah penanganan yang dilakukan pemerintah bersama berbagai pihak dapat segera membuahkan hasil. Mereka menginginkan solusi yang efektif agar tanaman jagung dan komoditas pertanian lainnya tidak kembali menjadi sasaran serangan hama babi hutan yang selama beberapa pekan terakhir meresahkan warga.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/petani-cidolog-resah-kawanan-babi-hutan-rusak-ladang-jagung-perbakin-turun-tangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hama Babi Hutan Teror Lahan Pertanian di Wilayah Cidolog, Petani Rugi dan Terpaksa Bermalam di Kebun</title>
		<link>https://lingkarpena.id/hama-babi-hutan-teror-lahan-pertanian-di-wilayah-cidolog-petani-rugi-dan-terpaksa-bermalam-di-kebun/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/hama-babi-hutan-teror-lahan-pertanian-di-wilayah-cidolog-petani-rugi-dan-terpaksa-bermalam-di-kebun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 30 May 2026 13:40:40 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Hama Babi]]></category>
		<category><![CDATA[Komplotan Babi Hutan]]></category>
		<category><![CDATA[Lahan Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Cidolog]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Merugi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66348</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/hama-babi-hutan-teror-lahan-pertanian-di-wilayah-cidolog-petani-rugi-dan-terpaksa-bermalam-di-kebun/" title="Hama Babi Hutan Teror Lahan Pertanian di Wilayah Cidolog, Petani Rugi dan Terpaksa Bermalam di Kebun" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Saat sebagian besar warga terlelap, sejumlah petani di Kecamatan Cidolog justru memilih berjaga di tengah kebun dan ladang. Berbekal lampu seadanya dan saung sederhana, mereka berusaha menghalau kawanan babi hutan yang belakangan semakin sering merusak tanaman pertanian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Serangan hama babi hutan yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menjadi ancaman serius bagi petani. Tanaman yang selama ini menjadi sumber penghasilan tambahan masyarakat selain padi mengalami kerusakan cukup parah. Tak sedikit petani yang harus menelan kerugian setelah tanaman mereka porak-poranda diseruduk dan diinjak kawanan babi yang mencari makan pada malam hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sekretaris Desa Cidolog, Iwan, mengatakan serangan hama babi terjadi di sejumlah wilayah, mulai dari Pamadangan, Cileuweung, Cilandak, Ciodeng, Cikadu, Carangcang hingga beberapa daerah lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Keluhan dari warga terus berdatangan karena tanaman mereka banyak yang rusak akibat serangan babi hutan. Hampir di beberapa wilayah terdampak,&#8221; kata Iwan kepada lingkarpena. id, Sabtu ( 30/5/2026 ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, ancaman hama babi kali ini dirasakan lebih parah dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Akibatnya, berbagai cara dilakukan warga untuk melindungi lahan pertanian mereka.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Ada warga yang berjaga sampai malam, bahkan ada yang sengaja menginap di kebun atau ladang untuk menghalau babi yang datang,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Iwan menjelaskan, upaya pengendalian sebenarnya pernah dilakukan melalui kegiatan perburuan yang melibatkan Perbakin. Namun hasilnya dinilai belum maksimal untuk mengurangi populasi maupun intensitas serangan hama babi di wilayah tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dulu pernah ada bantuan dari Perbakin untuk melakukan perburuan babi hutan. Tapi hasilnya tidak terlalu banyak,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia pun mengaku heran dengan kondisi yang terjadi saat perburuan dilakukan.</p>
<p>&#8220;Anehnya saat dilakukan perburuan, babi-babi tersebut seperti sudah pada tahu,&#8221; tutur Iwan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Fenomena tersebut membuat warga meyakini bahwa babi hutan semakin sulit dikendalikan. Di sisi lain, kerugian petani terus bertambah seiring rusaknya tanaman yang seharusnya menjadi sumber pendapatan keluarga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Warga berharap pemerintah dan instansi terkait dapat turun tangan mencari solusi yang lebih efektif. Sebab, jika serangan hama babi terus berlanjut, bukan hanya hasil panen yang terancam, tetapi juga keberlangsungan ekonomi masyarakat yang menggantungkan hidup dari sektor pertanian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di tengah ketidakpastian itu, para petani Cidolog masih bertahan. Setiap malam mereka berjaga di antara hamparan kebun, menunggu suara ranting patah atau gerakan mencurigakan dari balik semak. Sebuah ikhtiar sederhana untuk mempertahankan hasil kerja keras yang telah mereka rawat selama berbulan-bulan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/hama-babi-hutan-teror-lahan-pertanian-di-wilayah-cidolog-petani-rugi-dan-terpaksa-bermalam-di-kebun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
