Kunjungan Wisatawan Meningkat, DLH Sukabumi Perkuat Pelayanan Kebersihan Destinasi

LINGKARPENA.ID | Meningkatnya aktivitas wisatawan di berbagai destinasi Kabupaten Sukabumi berbanding lurus dengan bertambahnya potensi timbulan sampah. Kondisi tersebut mendorong Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi memperkuat pelayanan kebersihan, terutama di kawasan yang menjadi tujuan wisata dengan tingkat kunjungan tinggi.

 

Salah satu upaya yang dilakukan yakni menambah intensitas pengangkutan sampah. Di kawasan tertentu, termasuk Palabuhanratu, pengangkutan dapat dilakukan hingga tiga kali dalam sehari guna mengantisipasi penumpukan sampah akibat tingginya aktivitas wisatawan.

 

Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah menjaga kawasan wisata tetap bersih dan nyaman, sekaligus mempertahankan kualitas lingkungan di tengah perkembangan sektor pariwisata Kabupaten Sukabumi.

 

Namun, persoalan sampah dinilai tidak cukup ditangani melalui penambahan armada maupun frekuensi pengangkutan. DLH juga mendorong pengelola destinasi dan desa wisata untuk mulai memperkuat pengelolaan sampah dari sumbernya.

Baca juga:  Mubazir! Selesai Dibangun 2019, Fasilitas Wisata Gunung Bentang Tidak Beroperasi

 

Pengelola kawasan wisata diharapkan mampu mendorong pemilahan sampah, mengurangi penggunaan plastik sekali pakai, serta menyediakan sistem pengelolaan yang dapat berjalan secara mandiri dan berkelanjutan.

 

Plt. Kepala DLH Kabupaten Sukabumi, Endang Hermawan, S.Sos., M.Si., mengatakan peningkatan pelayanan kebersihan harus berjalan beriringan dengan perubahan perilaku seluruh pihak yang berada di kawasan wisata.

 

“Pelayanan kebersihan terus kami tingkatkan, terutama di lokasi dengan kunjungan yang tinggi. Tetapi ini tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Kesadaran masyarakat, pengelola wisata, pelaku usaha dan wisatawan juga sangat menentukan,” kata Endang, Rabu (2/9/2026).

 

Menurutnya, menjaga kebersihan destinasi merupakan bagian penting dalam mempertahankan daya tarik wisata. Keindahan alam yang menjadi modal utama pariwisata Sukabumi, kata dia, harus dibarengi dengan lingkungan yang bersih dan terawat.

Baca juga:  Pantai Cibuaya Ujunggenteng Diserbu Wisatawan, Pesona Alamnya Tuai Pujian

 

“Jangan sampai kawasan wisata yang memiliki pemandangan indah justru terganggu oleh sampah. Karena itu, semua pihak harus ikut menjaga,” ujarnya.

 

Selain mengoptimalkan pelayanan pengangkutan, DLH juga memperkuat kegiatan kebersihan melalui gotong royong atau korve di sejumlah kawasan prioritas.

 

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah, masyarakat, komunitas, pengelola destinasi hingga lintas instansi. Kolaborasi dinilai penting karena persoalan lingkungan tidak dapat ditangani oleh satu pihak saja.

 

Peran pelaku usaha, khususnya UMKM yang berjualan di kawasan wisata, turut menjadi perhatian. Para pelaku usaha didorong mengurangi penggunaan kemasan sekali pakai serta bertanggung jawab terhadap sampah yang dihasilkan dari aktivitas usahanya.

 

Endang menegaskan, pertumbuhan pariwisata harus dibarengi dengan kesadaran menjaga lingkungan.

Baca juga:  Kadispar Sukabumi Apresiasi Karang Gantung Green Camp, Dorong Pelestarian Greenbelt Pesisir Pajampangan

 

“Semakin ramai wisatawan, tentu semakin besar pula tantangan pengelolaan sampah. Karena itu, kita ingin membangun kesadaran bahwa kebersihan bukan hanya urusan pemerintah, tetapi tanggung jawab bersama,” tegasnya.

 

Ia berharap upaya tersebut dapat membentuk kebiasaan baru di tengah masyarakat dan wisatawan, sehingga pengurangan sampah tidak hanya dilakukan setelah sampah menumpuk, tetapi dimulai sejak dari sumbernya.

 

“Wisata bersih, wisata nyaman. Kalau lingkungan terjaga, wisatawan juga akan merasa lebih nyaman dan betah berkunjung,” pungkas Endang.

 

Dengan meningkatnya kolaborasi antara pemerintah, pengelola destinasi, masyarakat, pelaku UMKM, komunitas dan wisatawan, Kabupaten Sukabumi diharapkan mampu mengembangkan pariwisata yang tidak hanya mengandalkan keindahan alam, tetapi juga menjadikan kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian penting dari daya tarik wisatanya.(adv)

Pos terkait