<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Taman Megalodon &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/taman-megalodon/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 02 Jul 2026 14:26:48 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Taman Megalodon &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rehabilitasi RTH Megalodon Surade Dimulai, Warga Harapkan Taman Lebih Nyaman dan Fasilitas Publik Dilengkapi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/rehabilitasi-rth-megalodon-surade-dimulai-warga-harapkan-taman-lebih-nyaman-dan-fasilitas-publik-dilengkapi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/rehabilitasi-rth-megalodon-surade-dimulai-warga-harapkan-taman-lebih-nyaman-dan-fasilitas-publik-dilengkapi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Jul 2026 14:26:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABAR DAERAH]]></category>
		<category><![CDATA[Fasilitas Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Mogalodone Surade]]></category>
		<category><![CDATA[Rehabikitasi RTH]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Megalodon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=67557</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/rehabilitasi-rth-megalodon-surade-dimulai-warga-harapkan-taman-lebih-nyaman-dan-fasilitas-publik-dilengkapi/" title="Rehabilitasi RTH Megalodon Surade Dimulai, Warga Harapkan Taman Lebih Nyaman dan Fasilitas Publik Dilengkapi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) mulai merealisasikan rehabilitasi Ruang Terbuka Hijau (RTH) Taman Megalodon yang berada di kawasan Bundaran Surade, tepat di samping Masjid Besar Al-Jalil, Kecamatan Surade, Kamis (2/7/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pekerjaan rehabilitasi tersebut merupakan tindak lanjut dari usulan masyarakat yang disampaikan melalui Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang). Selama ini, RTH Megalodon menjadi salah satu ruang publik yang banyak dimanfaatkan warga sehingga membutuhkan perbaikan agar kembali nyaman dan representatif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Proyek rehabilitasi dikerjakan oleh CV Cipta Bina Putra berdasarkan Nomor SPK 000.3.2/D9/SPK/Bid.AMS/DPKP/VI/2026 dengan nilai kontrak sebesar Rp195.577.000 yang bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi Tahun Anggaran 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui rehabilitasi ini, RTH Megalodon diharapkan menjadi ruang terbuka hijau yang lebih tertata, aman, dan nyaman sebagai tempat berkumpul, beristirahat, serta mendukung aktivitas sosial masyarakat. Lokasinya yang berada di pusat Kecamatan Surade juga dinilai memiliki nilai strategis sebagai wajah kota sekaligus jalur yang dilalui wisatawan menuju kawasan Geopark Ciletuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tokoh pemuda Surade, Agus Gunawan, mengapresiasi dimulainya pembangunan tersebut. Menurutnya, penataan kembali RTH Megalodon akan mempercantik kawasan pusat Kecamatan Surade.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami menyambut baik rehabilitasi taman ini. Lokasinya sangat strategis karena berada di jantung Kota Surade, berdampingan dengan Masjid Besar Al-Jalil, sekaligus menjadi jalur menuju Geopark Ciletuh. Tentu akan menambah nilai estetika kawasan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Senada dengan itu, warga lainnya, Rina Setiawati, berharap setelah rehabilitasi selesai, taman dapat menjadi ruang publik yang lebih nyaman bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Semoga setelah diperbaiki, taman ini menjadi tempat yang nyaman untuk keluarga, anak-anak, maupun masyarakat yang ingin beristirahat. Kami ingin fasilitasnya juga dirawat secara berkelanjutan,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal serupa disampaikan Dedi Kurniawan, yang berharap pemerintah turut mengaktifkan kembali fasilitas penunjang yang saat ini tidak berfungsi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Selain taman diperbaiki, kami berharap lampu PJU dan jaringan wifi publik bisa dihidupkan kembali. Kalau fasilitasnya lengkap, masyarakat tentu akan lebih nyaman memanfaatkan taman ini, terutama pada malam hari,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Warga berharap rehabilitasi RTH Megalodon tidak hanya memperindah kawasan pusat Surade, tetapi juga mampu meningkatkan kualitas ruang publik yang aman, nyaman, dan bermanfaat bagi seluruh lapisan masyarakat. Dengan fasilitas yang memadai, taman tersebut diharapkan menjadi salah satu ikon kebanggaan Kecamatan Surade sekaligus memberikan kesan positif bagi masyarakat maupun pengunjung yang melintas menuju kawasan wisata Geopark Ciletuh. (adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/rehabilitasi-rth-megalodon-surade-dimulai-warga-harapkan-taman-lebih-nyaman-dan-fasilitas-publik-dilengkapi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ada Wifi Gratis di Taman Megalodon Surade Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/ada-wifi-gratis-di-taman-megalodon-surade-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/ada-wifi-gratis-di-taman-megalodon-surade-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Oct 2024 15:09:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[Surade Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Megalodon]]></category>
		<category><![CDATA[wifi gratis]]></category>
		<category><![CDATA[Wifi Publik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=44793</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/ada-wifi-gratis-di-taman-megalodon-surade-sukabumi/" title="Ada Wifi Gratis di Taman Megalodon Surade Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Pemerintah Kabupaten Sukabumi  memastikan layanan akses internet atau wi-fi gratis bagi masyarakat pada sejumlah taman kota dan ruang publik tetap tersedia.</p>
<p>&#8220;Program wifi publik merupakan salah satu program yang diamanatkan oleh Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah ( RPJMD ), dalam rangka membantu masyarakat untuk dapat mengakses internet secara gratis,&#8221; jelas Kepala Dinas Kominfosan Kabupaten Sukabumi, Mubtadi Latip, kepada lingkar pena.id Senin (7/10/2024).</p>
<p>Lebih lanjut, kata dia, di Kabupaten Sukabumi saat ini terdapat 50 titik ruang publik yang sudah terpasang wifi gratis, sehingga masyarakat dapat mengakses internet secara gratis. Dan kedepannya pemasangan wifi gratis di ruang ruang publik akan terus bertambah, hal ini dalam rangka memperluas cakupan.</p>
<p>&#8220;Dalam rangka mendukung program unggulan sesuai visi dan misi Pemda Kabupaten Sukabumi, kedepannya tempat tempat ruang publik seperti tempat wisata, pusat perbelanjaan dan ruang terbuka Hijau kita berikan fasilitas wifi gratis,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Salah satu ruang publik di Selatan Sukabumi, yakni Taman Megalodon di Kelurahan/Kecamatan Surade kini sudah tersedia fasilitas wifi gratis, dan masyarakat bisa mengaksesnya tanpa password.</p>
<p>&#8220;Mudah mudahan apa yang dilakukan Pemda Kabupaten  Sukabumi melalui program wifi publik dapat membantu masyarakat dalam hal edukasi, ekonomi dan hal positif lainnya,&#8221; harap Latip</p>
<p>Harap dia, mudah mudahan masyarakat dapat mempergunakan internet secara bijak dan positif, sehingga kehadiran wifi publik bisa dijadikan daya tambah dan sumber ilmu pengetahuan.</p>
<p>Diketahui, Taman Megalodon tepatnya di Bunderan Surade menjadi salah satu ruang publik yang diminati banyak kalangan, untuk sekedar rehat maupun dijadikan spot foto.</p>
<p>Meskipun kondisi taman Megalodon kurang perhatian dan terkesan tak terawat, setidaknya kehadiran wifi gratis yang bisa diakses masyarakat sedikit menjadi pelipur kekecewaan.<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_241007_215857_486.sdocx--></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/ada-wifi-gratis-di-taman-megalodon-surade-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ibu dan Anak di Surade Sukabumi Tertimpa Lampu Taman Megalodon</title>
		<link>https://lingkarpena.id/ibu-dan-anak-di-surade-sukabumi-tertimpa-lampu-taman-megalodon/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/ibu-dan-anak-di-surade-sukabumi-tertimpa-lampu-taman-megalodon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Aug 2024 10:16:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu dan Anak]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Hias]]></category>
		<category><![CDATA[Lampu Taman]]></category>
		<category><![CDATA[Surade Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Megalodon]]></category>
		<category><![CDATA[Tertimpa Lampu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=43406</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/ibu-dan-anak-di-surade-sukabumi-tertimpa-lampu-taman-megalodon/" title="Ibu dan Anak di Surade Sukabumi Tertimpa Lampu Taman Megalodon" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><strong>LINGKARPENA.ID</strong></span> | Taman Megalodon terletak di Kelurahan/Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, saat ini kondisinya tak terawat. Beberapa ornamen yang ada, landmark, lampu taman dan replika gigi hiu Megalodon terkelupas.</p>
<p>Terbiarkannya fasilitas yang ada di Taman Megalodon, pada Minggu 25 Agustus 2024, sekira pukul 10.00 WIB terjadi insiden. Seorang ibu dan anaknya yang tengah duduk di taman tertimpa lampu hias yang sudah lama tak berfungsi.</p>
<p>&#8220;Saya lihat sendiri tadi pagi seorang ibu dan anaknya tertimpa lampu hias. Lampu itu sudah lama tidak berfungsi. Mungkin karena korosi lampu itu jatuh menimpa kepala korban,&#8221; ujar Iman Budoy, SH., tokoh pemuda Pajampangan.</p>
<p>Lebih lanjut kata dia, kondisi taman Megalodon sudah lama tak terurus. Beberapa ornamen rusak. Padahal itu merupakan ikon Kota Surade, dan letaknya pun dijantung kota kecamatan.</p>
<figure id="attachment_43408" aria-describedby="caption-attachment-43408" style="width: 836px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-43408" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-26-at-17.03.22-200x112.jpeg" alt="" width="836" height="468" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-26-at-17.03.22-200x112.jpeg?v=1724667291 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/08/WhatsApp-Image-2024-08-26-at-17.03.22-640x358.jpeg?v=1724667291 640w" sizes="(max-width: 836px) 100vw, 836px" /><figcaption id="caption-attachment-43408" class="wp-caption-text">FOTO: Taman Megalodon yang berada di Kecamatan Surade Sukabumi.| ist</figcaption></figure>
<p>Iman Budiansyah menyayangkan kejadian tersebut. Menurutnya, jika Taman Megalodon dirawat mungkin hal itu tidak akan terjadi. Dan kalau pun ada rumor taman Megalodon akan dialih fungsikan menjadi taman mesjid Al Jalil, harus juga dilimpahkan pengelolaannya.</p>
<p>&#8220;Kami warga Surade menyayangkan kondisi itu. Di taman Megalodon beberapa sarana penunjang yang ada, landmark, lampu taman, papan informasi dan ornamen gigi Hiu Megalodon banyak yang lepas,&#8221; ujar Budoy.</p>
<p>Agus Kiang, tokoh pemuda Surade menyayangkan juga kondisi Taman Megalodon yang tidak terawat. Sampah yang berserakan disana membuat tak sedap dipandang.</p>
<p>&#8220;Sungguh di sayangkan kondisi taman Megalodon saat ini. Padahal setiap hari selalu ada orang luar daerah yang Selfi di replika gigi hiu Megalodon,&#8221; ujar Agus Kiang.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/ibu-dan-anak-di-surade-sukabumi-tertimpa-lampu-taman-megalodon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Balap Lari Remaja di Surade Sukabumi yang Kontroversi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/balap-lari-remaja-di-surade-sukabumi-yang-kontroversi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/balap-lari-remaja-di-surade-sukabumi-yang-kontroversi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 29 Mar 2024 21:25:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[RAGAM]]></category>
		<category><![CDATA[Balap Lari]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Raya]]></category>
		<category><![CDATA[Konrtoversi]]></category>
		<category><![CDATA[Surade Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Megalodon]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=39222</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/balap-lari-remaja-di-surade-sukabumi-yang-kontroversi/" title="Balap Lari Remaja di Surade Sukabumi yang Kontroversi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sejumlah remaja di Surade Kabupaten Sukabumi mempunyai cara unik dalam mengisi momentum bulan Ramadhan 1445 Hijriah / 2024 Masehi ini.</p>
<p>Para remaja tersebut melakukan balap lari dijalanan yang sepi dari lalu lalang kendaraan sambil menunggu waktu sahur tiba. Namun beberapa hari lalu kegiatan itu menjadi bahasan diberbagai kalangan.</p>
<p>Aksi balap lari itu sendiri berlangsung di ruas Jalan Raya Surade, Kelurahan/Kecamatan Surade, tepatnya disekitar Taman Megalodon. Karena hal baru tak pelak menuai beragam pendapat di masyarakat.</p>
<p>Seperti di unggah akun Facebook @Fitri Hendra, terlihat dua orang remaja tengah melakukan lomba balap lari dan disaksikan teman temannya. Terpantau yang hadir disana memberi semangat kepada peserta lain.</p>
<p>Unggahan akun Facebook tersebut dalam satu hari sudah ditonton 348 kali, dengan beragam komentar. Seperti warga net dengan akun @Pahrudin Pahrudin memberi stiker emoticon <em>&#8220;Kren</em>&#8221; dalam komentarnya.</p>
<p>Sementara Akun @Uma Maryam;<em> lomba lari ya KA</em> ?.</p>
<p>Celoteh akun @Asdulay Asdulah berkomentar; <em>mantap daripada balap motor liar..</em> lanjut akun</p>
<p>@Muya Saro malah berkomentar ; <em>Ya Allah malam malam ada aja balap lari.</em></p>
<p>Di sela itu, seorang tokoh Pajampangan yang akrab disapa &#8220;Babah&#8221; punya pandangan lain terkait kegiatan balap lari tersebut. Menurutnya, mungkin kegiatan tersebut lebih positif jika dibandingkan dengan balap motor liar, selain meresahkan juga bisa merugikan dirinya jika terjadi kecelakaan.</p>
<p>&#8220;Siapa tahu dari kegiatan itu bisa melahirkan bibit bibit baru untuk cabang olah raga atletik kedepannya,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>Sementara Polsek Surade Polres Sukabumi yang dihubungi Lingkar pena, Jumat ( 29/3/2024 ) menuturkan, kegiatan balap lari itu diakuinya sebagai permasalahan bersama.</p>
<p>Pihaknya menghimbau kepada semua masyarakat Surade untuk turut serta memelihara ketertiban dan menertibkan kegiatan balap lari. Karena hal itu akan mengganggu pengguna jalan serta tentunya untuk menghindari terjadinya kecelakaan lalu lintas.</p>
<p>&#8220;Ini sering dibubarkan oleh anggota piket,&#8221; singkat Kanit Reskrim Aipda Agus Nugroho.</p>
<p>Sementara, Tokoh pemuda Surade dan sebagai praktisi hukum, Iman Budiansyah berpendapat bahwa kegiatan balap lari tersebut sangat rentan terjadinya kecelakaan.</p>
<p>Lebih lanjut katanya, tidak bisa dibayangkan jika ada kendaraan yang melaju kencang, sementara di jalanan sedang ada kegiatan balap lari.</p>
<p>&#8220;Intinya kegiatan tersebut bagus dan bermanfaat jika dilakukan pada tempat yang semestinya, misalnya dilapangan, tidak di jalan raya terbuka,&#8221; tandasnya.</p>
<p>Diketahui, perbuatan balap lari liar yang menggunakan jalan dan mengakibatkan terganggunya fungsi jalan bisa dikenakan Pasal 12 UU 38/2004, yang bunyinya sebagai berikut, setiap orang dilarang melakukan perbuatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan, ruang milik jalan, dan di dalam ruang pengawasan jalan.</p>
<p>Hal itu diatur dalam pasal 11 ayat ( 4 ), ( 6 ) dan ( 7 ), Undang Undang Nomor 2 tahun 2022 tentang perubahan Kedua Atas Undang Undang Nomor 38 Tahun 2004 Tentang Jalan ( UU 2/2022 ).</p>
<p>Setiap orang yang melakukan kegiatan yang mengakibatkan terganggunya fungsi jalan di dalam ruang manfaat jalan dipidana paling lama 18 bulan atau denda paling banyak Rp 1,5 miliar ( Pasal 63 ayat ( 1 ) UU No. 38 Tahun 2004.</p>
<p>Mengganggu milik jalan dipidana paling lama 9 bulan atau denda Rp 500 juta ( Pasal 63 ayat ( 2 ) UU 38/2004 ).</p>
<p>Mengganggu pengawasan jalan dipidana paling lama 3 bulan atau denda paling banyak Rp 200 juta ( Pasal 63 ayat ( 3 ) UU No. 38/2004 ).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/balap-lari-remaja-di-surade-sukabumi-yang-kontroversi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
