<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>WISATA &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/category/wisata/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 17 Sep 2026 12:44:45 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.1</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>WISATA &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Potensi Wisata Desa Kabandungan Digali, Ikan Dewa Jadi Daya Tarik Unggulan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/potensi-wisata-desa-kabandungan-digali-ikan-dewa-jadi-daya-tarik-unggulan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/potensi-wisata-desa-kabandungan-digali-ikan-dewa-jadi-daya-tarik-unggulan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 17 Sep 2026 12:43:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Ikan Dewa]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Kabandungan]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata alam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=70614</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/potensi-wisata-desa-kabandungan-digali-ikan-dewa-jadi-daya-tarik-unggulan/" title="Potensi Wisata Desa Kabandungan Digali, Ikan Dewa Jadi Daya Tarik Unggulan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi melakukan koordinasi, identifikasi potensi, serta verifikasi awal terhadap usulan penetapan Desa Kabandungan, Kecamatan Kabandungan, sebagai desa wisata, Kamis (17/9/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kunjungan tersebut dilakukan sebagai bagian dari upaya menggali berbagai potensi yang dimiliki Desa Kabandungan, sekaligus melihat kesiapan pemerintah desa dan masyarakat dalam mengembangkan pariwisata berbasis desa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan Desa Kabandungan memiliki beragam potensi yang layak dikembangkan menjadi daya tarik wisata. Salah satu hal yang menarik perhatian adalah keberadaan ikan Tor Soro atau yang dikenal masyarakat sebagai ikan dewa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Potensinya luar biasa. Yang membuat kami tertarik ada ikan langka, yaitu ikan Soro atau dikenal dengan ikan dewa. Ternyata Kabandungan bisa menjadi ekosistem tumbuhnya ikan dewa yang kemudian bisa menjadi cerita dan daya tarik orang untuk datang ke desa Kabandungan,” ujar Ali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, pengembangan desa wisata tidak hanya berorientasi pada menghadirkan destinasi, tetapi juga harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ali menilai semangat pemerintah desa, perangkat desa, masyarakat, serta dukungan Kecamatan Kabandungan menjadi modal penting untuk mengembangkan potensi yang ada secara berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Tidak ada kata lain bagi Dinas Pariwisata untuk terus mengkurasi sekaligus mendampingi agar Desa Kabandungan bisa menjadi desa wisata. Mereka punya impian agar lemburna bisa tertata, kampungna bisa dibina, sehingga menghadirkan kebahagiaan dan kesejahteraan untuk keluarga dan masyarakat,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Kabandungan, Bedi, menyampaikan apresiasi atas kehadiran Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi yang datang langsung untuk melihat dan mengidentifikasi potensi wisata di wilayahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menyebut Desa Kabandungan memiliki kondisi alam yang menjadi salah satu kekuatan utama dalam pengembangan pariwisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Khususnya Desa Kabandungan merupakan zona oksigen yang akan diburu oleh masyarakat lokal ataupun masyarakat dunia,” kata Bedi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berbagai potensi yang tengah dikembangkan di antaranya agro wisata, wisata alam, river tubing, hingga budidaya ikan Tor Soro yang dikenal sebagai ikan dewa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain itu, Desa Kabandungan juga memiliki sejumlah potensi alam seperti Curug Sentral, Curug Tiga serta kawasan hijau yang berada dalam bentangan kawasan Gunung Salak dan lanskap Taman Nasional Gunung Halimun Salak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Alhamdulillah kita bisa mengembangkan ikan Tor Soro yang sangat langka, khususnya di Jawa Barat. Kemudian juga ada potensi alam anugerah dari Allah SWT seperti Curug Sentral, Curug Tiga dan kawasan hijau yang ada di bentangan Gunung Salak,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bedi berharap pengembangan berbagai potensi tersebut dapat menjadi bagian dari upaya mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat sekaligus memperkuat perekonomian desa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Mudah-mudahan ini bisa menjadi solusi terbaik untuk memajukan ekonomi masyarakat, desa, dan Kecamatan Kabandungan,” tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dispar Kabupaten Sukabumi selanjutnya akan terus melakukan pendampingan dan kurasi terhadap potensi yang ada. Pengembangan tersebut diarahkan agar potensi alam, budaya, kearifan lokal dan ekonomi masyarakat dapat dikelola secara berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ali pun mengajak masyarakat untuk mengenal langsung potensi yang dimiliki Kabandungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Mau tahu bagaimana serunya lokasi desa wisata? Mari datang ke Desa Kabandungan,” pungkasnya. (adv).</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/potensi-wisata-desa-kabandungan-digali-ikan-dewa-jadi-daya-tarik-unggulan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Wisatawan Meningkat, DLH Sukabumi Perkuat Pelayanan Kebersihan Destinasi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/kunjungan-wisatawan-meningkat-dlh-sukabumi-perkuat-pelayanan-kebersihan-destinasi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/kunjungan-wisatawan-meningkat-dlh-sukabumi-perkuat-pelayanan-kebersihan-destinasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 04 Sep 2026 12:07:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=70071</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/kunjungan-wisatawan-meningkat-dlh-sukabumi-perkuat-pelayanan-kebersihan-destinasi/" title="Kunjungan Wisatawan Meningkat, DLH Sukabumi Perkuat Pelayanan Kebersihan Destinasi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Meningkatnya aktivitas wisatawan di berbagai destinasi Kabupaten Sukabumi berbanding lurus dengan bertambahnya potensi timbulan sampah. Kondisi tersebut mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi memperkuat pelayanan kebersihan, terutama di kawasan yang menjadi tujuan wisata dengan tingkat kunjungan tinggi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu upaya yang dilakukan yakni menambah intensitas pengangkutan sampah. Di kawasan tertentu, termasuk Palabuhanratu, pengangkutan dapat dilakukan hingga tiga kali dalam sehari guna mengantisipasi penumpukan sampah akibat tingginya aktivitas wisatawan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kawasan wisata tetap bersih dan nyaman, sekaligus mempertahankan kualitas lingkungan di tengah perkembangan sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, persoalan sampah dinilai tidak cukup ditangani melalui penambahan armada maupun frekuensi pengangkutan. DLH juga mendorong pengelola destinasi dan desa wisata untuk mulai memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pengelola kawasan wisata diharapkan mampu mendorong pemilahan sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menyediakan sistem pengelolaan yang dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Plt. Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Endang Hermawan, S.Sos., M.Si., mengatakan peningkatan pelayanan kebersihan harus berjalan beriringan dengan perubahan perilaku seluruh pihak yang berada di kawasan wisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pelayanan kebersihan terus kami tingkatkan, terutama di lokasi dengan kunjungan yang tinggi. Tetapi ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat, pengelola wisata, pelaku usaha dan wisatawan juga sangat menentukan,” kata Endang, Rabu (2/9/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, menjaga kebersihan destinasi merupakan bagian penting dalam mempertahankan daya tarik wisata. Keindahan alam yang menjadi modal utama pariwisata Sukabumi, kata dia, harus dibarengi dengan lingkungan yang bersih dan terawat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Jangan sampai kawasan wisata yang memiliki pemandangan indah justru terganggu oleh sampah. Karena itu, semua pihak harus ikut menjaga,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain mengoptimalkan pelayanan pengangkutan, DLH juga memperkuat kegiatan kebersihan melalui gotong royong atau korve di sejumlah kawasan prioritas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat, komunitas, pengelola destinasi hingga lintas instansi. Kolaborasi dinilai penting karena persoalan lingkungan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peran pelaku usaha, khususnya UMKM yang berjualan di kawasan wisata, turut menjadi perhatian. Para pelaku usaha didorong mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai serta bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dari aktivitas usahanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Endang menegaskan, pertumbuhan pariwisata harus dibarengi dengan kesadaran menjaga lingkungan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Semakin ramai wisatawan, tentu semakin besar pula tantangan pengelolaan sampah. Karena itu, kita ingin membangun kesadaran bahwa kebersihan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia berharap upaya tersebut dapat membentuk kebiasaan baru di tengah masyarakat dan wisatawan, sehingga pengurangan sampah tidak hanya dilakukan setelah sampah menumpuk, tetapi dimulai sejak dari sumbernya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Wisata bersih, wisata nyaman. Kalau lingkungan terjaga, wisatawan juga akan merasa lebih nyaman dan betah berkunjung,” pungkas Endang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan meningkatnya kolaborasi antara pemerintah, pengelola destinasi, masyarakat, pelaku UMKM, komunitas dan wisatawan, Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu mengembangkan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga menjadikan kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dari daya tarik wisatanya.(adv)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/kunjungan-wisatawan-meningkat-dlh-sukabumi-perkuat-pelayanan-kebersihan-destinasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Libur Akhir Pekan, Ujunggenteng Dipadati Wisatawan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/libur-akhir-pekan-ujunggenteng-dipadati-wisatawan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/libur-akhir-pekan-ujunggenteng-dipadati-wisatawan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 16 Aug 2026 12:36:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Dipadati Wisatawan]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Akhir Pekan]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Ujunggenteng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=69260</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/libur-akhir-pekan-ujunggenteng-dipadati-wisatawan/" title="Libur Akhir Pekan, Ujunggenteng Dipadati Wisatawan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kawasan wisata Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, kembali ramai dikunjungi wisatawan pada Minggu (16/8/2026). Peningkatan kunjungan terlihat dibandingkan hari-hari biasa, terutama di sejumlah destinasi wisata yang berada di kawasan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pantauan lingkarpena.id di lapangan, puluhan kendaraan wisatawan terlihat terparkir di sejumlah hotel dan homestay. Kendaraan tersebut didominasi kendaraan bernomor polisi (nopol) B yang berasal dari wilayah Jabodetabek dan sekitarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu lokasi yang menjadi tujuan favorit wisatawan adalah Pantai Cibuaya, Desa Pangumbahan. Pantai yang masih berada dalam kawasan wisata Ujunggenteng itu tampak dipadati pengunjung sejak siang hari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ramainya wisatawan menjadi berkah tersendiri bagi para pemilik homestay, pengelola wisata maupun pedagang yang berjualan di sekitar pantai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ridwan (57), wisatawan asal Bandung, mengaku baru pertama kali berkunjung ke kawasan Ujunggenteng. Setelah berkeliling menikmati sejumlah lokasi wisata, dirinya memilih Pantai Cibuaya sebagai tempat untuk bersantai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ini pertama kali saya ke Ujunggenteng. Ternyata tempatnya bagus dan banyak pilihan wisata. Setelah keliling, saya memilih Cibuaya untuk menikmati suasana pantai,” ujar Ridwan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal senada disampaikan Yunita (27), mahasiswa asal Bogor. Ia sengaja datang ke kawasan selatan Sukabumi untuk menikmati sejumlah objek wisata yang ada di Ujunggenteng.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, Ujunggenteng memiliki daya tarik yang cukup lengkap, mulai dari wisata bahari hingga edukasi mengenai satwa penyu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Saya memang sengaja datang ke Ujunggenteng. Menurut saya tempat wisatanya lengkap. Bisa menikmati pantai dan pemandangan laut, sekaligus bisa berkunjung ke penangkaran penyu di Pangumbahan,” kata Yunita.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Umar (47), salah seorang pedagang di sekitar Pantai Cibuaya, mengaku meningkatnya jumlah wisatawan berdampak langsung terhadap pendapatannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Alhamdulillah hari ini ramai. Dagangan lebih banyak yang laku dibandingkan hari biasa. Mudah-mudahan kondisi seperti ini terus, karena sangat membantu pedagang kecil seperti kami,” ungkap Umar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ramainya wisatawan juga membuat arus kendaraan di sejumlah titik mengalami kepadatan. Kondisi tersebut bertepatan dengan adanya pekerjaan proyek peningkatan jalan pada ruas Surade–Ujunggenteng.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Antrean kendaraan sempat terjadi di beberapa titik. Namun, berkat kesigapan para pekerja proyek dalam mengatur arus kendaraan, kepadatan dapat diatasi sehingga lalu lintas kembali bergerak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meningkatnya kunjungan wisatawan pada momentum akhir pekan sekaligus menunjukkan besarnya daya tarik Ujunggenteng sebagai salah satu kawasan wisata unggulan di wilayah selatan Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan beragam destinasi yang ditawarkan, mulai dari wisata pantai hingga edukasi konservasi penyu, Ujunggenteng dinilai memiliki peluang besar untuk terus dikembangkan sebagai tujuan wisata favorit wisatawan domestik maupun dari luar daerah.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/libur-akhir-pekan-ujunggenteng-dipadati-wisatawan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pantai Cimaja Didorong Jadi Destinasi Surfing Kelas Dunia</title>
		<link>https://lingkarpena.id/pantai-cimaja-didorong-jadi-destinasi-surfing-kelas-dunia/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/pantai-cimaja-didorong-jadi-destinasi-surfing-kelas-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2026 07:51:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Surfing]]></category>
		<category><![CDATA[Kelas Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Cimaja Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=69248</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/pantai-cimaja-didorong-jadi-destinasi-surfing-kelas-dunia/" title="Pantai Cimaja Didorong Jadi Destinasi Surfing Kelas Dunia" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Pantai Cimaja, Kabupaten Sukabumi, kembali menjadi magnet bagi para peselancar dari berbagai penjuru dunia. Ajang Cimaja Boardriders Open Pro Surf Competition 2026 resmi digelar selama tiga hari, 15–17 Agustus 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kompetisi tahunan tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Kabupaten Sukabumi (HJKS) ke-156. Pembukaan kegiatan berlangsung di Pantai Cimaja, Sabtu (15/8/2026), dan dihadiri Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua Panitia Cimaja Boardriders Open Pro Surf Competition 2026, Imanuel Hakim, mengatakan kompetisi tahun ini mendapat antusiasme tinggi. Peserta tidak hanya berasal dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga dari sejumlah negara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Peserta yang hadir berasal dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara. Ini menunjukkan bahwa Cimaja memiliki daya tarik yang kuat di kalangan peselancar,” ujar Imanuel.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejumlah peselancar dari Jepang, Australia, Amerika Serikat, Jerman, Austria, Meksiko, Spanyol, Inggris, Taiwan, Uruguay, Prancis hingga Selandia Baru turut ambil bagian dalam kompetisi tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Para atlet akan bertanding dalam lima divisi, yakni Open Pro, Master Expatriate, Longboard, U-16, dan Women.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Wakil Bupati Sukabumi H. Andreas mengatakan kehadiran peselancar internasional menjadi momentum penting untuk semakin memperkenalkan Cimaja dan Kabupaten Sukabumi sebagai tujuan wisata olahraga bertaraf dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pantai Cimaja ini memiliki potensi untuk menjadi destinasi wisata kelas dunia. Mudah-mudahan sektor pariwisata di Kabupaten Sukabumi terus maju dan berkembang,” kata Andreas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, karakter ombak Pantai Cimaja menjadi salah satu keunggulan yang dapat dikembangkan sebagai daya tarik wisata olahraga. Kondisi tersebut tidak dimiliki oleh seluruh kawasan pantai sehingga menjadi modal penting dalam menarik wisatawan maupun atlet selancar dari berbagai negara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Karakter ombak di Cimaja ini menjadi salah satu kekuatan. Tidak semua pantai memiliki kondisi seperti ini, sehingga harus kita manfaatkan dan kembangkan dengan baik,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Andreas juga berharap kedatangan atlet mancanegara tidak berhenti pada keikutsertaan dalam kompetisi. Para peserta diharapkan turut membantu mengenalkan destinasi wisata Sukabumi kepada komunitas dan jaringan mereka di negara masing-masing.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Harapannya ini bisa menjadi semacam tour of duty ataupun membuka peluang sponsorship, sehingga mereka bisa datang kembali dan mengajak teman-temannya dari luar negeri,” tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menilai keberadaan kompetisi surfing internasional juga dapat memberikan dampak positif terhadap sektor ekonomi masyarakat sekitar, mulai dari pelaku UMKM, jasa penginapan, kuliner hingga sektor pariwisata lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pembukaan kompetisi ditandai dengan pemukulan bas drum oleh Wakil Bupati Sukabumi. Dalam kesempatan tersebut, Andreas juga turut mengalungkan medali kepada peserta fun run yang menjadi bagian dari rangkaian kegiatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan digelarnya kompetisi berskala internasional tersebut, Pantai Cimaja diharapkan semakin dikenal sebagai salah satu destinasi unggulan wisata olahraga, sekaligus memperkuat posisi Kabupaten Sukabumi di mata wisatawan domestik maupun mancanegara.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/pantai-cimaja-didorong-jadi-destinasi-surfing-kelas-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Perkuat Standar Keselamatan, Dispar Sukabumi Dorong SDM Pariwisata Semakin Profesional</title>
		<link>https://lingkarpena.id/perkuat-standar-keselamatan-dispar-sukabumi-dorong-sdm-pariwisata-semakin-profesional/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/perkuat-standar-keselamatan-dispar-sukabumi-dorong-sdm-pariwisata-semakin-profesional/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 06 Aug 2026 02:44:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68855</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/perkuat-standar-keselamatan-dispar-sukabumi-dorong-sdm-pariwisata-semakin-profesional/" title="Perkuat Standar Keselamatan, Dispar Sukabumi Dorong SDM Pariwisata Semakin Profesional" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Keselamatan wisatawan menjadi salah satu faktor utama dalam meningkatkan daya saing destinasi wisata. Atas dasar itu, Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi mendukung penuh penyelenggaraan Pelatihan Peningkatan Keselamatan Destinasi Wisata yang digelar Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat di Mercure Cibadak Sukabumi Resort, Kecamatan Nagrak, pada 4–6 Agustus 2026.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, M.H., hadir sekaligus membuka kegiatan melalui sambutan yang menekankan pentingnya budaya keselamatan di seluruh destinasi wisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Ali Iskandar, pesona alam Kabupaten Sukabumi yang menjadi daya tarik wisata harus diimbangi dengan kesiapan sumber daya manusia dalam memberikan pelayanan yang aman, cepat, dan profesional ketika menghadapi berbagai situasi di lapangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Destinasi wisata yang berkualitas bukan hanya menawarkan panorama yang indah, tetapi juga mampu memberikan rasa aman kepada setiap wisatawan. Karena itu, peningkatan kompetensi SDM menjadi kebutuhan yang tidak bisa ditawar,&#8221; kata Ali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menilai, pelatihan tersebut menjadi langkah strategis dalam membangun kepercayaan wisatawan sekaligus memperkuat citra Kabupaten Sukabumi sebagai daerah tujuan wisata unggulan di Jawa Barat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami berharap seluruh peserta mampu menerapkan ilmu yang diperoleh di destinasi masing-masing. Ketika pelaku wisata memahami prosedur keselamatan dan penanganan keadaan darurat, maka kualitas pelayanan akan meningkat dan kepercayaan wisatawan pun ikut tumbuh,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelatihan yang berlangsung selama tiga hari itu diikuti para pelaku pariwisata dengan materi yang cukup komprehensif. Peserta dibekali pengetahuan mengenai identifikasi potensi bahaya, mitigasi bencana, pemanfaatan informasi cuaca, keselamatan wisata tirta, teknik penyelamatan, pertolongan pertama (First Aid), Cardiopulmonary Resuscitation (CPR), hingga simulasi evakuasi wisatawan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Materi disampaikan oleh narasumber dari BMKG dan BALAWISTA Indonesia yang memiliki kompetensi di bidang keselamatan dan penanganan kedaruratan di kawasan wisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan diawali dengan laporan panitia, sambutan Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa Barat yang mewakili Kepala Dinas, dilanjutkan sambutan Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, pemasangan tanda peserta secara simbolis, dan diakhiri foto bersama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui kegiatan ini, Pemerintah Kabupaten Sukabumi berharap tercipta sumber daya manusia pariwisata yang semakin profesional, sigap, dan memiliki standar pelayanan keselamatan yang baik. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mewujudkan destinasi wisata yang aman, nyaman, serta berkelanjutan bagi seluruh wisatawan. (adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/perkuat-standar-keselamatan-dispar-sukabumi-dorong-sdm-pariwisata-semakin-profesional/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Batu Panganten, Surga Kemping di Selatan Sukabumi yang Bikin Pengunjung Ketagihan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/batu-panganten-surga-kemping-di-selatan-sukabumi-yang-bikin-pengunjung-ketagihan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/batu-panganten-surga-kemping-di-selatan-sukabumi-yang-bikin-pengunjung-ketagihan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 11:15:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68711</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/batu-panganten-surga-kemping-di-selatan-sukabumi-yang-bikin-pengunjung-ketagihan/" title="Batu Panganten, Surga Kemping di Selatan Sukabumi yang Bikin Pengunjung Ketagihan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Di balik pesona pantai selatan Kabupaten Sukabumi, terdapat sebuah lokasi wisata alam yang mulai banyak diburu para pencinta kegiatan berkemah. Namanya Batu Panganten, sebuah kawasan wisata yang berada di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, tak jauh dari kawasan Pantai Ujunggenteng.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hamparan rerumputan yang berada tepat di bibir tebing pantai menjadi daya tarik utama tempat ini. Dari atas tebing, pengunjung disuguhi panorama luas Samudra Hindia dengan deburan ombak yang tak pernah berhenti menghantam karang. Saat matahari terbit maupun menjelang senja, langit Batu Panganten menghadirkan pemandangan yang memanjakan mata dan menjadi momen favorit wisatawan untuk mengabadikan gambar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suasana malam pun memiliki pesona tersendiri. Hembusan angin laut, suara ombak yang bersahutan, serta langit yang dipenuhi bintang menciptakan suasana tenang yang sulit ditemukan di perkotaan. Tak heran jika lokasi ini menjadi pilihan wisatawan yang ingin melepas penat dari rutinitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk mencapai Batu Panganten, wisatawan tidak perlu bersusah payah. Lokasinya berada sekitar lima kilometer sebelum Pantai Ujunggenteng. Akses jalannya relatif mudah dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Area perkemahan berada di tengah kebun kelapa yang teduh, berpadu dengan pemandangan laut lepas yang memukau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi pengunjung yang tidak membawa perlengkapan berkemah, tak perlu khawatir. Di lokasi tersedia penyewaan tenda dengan tarif yang sangat terjangkau, yakni Rp30 ribu per malam. Harga tersebut sudah termasuk lampu penerangan serta fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah seorang penyedia jasa penyewaan tenda, Uwey, mengatakan minat wisatawan untuk berkemah di Batu Panganten terus meningkat, bahkan di luar musim liburan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, setiap minggu selalu ada yang datang. Di luar musim liburan saja bisa puluhan pengunjung yang menginap. Kebanyakan dari Sukabumi, Bandung, Bogor sampai Jakarta. Mereka bilang suasananya tenang dan pemandangannya beda dari tempat lain,&#8221; ujar Uwey, Sabtu (1/8/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, banyak pengunjung sengaja datang untuk menikmati matahari terbit, memancing, hingga sekadar bersantai ditemani suara ombak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami berusaha memberikan pelayanan yang nyaman. Tenda selalu disiapkan, lampu tersedia, MCK juga bisa dipakai gratis. Yang ingin makan juga bisa pesan nasi liwet lengkap dengan ikan bakar,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah seorang wisatawan asal Bandung, Rizky Pratama, mengaku baru pertama kali berkemah di Batu Panganten. Ia mengaku terkesan dengan panorama alam yang masih alami.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saya sering camping di pegunungan, tapi baru kali ini camping di atas tebing pantai seperti ini. Pemandangannya luar biasa, malamnya suara ombak bikin tidur lebih nyenyak. Harganya juga murah,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal senada disampaikan Dian Lestari, wisatawan asal Bogor, yang datang bersama keluarganya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Tempatnya bersih, udaranya segar, dan anak-anak senang sekali bermain di sekitar area camping. Kami juga tidak repot karena bisa sewa tenda dan pesan makanan. Rasanya ingin kembali lagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Andi Saputra, pengunjung asal Cianjur, menyebut Batu Panganten sebagai salah satu lokasi camping terbaik yang pernah dikunjunginya di pesisir selatan Jawa Barat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sunrise dan sunset di sini benar-benar indah. Ditambah suara ombak yang terus terdengar membuat suasananya sangat menenangkan. Tempat ini layak menjadi destinasi favorit bagi pecinta alam,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain menawarkan pengalaman berkemah dengan biaya yang ramah di kantong, Batu Panganten juga menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam tanpa hiruk-pikuk keramaian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perpaduan panorama laut biru, deretan pohon kelapa yang melambai tertiup angin, tebing-tebing karang yang eksotis, serta keramahan warga sekitar menjadikan Batu Panganten sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berlibur ke kawasan selatan Kabupaten Sukabumi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/batu-panganten-surga-kemping-di-selatan-sukabumi-yang-bikin-pengunjung-ketagihan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cidolog Siapkan Desa Wisata Tegallega, Andalkan Curug Caweni dan Pemberdayaan Warga</title>
		<link>https://lingkarpena.id/cidolog-siapkan-desa-wisata-tegallega-andalkan-curug-caweni-dan-pemberdayaan-warga/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/cidolog-siapkan-desa-wisata-tegallega-andalkan-curug-caweni-dan-pemberdayaan-warga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Jul 2026 16:38:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Curug Caweni]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wisata Tegalega]]></category>
		<category><![CDATA[kecamatan Cidolog]]></category>
		<category><![CDATA[Potensi Lokal]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68382</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/cidolog-siapkan-desa-wisata-tegallega-andalkan-curug-caweni-dan-pemberdayaan-warga/" title="Cidolog Siapkan Desa Wisata Tegallega, Andalkan Curug Caweni dan Pemberdayaan Warga" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Pemerintah Desa Tegallega bersama Pemerintah Kecamatan Cidolog mulai mematangkan langkah pengembangan Desa Wisata Tegallega sebagai salah satu destinasi berbasis potensi lokal di Kabupaten Sukabumi. Program tersebut tidak hanya diarahkan untuk mengangkat daya tarik wisata alam, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat melalui penguatan UMKM dan penyediaan homestay.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Desa Tegallega, Edi Mulyad, menyatakan pihaknya memberikan dukungan penuh terhadap rencana pengembangan desa wisata. Menurutnya, keberadaan desa wisata diharapkan mampu membuka peluang usaha baru sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Desa Wisata Tegallega kami harapkan menjadi ruang bagi masyarakat untuk berkembang. Potensi alam yang dimiliki harus mampu memberikan manfaat ekonomi bagi warga melalui pengelolaan yang baik dan berkelanjutan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Komitmen serupa disampaikan Camat Ci Dolog, Ikhsan Muchlis Sani, S.STP., M.Ec.Dev. Ia menegaskan bahwa pengembangan desa wisata menjadi bagian dari upaya mendukung program pembangunan daerah, khususnya di sektor pariwisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memiliki efek berganda terhadap perekonomian masyarakat. Karena itu kami mulai merancang langkah-langkah strategis agar Desa Tegallega memiliki karakter dan daya tarik yang berbeda dibanding destinasi lainnya,&#8221; kata Ikhsan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, konsep yang sedang disusun akan mengintegrasikan keindahan Curug Caweni sebagai destinasi utama dengan aktivitas edukasi, budaya, serta pengalaman tinggal di rumah-rumah warga yang disiapkan sebagai homestay.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami berharap nantinya Desa Wisata Tegallega tidak hanya menarik wisatawan umum, tetapi juga menjadi tujuan kunjungan pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga komunitas yang ingin belajar mengenai kehidupan pedesaan. UMKM lokal juga akan menjadi bagian penting sehingga manfaat ekonomi benar-benar dirasakan masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam proses penyusunan konsep, Kecamatan Ci Dolog menugaskan Riky Agusramdhan, Kasi Pemerintahan Kecamatan Ci Dolog yang memiliki pengalaman di bidang kepariwisataan, untuk merancang arah pengembangan desa wisata tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Riky mengakui tantangan pengembangan destinasi wisata di tengah kondisi efisiensi anggaran pemerintah. Namun ia optimistis semangat kolaborasi mampu menjadi modal utama.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Keterbatasan anggaran bukan alasan untuk berhenti berinovasi. Selama ada kemauan dan kebersamaan, selalu ada jalan untuk mewujudkan cita-cita besar membangun desa wisata yang berkualitas,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengisyaratkan bahwa konsep yang tengah disiapkan memiliki sejumlah keunikan yang akan menjadi identitas Desa Wisata Tegallega.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami masih menyimpan sebagian konsep sebagai kejutan. Harapannya, saat diluncurkan nanti masyarakat dan wisatawan akan menemukan pengalaman baru yang benar-benar berbeda,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebagai bagian dari penyusunan konsep tersebut, tim pengembangan Desa Wisata Tegallega dijadwalkan melakukan studi banding ke Desa Wisata Hanjeli. Kegiatan itu bertujuan menyerap pengalaman dalam pengelolaan destinasi berbasis masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Owner Desa Wisata Hanjeli, Bah Asep Hidayat, menyambut baik rencana tersebut. Menurutnya, kemajuan desa wisata akan lebih cepat terwujud apabila seluruh pengelola saling berbagi pengalaman.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pengalaman yang kami peroleh selama membangun Desa Wisata Hanjeli akan kami bagikan. Semakin banyak desa wisata yang berkembang, semakin besar pula dampaknya bagi kemajuan pariwisata Kabupaten Sukabumi,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, pemerintah kecamatan, pelaku wisata, serta masyarakat, Desa Wisata Tegallega diharapkan mampu tumbuh menjadi destinasi unggulan baru di wilayah selatan Sukabumi yang mengedepankan keindahan alam, keramahan masyarakat, serta pemberdayaan ekonomi lokal secara berkelanjutan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/cidolog-siapkan-desa-wisata-tegallega-andalkan-curug-caweni-dan-pemberdayaan-warga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pulau Kunti, Permata Purba Geopark Ciletuh yang Didorong Jadi Destinasi Diving Kelas Dunia</title>
		<link>https://lingkarpena.id/pulau-kunti-permata-purba-geopark-ciletuh-yang-didorong-jadi-destinasi-diving-kelas-dunia/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/pulau-kunti-permata-purba-geopark-ciletuh-yang-didorong-jadi-destinasi-diving-kelas-dunia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 18 Jul 2026 14:13:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[destinasi wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Gropark Ciletuh]]></category>
		<category><![CDATA[Kelas Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Kunti]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68093</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/pulau-kunti-permata-purba-geopark-ciletuh-yang-didorong-jadi-destinasi-diving-kelas-dunia/" title="Pulau Kunti, Permata Purba Geopark Ciletuh yang Didorong Jadi Destinasi Diving Kelas Dunia" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Di lepas Pantai Palangpang, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, berdiri sebuah pulau kecil yang menyimpan kisah jutaan tahun perjalanan bumi. Pulau Kunti, yang berada di kawasan Ciletuh Palabuhanratu UNESCO Global Geopark (CPUGGp), bukan hanya memikat karena hamparan pasir putih dan air lautnya yang jernih, tetapi juga karena jejak geologi purba yang menjadikannya salah satu ikon wisata alam Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pulau yang berada di wilayah Desa Mandrajaya itu diperkirakan memiliki batuan purba berusia sekitar 70 juta tahun. Formasi batuannya menjadi saksi aktivitas vulkanik masa lampau, sementara sebuah gua alami yang terbentuk akibat kikisan ombak selama jutaan tahun melahirkan legenda tersendiri. Saat gelombang pasang menghantam rongga gua, terdengar gema yang menyerupai suara tawa, sehingga masyarakat menamainya Pulau Kunti.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain menjadi situs geologi penting, pulau yang berada di kawasan Cagar Alam Cibanteng atau Suaka Margasatwa Cikepuh ini juga dikenal memiliki panorama bawah laut yang masih alami. Tak heran jika destinasi tersebut mulai menjadi incaran wisatawan lokal hingga mancanegara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Potensi itulah yang mendapat perhatian Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI, Hj. Dewi Asmara, saat mengunjungi kawasan Pulau Kunti pada acara Syukuran Nelayan Ciwaru, Jumat (17/7/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Dewi, keindahan alam Pulau Kunti memiliki peluang besar untuk dikembangkan sebagai destinasi wisata bahari, khususnya wisata selam (diving) yang mampu menarik wisatawan dari berbagai negara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pulau Kunti memiliki pasir putih yang indah dan potensi bawah laut yang sangat bagus. Ini sangat layak dikembangkan menjadi destinasi wisata diving. Jika dipromosikan secara masif melalui media sosial dan didukung pembangunan sarana serta prasarana yang memadai, saya optimistis kawasan ini bisa menjadi destinasi unggulan, bahkan sejajar dengan Labuan Bajo maupun Bali,&#8221; ujar Dewi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menilai, pengembangan pariwisata di kawasan Geopark Ciletuh tidak cukup hanya mengandalkan keindahan alam. Menurutnya, perlu adanya inovasi melalui penyelenggaraan berbagai kegiatan olahraga wisata atau sport tourism.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kita bisa menggelar lomba perahu layar, festival bahari, hingga berbagai kegiatan olahraga air lainnya. Event seperti ini akan memberi nilai tambah, memperpanjang lama tinggal wisatawan, sekaligus menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Lebih lanjut, Dewi menegaskan bahwa promosi menjadi faktor penting agar potensi wisata Geopark Ciletuh semakin dikenal di tingkat nasional maupun internasional. Upaya tersebut, kata dia, harus dilakukan secara konsisten dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pariwisata adalah usaha yang harus dijaga keberlanjutannya. Jangan hanya ramai saat ada kegiatan tertentu, tetapi harus terus dipromosikan. Pemerintah daerah, Dinas Pariwisata, media, pelaku wisata, hingga masyarakat harus bergerak bersama memperkenalkan kekayaan Geopark Ciletuh kepada dunia,&#8221; tuturnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi wisatawan, Pulau Kunti dapat dicapai dengan perjalanan darat sekitar satu jam dari Palabuhanratu menuju Pantai Palangpang. Dari sana, perjalanan dilanjutkan menggunakan perahu sekitar 15 menit melintasi laut biru menuju pulau yang selama ini dikenal sebagai salah satu permata tersembunyi Geopark Ciletuh.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dengan perpaduan bentang alam purba, kisah legenda yang menyelimuti gua alami, serta pesona bawah laut yang masih terjaga, Pulau Kunti dinilai memiliki modal kuat untuk berkembang menjadi destinasi wisata bahari unggulan yang mampu mengangkat nama Sukabumi di kancah internasional.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/pulau-kunti-permata-purba-geopark-ciletuh-yang-didorong-jadi-destinasi-diving-kelas-dunia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Kecamatan Cisolok dan Mahasiswa UGM Gaungkan Wisata Berkelanjutan Lewat Gembira Pesisir 2026</title>
		<link>https://lingkarpena.id/kolaborasi-kecamatan-cisolok-dan-mahasiswa-ugm-gaungkan-wisata-berkelanjutan-lewat-gembira-pesisir-2026/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/kolaborasi-kecamatan-cisolok-dan-mahasiswa-ugm-gaungkan-wisata-berkelanjutan-lewat-gembira-pesisir-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 17 Jul 2026 10:28:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Gembira Pesisir 2026]]></category>
		<category><![CDATA[Kolaborasi Baik]]></category>
		<category><![CDATA[Mahasiswa UGM]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Karang Hawu]]></category>
		<category><![CDATA[Pemcam Cisolok]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68049</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/kolaborasi-kecamatan-cisolok-dan-mahasiswa-ugm-gaungkan-wisata-berkelanjutan-lewat-gembira-pesisir-2026/" title="Kolaborasi Kecamatan Cisolok dan Mahasiswa UGM Gaungkan Wisata Berkelanjutan Lewat Gembira Pesisir 2026" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Pemerintah Kecamatan Cisolok bersama mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Gadjah Mada (UGM) menggelar Gembira Pesisir 2026 di kawasan wisata Pantai Karanghawu, Desa Cisolok, Jumat (17/7/2026). Kegiatan ini menjadi wujud kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam mendukung pengembangan wisata pesisir yang bersih, lestari, dan berkelanjutan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beragam kegiatan edukasi lingkungan, aksi sosial, hingga pemberdayaan masyarakat mewarnai pelaksanaan Gembira Pesisir 2026. Program tersebut bertujuan meningkatkan kepedulian terhadap kelestarian kawasan pesisir sekaligus memperkuat sektor pariwisata sebagai salah satu potensi unggulan Kecamatan Cisolok.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Camat Cisolok, Okih Pazri Assidiq, mengatakan sinergi dengan mahasiswa KKN UGM menjadi energi positif dalam menghadirkan inovasi dan semangat pengabdian kepada masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kolaborasi ini bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi menjadi bentuk nyata kebersamaan antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat dalam menjaga kawasan pesisir. Kami berharap kehadiran mahasiswa mampu memberikan solusi dan inovasi yang bermanfaat bagi pembangunan daerah,&#8221; ujar Okih.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, Pantai Karanghawu merupakan aset wisata yang harus dijaga bersama agar tetap menjadi destinasi yang nyaman, bersih, dan mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kelestarian lingkungan pesisir adalah tanggung jawab bersama. Jika kawasan ini terawat, maka sektor pariwisata akan terus berkembang dan berdampak pada peningkatan kesejahteraan masyarakat,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kebersihan pantai, kegiatan ini juga mendorong pengelolaan destinasi wisata secara berkelanjutan serta membuka peluang pengembangan ekonomi berbasis potensi lokal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah Kecamatan Cisolok turut mengapresiasi dedikasi mahasiswa KKN Universitas Gadjah Mada yang telah berkontribusi melalui berbagai program pengabdian di wilayah tersebut. Sinergi ini diharapkan menjadi awal kerja sama berkelanjutan dalam mendukung pembangunan di bidang lingkungan, pariwisata, dan pemberdayaan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Gembira Pesisir 2026 dihadiri unsur Forkopimcam Cisolok, perwakilan Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, kepala UPTD/UPTB se-Kecamatan Cisolok, Pemerintah Desa Cisolok dan Desa Karangpapak, kepala sekolah, guru, serta pelajar tingkat SMP, SMA, dan SMK. Turut hadir KNPI, Karang Taruna, Forum Silaturahmi Komunitas Sukabumi (FSKS), pendamping PKH dan desa, pelaku usaha pariwisata, UMKM, masyarakat sekitar Pantai Karanghawu, serta mahasiswa KKN dari Universitas Gadjah Mada, Universitas Nusa Putra Sukabumi, dan Universitas Pakuan Bogor.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/kolaborasi-kecamatan-cisolok-dan-mahasiswa-ugm-gaungkan-wisata-berkelanjutan-lewat-gembira-pesisir-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Pariwisata Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/kolaborasi-lintas-sektor-jadi-kunci-percepatan-pembangunan-pariwisata-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/kolaborasi-lintas-sektor-jadi-kunci-percepatan-pembangunan-pariwisata-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 15 Jul 2026 10:29:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=67953</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/kolaborasi-lintas-sektor-jadi-kunci-percepatan-pembangunan-pariwisata-sukabumi/" title="Kolaborasi Lintas Sektor Jadi Kunci Percepatan Pembangunan Pariwisata Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Pemerintah Kabupaten Sukabumi terus memperkuat langkah percepatan pembangunan sektor pariwisata melalui kolaborasi lintas sektor. Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Dr. Drs. H. Ali Iskandar, M.H., bersama Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Sukabumi menggelar diskusi strategis dengan Yayasan Pengembangan Potensi Sumber Daya Pertahanan (YPPSDP), yayasan di bawah naungan Kementerian Pertahanan Republik Indonesia, di Jakarta. Rabu ( 15/7/2026 ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pertemuan tersebut membahas berbagai strategi untuk mendorong percepatan pembangunan sektor pariwisata sebagai salah satu game changer pertumbuhan ekonomi Kabupaten Sukabumi. Fokus pembahasan meliputi penataan kawasan wisata, peningkatan aksesibilitas menuju destinasi, pengembangan aset-aset potensial, hingga penguatan sinergi lintas sektor.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Sukabumi, Ali Iskandar, mengatakan pihaknya bersama Tim Percepatan Pembangunan berupaya mencari berbagai terobosan agar potensi wisata Sukabumi mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami berkumpul bersama Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Sukabumi karena kami meyakini bahwa kebaikan itu harus dicari, dikejar, dan diupayakan agar terkumpul di Sukabumi sehingga mampu menghadirkan kesejahteraan bagi masyarakat,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Ali, pembangunan pariwisata merupakan amanat yang tertuang dalam visi dan misi Bupati Sukabumi sekaligus telah menjadi bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). Bersama sektor pertanian, pariwisata diproyeksikan menjadi penggerak utama pertumbuhan ekonomi daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Semangat Pak Bupati sangat jelas, bagaimana menghadirkan kesejahteraan melalui dua sektor utama, yaitu pertanian dan pariwisata. Potensi wisata yang dianugerahkan Allah kepada Sukabumi sangat luar biasa dan harus dikembangkan secara maksimal,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam pertemuan tersebut, sejumlah langkah percepatan turut dibahas, di antaranya penataan kawasan wisata Pantai Palabuhanratu, peningkatan kualitas jalan menuju destinasi wisata melalui skema Instruksi Presiden Jalan Daerah (IJD), pembangunan akses wisata melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD), hingga pemanfaatan aset-aset yang belum tergarap seperti lahan milik Pertamina di kawasan Citepus dan Geyser Cisolok agar dapat dikembangkan menjadi destinasi wisata baru.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ali menegaskan bahwa seluruh upaya tersebut membutuhkan dukungan pemerintah pusat serta sinergi berbagai pihak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Nothing is free, nothing is easy. Harus ada energi yang kita tarik dari pemerintah pusat agar dapat membantu daerah menyelesaikan berbagai persoalan, mulai dari infrastruktur, penataan kawasan, hingga pengembangan destinasi wisata,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, tantangan pembangunan pariwisata tidak hanya berkaitan dengan objek wisata, tetapi juga menyangkut penataan parkir, pengelolaan sampah, penerangan jalan, keamanan, kenyamanan, hingga akses infrastruktur.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pariwisata bukan hanya urusan Dinas Pariwisata. Ini adalah sektor lintas sektor. Rasa nyaman, aman, dan menyenangkan bagi wisatawan hanya bisa diwujudkan melalui kolaborasi semua pihak. Karena itu kami terus membuka ruang sinergi dan menarik berbagai potensi dari pemerintah pusat maupun stakeholder lainnya,&#8221; tegas Ali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Ketua Tim Percepatan Pembangunan Kabupaten Sukabumi, Ojang, menyatakan dukungannya terhadap langkah Dinas Pariwisata. Menurutnya, pembangunan Sukabumi tidak dapat dilakukan oleh satu sektor saja, melainkan membutuhkan sinergi seluruh elemen.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami akan terus mendorong agar seluruh visi, misi, dan janji politik Bupati dan Wakil Bupati dapat diwujudkan sehingga benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. Pariwisata dan pertanian menjadi program unggulan yang harus didukung bersama,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Senada dengan itu, anggota Tim Percepatan Pembangunan, Rasam, mengajak seluruh putra-putri daerah untuk ikut memberikan kontribusi bagi kemajuan Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kontribusi sekecil apa pun sangat berarti. Hanya kita sendiri yang mampu membangun daerah kita. Yang terpenting adalah memiliki visi dan misi yang sama untuk memajukan Sukabumi,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menutup pertemuan, Ali Iskandar menekankan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat ditentukan oleh kemampuan seluruh pihak untuk berkolaborasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kita membutuhkan kecerdasan untuk berkreasi, tetapi yang tidak kalah penting adalah kecerdasan untuk berkolaborasi, bersinergi, dan terintegrasi dengan mengedepankan partisipasi semua pihak. Mohon doa, masukan, dan dukungan masyarakat agar bersama-sama kita mampu menghadirkan Sukabumi yang maju, berdaya saing, dan Mubarakah,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/kolaborasi-lintas-sektor-jadi-kunci-percepatan-pembangunan-pariwisata-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
