Pekerjaan Rabat Beton Jalan Ciseke-Cirangkong, menggunakan Sumber Dana APBDes tahun 2021 dengan anggaran 55 Juta. [Foto: Ist]

Kades Klaim Representasi Pembangunan Infrastruktur Tahun 2021 Capai 85 Persen, Ini Kata Warga Masyarakat

KABUPATEN SUKABUMI
Spread the love

Lingkarpena.id, SUKABUMI – Pemerintah Desa (Pemdes) Cikaret Kecamatan Kebonpedes mengklaim pembangunan infrastruktur pada tahun 2021 sudah mencapai 85 persen. Hal itu diungkapkan Kades Cikaret Usep Saeful Rohmat, Rabu (15/09/2021) di hadapan wartawan.

Menurut Usep, penyerapan anggaran Dana Desa (DD) tahun 2021 pada tahap II, direalisasikan untuk pembangunan rabat beton Jalan Ciseke-Cirangkong. Disebutkan Kades, pembangunan infrastruktur ruas jalan Ciseke-Cirangkong Desa Cikaret, menelan biaya anggaran 55 Juta rupiah yang bersumber dari anggara DD tahun 2021.

Disebutkan Usep, bahwa pada tahap pembangunan infrastruktur di Desa Cikaret sendiri sudah mencapai 85 persen pada tahun ini. Desa Cikaret memiliki dua Jalan Desa, diantaranya Jalan Desa Cijengkol dan saat ini lagi dikerjakan merupakan Jalan Desa Ciseke-Cirangkong.

Baca juga:
Pembangunan Insfrastruktur Rabat Beton Desa Cikaret Tak Libatkan Warga

“Untuk pekerjaan rabat beton ini dengan volume panjang 142 meter, lebar 2,5 meter, serta memiliki ketebalan 12 centimeter. Jalan Desa Cijengkol sudah rampung pada tahun 2020 kemarin,” jelas Usep kepada awak media.

Kendati demikian, anggaran dana desa (ADD) dan (DD) Dana Desa banyak mengalami perubahan pada tahun 2020 dan 2021. Pengalihan anggaran terdapat beberapa sumber setelah terjadi, pandemi, Covid-19 mewabah sehingga desa banyak mengalami pengalihan anggaran.

“Banyaknya perubahan pada penganggaran dana desa membuat beberapa titik program harus di refocusing. Pemerintah desa harus memprioritaskan soal penanganan pandemi dan itu banyak dilakukan perubahan pada anggaran desa ini,” terang Usep.

Baca juga:
PT JAC Bantah, Kurangi Spek Pada Pekerjaan Slum Area Perkotaan di Citamiang

Sementara itu, warga masyarakat Kampung Baru Cirangkong sangat mengapresiasi atas pencapaian pembangunan infrastruktur desa Cikaret. Namun, dalam hal ini, mestinya Pemerintah desa juga harus memprioritaskan warga setempat dalam pelaksanaan pembangunan tersebut.

Hal itu, diungkapkan warga Cirangkong Diki, yang didampingi Faizal, Madrais, Fahmi, dan Asep otong. Mereka merasa di anak tirikan oleh Kepala Desa soal pembangunan infrastruktur di wilayahnya. Semestinya panitia pembangunan melalui kebijakan Kepala Desa menoleh mereka yang saat ini posisinya tidak sedang ada pekerjaan.

“Soal representasi pembangunan di wilayah desa Cikaret sudah mencapai persentase sesuai yang dikatakan kepala desa kami akan mengkajinya. Ya, termasuk pekerjaan rabat beton ini, apakah mumpuni atau tidak spek dan material yang digunakan sudah sesuai apa belum, kami akan melakukan pengujian terlebih dahulu,” terang Diki.

 

Redaksi: lingkarpena.id
Redaktur: Akoy Khoerudin

Tinggalkan Balasan