Menanti Janji Jabar Caang, 299 Rumah di Desa Girijaya Sukabumi Belum Tersentuh Listrik

Gambar Ilustrasi/net

LINGKARPENA.ID | Modernisasi dan pembangunan infrastruktur terus digaungkan di pusat Kota Sukabumi. Namun, realitas yang bertolak belakang justru tersaji di pelosok Kecamatan Nagrak. Tepatnya di Desa Girijaya, sebanyak 299 rumah tangga masih hidup dalam kegelapan karena belum tersentuh aliran listrik, meski telah menjelang satu tahun mengajukan bantuan melalui program Pemerintah Provinsi Jawa Barat.

Fakta mencengangkan ini terjadi padahal Desa Girijaya hanya berjarak belasan kilometer dari pusat pemerintahan Kabupaten Sukabumi. Keterbatasan infrastruktur dasar ini memaksa warga bertahan dalam kondisi minim penerangan setiap malamnya.

Sekretaris Desa (Sekdes) Girijaya, Ujang Alimudin, mengungkapkan bahwa pihaknya telah berupaya menjembatani masalah ini dengan mengajukan bantuan pemasangan listrik gratis melalui program unggulan Pemprov Jabar, Jabar Caang (Cahaya).

Baca juga:  BPBD Sukabumi Laporkan Situasi Aman, Waspadai Potensi Hujan Disertai Petir dan Angin Kencang

“Kami sudah mengajukan sebanyak 299 rumah tangga belum berlistrik untuk program Jabar Caang. Pengajuannya sudah kami lakukan sejak 25 Oktober 2025, bekerja sama dengan KCD ESDM Wilayah Cianjur,” ujar Ujang kepada wartawan, Selasa (20/10/2026).

Akan tetapi, harapan warga untuk segera menikmati fasilitas dasar tersebut harus kandas. Menjelang genap satu tahun sejak pengajuan dilakukan, realisasi di lapangan masih nihil. Tidak ada tiang, kabel, maupun instalasi meteran yang terpasang di rumah-rumah warga yang telah didata.

Baca juga:  100 Hari Pemerintahan Prabowo, JPMSS: Minta Tindak Tegas Penghambat Pembangunan SUTT dan Pastikan Ketersediaan Listrik ke Pajampangan

“Sejauh ini belum ada realisasi. Padahal warga sangat mengharapkan bantuan tersebut segera turun,” keluh Ujang menyayangkan lambatnya proses eksekusi di lapangan.

Dampak dari ketiadaan listrik ini paling keras dirasakan oleh kelompok rentan, terutama anak-anak. Keterbatasan akses energi memaksa warga mencari alternatif seadanya. Anak-anak yang ingin mengerjakan tugas sekolah atau belajar di malam hari harus menumpang cahaya dari rumah tetangga yang kebetulan sudah memiliki sambungan listrik.

Seorang warga setempat menceritakan kesulitan yang menjadi rutinitas malam hari keluarganya.

Baca juga:  Peduli Bencana: Ratusan Polisi Bantu Penanganan Pasca Banjir Bandang di Sukabumi

“Kami sangat mengharapkan adanya bantuan listrik gratis dari pemerintah. Kasihan anak-anak kami kalau mau belajar malam susah, tidak nyaman. Selama ini kami hanya pakai sambungan seadanya dari tetangga,” ungkapnya dengan suara bergetar menahan haru.

Kondisi Desa Girijaya menjadi tamparan keras bagi pemerataan pembangunan di Kabupaten Sukabumi. Infrastruktur dasar seperti listrik seharusnya menjadi hak setiap warga negara tanpa terkecuali. Warga kini hanya bisa menggantungkan harapan, agar janji terang dari program Pemprov Jabar tidak sekadar berhenti di atas kertas proposal, melainkan segera menyala dan menerangi ruang-ruang tamu mereka.(*)

Pos terkait