Petani Cidolog Resah: Kawanan Babi Hutan Rusak Ladang Jagung, Perbakin Turun Tangan

Gambar Ikustrasi: kawanan babi hutan merusak ladang jagung prtani cidolog.[net/ist]

LINGKARPENA.ID | Serangan hama babi hutan yang merusak lahan pertanian warga di Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, semakin meresahkan para petani. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah berada di Kampung Cicurug, Desa Mekarjaya, yang selama ini dikenal sebagai salah satu sentra penghasil jagung di Kecamatan Cidolog.

 

Tanaman jagung milik warga dilaporkan mengalami kerusakan akibat aktivitas babi hutan yang masuk ke area perkebunan pada malam hari. Kondisi tersebut membuat petani khawatir karena berpotensi menurunkan hasil panen dan menimbulkan kerugian ekonomi.

 

Camat Cidolog, Ikhsan Muchlis Sani, membenarkan adanya laporan serangan hama babi hutan yang terjadi di sejumlah desa di wilayahnya. Menurutnya, selain Desa Mekarjaya, gangguan serupa juga terjadi di Desa Cipamingkis dan Desa Tegallega.

Baca juga:  Pemuda Tani Indonesia Tawarkan Produk Kader ke Polowijo Gosari

 

“Benar, saya mendapat laporan adanya serangan hama babi di beberapa wilayah, yaitu Desa Cipamingkis, Tegallega, dan Desa Mekarjaya. Di Mekarjaya ini terjadi serangan hama babi yang dominan,” ujarnya kepada Lingkarpena.id, Selasa (2/6/2026).

 

Menyikapi kondisi tersebut, Forkopimcam Cidolog langsung melakukan koordinasi dengan Dinas Pertanian untuk mencari langkah penanganan yang tepat. Selain itu, bantuan juga datang dari Persatuan Menembak Indonesia (Perbakin) Sukabumi yang turut dilibatkan dalam upaya pengendalian populasi hama babi hutan.

 

“Kita Forkopimcam sudah berkoordinasi dengan Dinas Pertanian yang kemudian dibantu oleh Perbakin Sukabumi untuk penanganan saat ini. Kami juga akan berkoordinasi dengan Perhutani dan para pemangku kepentingan lainnya untuk penanganan jangka panjang agar kejadian tersebut tidak terulang,” tambah Ikhsan.

Baca juga:  Dinas Pertanian Sukabumi Rampungkan Pendataan e-RDKK 2026, Pastikan Penyaluran Pupuk Subsidi Tepat Sasaran

 

Sebagai tindak lanjut, Perbakin Sukabumi telah melakukan perburuan di lokasi-lokasi yang dilaporkan terdampak. Namun, upaya tersebut tidak berjalan mudah karena babi hutan yang menjadi target tidak muncul di lokasi saat perburuan dilakukan.

 

Tim kemudian melakukan pengejaran dan penyisiran ke sejumlah titik karena area yang harus dijangkau cukup luas. Kondisi medan yang didominasi kawasan perkebunan dan hutan juga menjadi tantangan tersendiri dalam proses pengendalian.

 

Meski demikian, populasi babi hutan di kawasan Cidolog disebut tidak terlalu padat. Persoalan utamanya terletak pada karakter hewan tersebut yang sangat lincah, aktif pada waktu tertentu, serta sering berpindah-pindah lokasi sehingga sulit diprediksi keberadaannya.

Baca juga:  Panen Raya Jagung, Pemkab Sukabumi Tegaskan Dukung Swasembada Pangan

 

Perbakin memastikan akan terus membantu proses penanganan dan tidak akan tinggal diam menghadapi persoalan yang dikeluhkan para petani. Dukungan lanjutan disiapkan sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang menggantungkan penghasilan dari sektor pertanian.

 

Sementara itu, para petani berharap langkah penanganan yang dilakukan pemerintah bersama berbagai pihak dapat segera membuahkan hasil. Mereka menginginkan solusi yang efektif agar tanaman jagung dan komoditas pertanian lainnya tidak kembali menjadi sasaran serangan hama babi hutan yang selama beberapa pekan terakhir meresahkan warga.

Pos terkait