<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Sun, 02 Aug 2026 15:52:13 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.2</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dilaporkan Hilang, Perempuan Sukaraja Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dilaporkan-hilang-perempuan-sukaraja-ditemukan-meninggal-dunia-polisi-tidak-ada-tanda-kekerasan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dilaporkan-hilang-perempuan-sukaraja-ditemukan-meninggal-dunia-polisi-tidak-ada-tanda-kekerasan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 15:50:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68725</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dilaporkan-hilang-perempuan-sukaraja-ditemukan-meninggal-dunia-polisi-tidak-ada-tanda-kekerasan/" title="Dilaporkan Hilang, Perempuan Sukaraja Ditemukan Meninggal Dunia, Polisi: Tidak Ada Tanda Kekerasan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Seorang perempuan yang sebelumnya dilaporkan hilang akhirnya ditemukan dalam kondisi meninggal dunia di aliran selokan dekat pematang sawah di Kampung Jeungjing, Desa Sukaraja, Kecamatan Sukaraja, Kabupaten Sukabumi, Minggu (2/8/2026) sekitar pukul 14.00 WIB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Korban diketahui bernama MA&#8217;AH (63), warga Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole, Kota Sukabumi. Identitas korban dipastikan oleh pihak keluarga setelah proses evakuasi dilakukan petugas kepolisian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa bermula ketika seorang warga, Ade alias Akung, tengah memeriksa aliran air yang mengering akibat musim kemarau. Saat itu, ia melihat sesosok tubuh perempuan tersangkut di aliran air. Temuan tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua RT dan RW setempat, yang selanjutnya diteruskan kepada Bhabinkamtibmas Desa Sukaraja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Mendapat laporan tersebut, personel Polsek Sukaraja bersama petugas piket langsung mendatangi lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat pertama ditemukan, warga sekitar tidak mengenali identitas korban. Namun, setelah jenazah dievakuasi, seorang pria bernama Hendri Suhendri datang dan mengaku sebagai anggota keluarga yang sedang mencari korban karena telah beberapa hari tidak pulang ke rumah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari hasil identifikasi, dipastikan bahwa korban merupakan MA&#8217;AH yang sebelumnya telah dilaporkan hilang ke Polres Sukabumi Kota pada Jumat (31/7/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kasi Humas Polres Sukabumi Kota, Ipda Ade Ruli Bahtiarudin, membenarkan penemuan tersebut. Ia mengatakan, berdasarkan keterangan keluarga, korban memiliki riwayat penyakit hipertensi dan mengalami kepikunan ringan sehingga beberapa kali pernah tersesat saat bepergian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Korban sebelumnya memang telah dilaporkan hilang oleh pihak keluarga. Setelah dilakukan identifikasi, dipastikan jenazah tersebut adalah korban. Berdasarkan hasil pemeriksaan luar oleh tim medis di RSUD R. Syamsudin, SH, tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban,&#8221; ujar Ipda Ade Ruli Bahtiarudin kepada lingkarpena. id, Minggu ( 2/8/2026 )</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, jenazah kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan setelah proses pemeriksaan selesai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pihak keluarga juga menolak dilakukan autopsi dan telah membuat surat pernyataan penolakan. Dengan demikian, setelah seluruh prosedur kepolisian selesai, jenazah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam penanganan peristiwa tersebut, Polsek Sukaraja telah melakukan serangkaian tindakan, mulai dari menerima laporan, mendatangi dan mengamankan lokasi kejadian, berkoordinasi dengan Tim Inafis Satreskrim Polres Sukabumi Kota, memeriksa saksi-saksi, hingga membantu proses evakuasi korban ke rumah sakit.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hasil pemeriksaan luar oleh tim medis menyatakan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Polisi pun mengimbau masyarakat agar segera melapor apabila menemukan anggota keluarga yang mengalami gangguan ingatan atau belum kembali ke rumah, sehingga dapat segera dilakukan upaya pencarian.</p>
<p><em>Sumber: Polres Sukabumi Kota</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dilaporkan-hilang-perempuan-sukaraja-ditemukan-meninggal-dunia-polisi-tidak-ada-tanda-kekerasan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Marak Penjualan LKS di Kota Sukabumi Tuai Protes Orang Tua, Harga Capai Ratusan Ribu</title>
		<link>https://lingkarpena.id/marak-penjualan-lks-di-kota-sukabumi-tuai-protes-orang-tua-harga-capai-ratusan-ribu/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/marak-penjualan-lks-di-kota-sukabumi-tuai-protes-orang-tua-harga-capai-ratusan-ribu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 15:26:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KOTA SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[Harga Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[LKS]]></category>
		<category><![CDATA[Marak di Kota Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Orang Tua Protes]]></category>
		<category><![CDATA[Ratusan Ribu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68720</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/marak-penjualan-lks-di-kota-sukabumi-tuai-protes-orang-tua-harga-capai-ratusan-ribu/" title="Marak Penjualan LKS di Kota Sukabumi Tuai Protes Orang Tua, Harga Capai Ratusan Ribu" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Maraknya penjualan buku Lembar Kerja Siswa (LKS) di sejumlah SMP dan SDN di Kota Sukabumi menuai keluhan dari para orang tua siswa. Harga yang dibanderol mencapai ratusan ribu rupiah per paket dianggap memberatkan di tengah kondisi ekonomi saat ini.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Keluhan tersebut ramai diperbincangkan di grup WhatsApp orang tua siswa. Mereka mempertanyakan dimana lokasi penjualan  LKS terdekat di lingkungan sekolah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Padahal, aturan sudah sangat jelas. Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 17 Tahun 2010 tentang Pengelolaan dan Penyelenggaraan Pendidikan serta Permendikbud Nomor 75 Tahun 2016 tentang Komite Sekolah, ditegaskan bahwa sekolah dilarang keras menjual buku pelajaran termasuk LKS kepada peserta didik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam aturan itu juga disebutkan, pendidik, tenaga kependidikan, maupun komite sekolah tidak diperkenankan terlibat dalam penjualan buku, baik secara langsung maupun tidak langsung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Seharusnya sekolah jadi tempat belajar, bukan tempat transaksi. Kalau memang dilarang, kenapa masih ada dan harganya mahal sekali,” ujar Isah (37) salah satu orang tua siswa SD di Kota Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, pihak redaksi belum mendapat keterangan resmi dari Dinas Pendidikan Kota Sukabumi terkait pengawasan penjualan LKS di sekolah-sekolah.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/marak-penjualan-lks-di-kota-sukabumi-tuai-protes-orang-tua-harga-capai-ratusan-ribu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Oknum Guru Ngaji Terduga Pencabulan Anak Sukabumi Ditangkap, Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan Tegas</title>
		<link>https://lingkarpena.id/oknum-guru-ngaji-terduga-pencabulan-anak-sukabumi-ditangkap-polisi-pastikan-proses-hukum-berjalan-tegas/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/oknum-guru-ngaji-terduga-pencabulan-anak-sukabumi-ditangkap-polisi-pastikan-proses-hukum-berjalan-tegas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 13:45:36 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HUKUM & KRIMINAL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68717</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/oknum-guru-ngaji-terduga-pencabulan-anak-sukabumi-ditangkap-polisi-pastikan-proses-hukum-berjalan-tegas/" title="Oknum Guru Ngaji Terduga Pencabulan Anak Sukabumi Ditangkap, Polisi Pastikan Proses Hukum Berjalan Tegas" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Setelah sempat menjadi buronan dan ramai diperbincangkan di media sosial, AC (47), seorang oknum guru ngaji yang diduga melakukan tindak pencabulan terhadap anak di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, akhirnya berhasil diamankan jajaran Satreskrim Polres Sukabumi. Minggu ( 2/7/2026 ).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelaku ditangkap di wilayah Cibeber, Provinsi Banten, setelah tim gabungan dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) serta Tim Resmob melakukan penyelidikan intensif sejak kasus tersebut mencuat ke publik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Penyidik lebih dahulu mengumpulkan alat bukti, memeriksa sejumlah saksi, serta meminta keterangan dari korban. Berdasarkan hasil penyelidikan, polisi kemudian menetapkan AC sebagai tersangka dan langsung melakukan penahanan untuk menjalani proses hukum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengatakan seluruh proses penanganan perkara dilakukan sesuai prosedur hukum dengan mengedepankan perlindungan terhadap korban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Setelah kami memperoleh keterangan korban, saksi, dan alat bukti yang cukup, penyidik menetapkan yang bersangkutan sebagai tersangka. Pelaku telah berhasil diamankan dan kini menjalani proses hukum di Polres Sukabumi,&#8221; ujar Dudi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dari hasil pemeriksaan sementara, pelaku diduga memanfaatkan kedekatannya dengan korban melalui dalih keagamaan. Korban disebut dibujuk dengan janji-janji tertentu, termasuk iming-iming kelancaran rezeki, agar menuruti keinginan pelaku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Polisi juga mendalami keberadaan tersangka di wilayah Banten. Penyidik menduga pelaku berupaya menghindari proses hukum setelah kasus tersebut menjadi perhatian masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Atas perbuatannya, AC dijerat dengan pasal berlapis terkait tindak pidana terhadap anak sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP). Ancaman hukuman yang dikenakan mencapai maksimal 15 tahun penjara serta denda hingga Rp5 miliar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dudi menegaskan perkara ini tidak dapat diselesaikan melalui mekanisme restorative justice karena merupakan delik biasa yang harus diproses sesuai ketentuan perundang-undangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami berkomitmen menangani perkara ini secara profesional, objektif, dan sesuai aturan hukum yang berlaku. Perlindungan terhadap korban menjadi prioritas kami,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain proses penyidikan, Polres Sukabumi juga berkoordinasi dengan DP3A, P2TP2A, dan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi untuk memastikan korban memperoleh pendampingan psikologis dan pemulihan trauma. Di sisi lain, penyidik masih terus mengembangkan kasus tersebut guna mengantisipasi kemungkinan adanya korban lain yang belum melapor.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/oknum-guru-ngaji-terduga-pencabulan-anak-sukabumi-ditangkap-polisi-pastikan-proses-hukum-berjalan-tegas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kebakaran Lahan Alang-alang di Sagaranten, Damkar Berhasil Kendalikan Api</title>
		<link>https://lingkarpena.id/kebakaran-lahan-alang-alang-di-sagaranten-damkar-berhasil-kendalikan-api/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/kebakaran-lahan-alang-alang-di-sagaranten-damkar-berhasil-kendalikan-api/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 13:40:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68714</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/kebakaran-lahan-alang-alang-di-sagaranten-damkar-berhasil-kendalikan-api/" title="Kebakaran Lahan Alang-alang di Sagaranten, Damkar Berhasil Kendalikan Api" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kebakaran lahan alang-alang terjadi di Kampung Langbow, RT 23/08, Desa Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, Minggu (2/8/2026) siang.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Laporan mengenai kebakaran diterima petugas Posko Damkar Sagaranten pada pukul 12.33 WIB. Tim kemudian bergerak menuju lokasi dan tiba sekitar pukul 12.45 WIB untuk melakukan penanganan agar api tidak meluas ke area sekitar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Objek yang terbakar berupa lahan yang ditumbuhi alang-alang. Berkat respons cepat petugas, kobaran api berhasil dikendalikan sehingga tidak merambat ke lokasi lain yang berpotensi menimbulkan kerugian lebih besar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan hasil penanganan di lapangan, dugaan sementara penyebab kebakaran berasal dari ulah orang yang tidak bertanggung jawab yang sengaja membakar lahan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Komandan Pos (Danpos) Damkar Sagaranten, Yusup, mengimbau masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan dengan alasan apa pun karena berisiko memicu kebakaran yang sulit dikendalikan, terutama saat kondisi cuaca kering.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami mengimbau masyarakat untuk tidak membakar lahan secara sembarangan. Sekecil apa pun sumber api dapat dengan cepat membesar dan membahayakan lingkungan maupun permukiman. Jika menemukan kejadian kebakaran, segera laporkan kepada petugas agar penanganan dapat dilakukan secepat mungkin,&#8221; ujar Yusup.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pihak Damkar juga mengajak seluruh masyarakat untuk meningkatkan kepedulian terhadap lingkungan dengan tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran serta segera melaporkan apabila menemukan titik api di wilayahnya. (adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/kebakaran-lahan-alang-alang-di-sagaranten-damkar-berhasil-kendalikan-api/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Batu Panganten, Surga Kemping di Selatan Sukabumi yang Bikin Pengunjung Ketagihan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/batu-panganten-surga-kemping-di-selatan-sukabumi-yang-bikin-pengunjung-ketagihan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/batu-panganten-surga-kemping-di-selatan-sukabumi-yang-bikin-pengunjung-ketagihan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 02 Aug 2026 11:15:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68711</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/batu-panganten-surga-kemping-di-selatan-sukabumi-yang-bikin-pengunjung-ketagihan/" title="Batu Panganten, Surga Kemping di Selatan Sukabumi yang Bikin Pengunjung Ketagihan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Di balik pesona pantai selatan Kabupaten Sukabumi, terdapat sebuah lokasi wisata alam yang mulai banyak diburu para pencinta kegiatan berkemah. Namanya Batu Panganten, sebuah kawasan wisata yang berada di Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, tak jauh dari kawasan Pantai Ujunggenteng.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hamparan rerumputan yang berada tepat di bibir tebing pantai menjadi daya tarik utama tempat ini. Dari atas tebing, pengunjung disuguhi panorama luas Samudra Hindia dengan deburan ombak yang tak pernah berhenti menghantam karang. Saat matahari terbit maupun menjelang senja, langit Batu Panganten menghadirkan pemandangan yang memanjakan mata dan menjadi momen favorit wisatawan untuk mengabadikan gambar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suasana malam pun memiliki pesona tersendiri. Hembusan angin laut, suara ombak yang bersahutan, serta langit yang dipenuhi bintang menciptakan suasana tenang yang sulit ditemukan di perkotaan. Tak heran jika lokasi ini menjadi pilihan wisatawan yang ingin melepas penat dari rutinitas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk mencapai Batu Panganten, wisatawan tidak perlu bersusah payah. Lokasinya berada sekitar lima kilometer sebelum Pantai Ujunggenteng. Akses jalannya relatif mudah dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Area perkemahan berada di tengah kebun kelapa yang teduh, berpadu dengan pemandangan laut lepas yang memukau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi pengunjung yang tidak membawa perlengkapan berkemah, tak perlu khawatir. Di lokasi tersedia penyewaan tenda dengan tarif yang sangat terjangkau, yakni Rp30 ribu per malam. Harga tersebut sudah termasuk lampu penerangan serta fasilitas mandi, cuci, dan kakus (MCK).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah seorang penyedia jasa penyewaan tenda, Uwey, mengatakan minat wisatawan untuk berkemah di Batu Panganten terus meningkat, bahkan di luar musim liburan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Alhamdulillah, setiap minggu selalu ada yang datang. Di luar musim liburan saja bisa puluhan pengunjung yang menginap. Kebanyakan dari Sukabumi, Bandung, Bogor sampai Jakarta. Mereka bilang suasananya tenang dan pemandangannya beda dari tempat lain,&#8221; ujar Uwey, Sabtu (1/8/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, banyak pengunjung sengaja datang untuk menikmati matahari terbit, memancing, hingga sekadar bersantai ditemani suara ombak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami berusaha memberikan pelayanan yang nyaman. Tenda selalu disiapkan, lampu tersedia, MCK juga bisa dipakai gratis. Yang ingin makan juga bisa pesan nasi liwet lengkap dengan ikan bakar,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah seorang wisatawan asal Bandung, Rizky Pratama, mengaku baru pertama kali berkemah di Batu Panganten. Ia mengaku terkesan dengan panorama alam yang masih alami.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saya sering camping di pegunungan, tapi baru kali ini camping di atas tebing pantai seperti ini. Pemandangannya luar biasa, malamnya suara ombak bikin tidur lebih nyenyak. Harganya juga murah,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal senada disampaikan Dian Lestari, wisatawan asal Bogor, yang datang bersama keluarganya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Tempatnya bersih, udaranya segar, dan anak-anak senang sekali bermain di sekitar area camping. Kami juga tidak repot karena bisa sewa tenda dan pesan makanan. Rasanya ingin kembali lagi,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Andi Saputra, pengunjung asal Cianjur, menyebut Batu Panganten sebagai salah satu lokasi camping terbaik yang pernah dikunjunginya di pesisir selatan Jawa Barat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sunrise dan sunset di sini benar-benar indah. Ditambah suara ombak yang terus terdengar membuat suasananya sangat menenangkan. Tempat ini layak menjadi destinasi favorit bagi pecinta alam,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain menawarkan pengalaman berkemah dengan biaya yang ramah di kantong, Batu Panganten juga menjadi pilihan tepat bagi wisatawan yang ingin menikmati keindahan alam tanpa hiruk-pikuk keramaian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Perpaduan panorama laut biru, deretan pohon kelapa yang melambai tertiup angin, tebing-tebing karang yang eksotis, serta keramahan warga sekitar menjadikan Batu Panganten sebagai salah satu destinasi wisata yang wajib dikunjungi saat berlibur ke kawasan selatan Kabupaten Sukabumi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/batu-panganten-surga-kemping-di-selatan-sukabumi-yang-bikin-pengunjung-ketagihan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cek Fakta: Warga Sukabumi Diduga Bakar Rumah Sendiri</title>
		<link>https://lingkarpena.id/cek-fakta-warga-sukabumi-diduga-bakar-rumah-sendiri/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/cek-fakta-warga-sukabumi-diduga-bakar-rumah-sendiri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2026 11:47:03 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Bakar Rumah Sendiri]]></category>
		<category><![CDATA[Ciracap Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Gangguan Mental]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Ludes Terbakar]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68708</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/cek-fakta-warga-sukabumi-diduga-bakar-rumah-sendiri/" title="Cek Fakta: Warga Sukabumi Diduga Bakar Rumah Sendiri" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Warga Kampung Cipayung, Desa Mekarsari, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, dibuat panik setelah sebuah rumah panggung hangus terbakar pada Jumat (31/7/2026) sore. Peristiwa tersebut bahkan viral di media sosial setelah video kebakaran beredar luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam video berdurasi singkat itu terdengar suara seorang perempuan yang histeris sambil menyebut nama penghuni rumah. &#8220;Eta si Toni, imahna dibakar,&#8221; teriak perempuan tersebut dengan nada panik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, rumah tersebut diduga sengaja dibakar oleh penghuninya sendiri, Toni (24). Pemuda itu diketahui tinggal seorang diri di rumah tersebut setelah kedua orang tuanya bercerai. Menurut warga, Toni telah lama mengalami gangguan mental.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kasi Trantib Kecamatan Ciracap, Bahum Zaenal Abidin, membenarkan peristiwa tersebut. Ia mengatakan menerima laporan kebakaran sekitar pukul 17.00 WIB dan langsung menuju lokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saat kami tiba di lokasi, api masih menyala, namun sebagian besar bangunan rumah panggung itu sudah rata dengan tanah. Beruntung posisi rumah cukup berjauhan dengan permukiman warga sehingga api tidak merembet ke bangunan lain,&#8221; ujar Bahum kepada wartawan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Bahum, Toni diduga mengalami gangguan mental yang diperkirakan dipicu oleh riwayat penyalahgunaan obat-obatan terlarang di masa lalu. Kondisi keluarga yang tidak utuh juga disebut menjadi salah satu latar belakang kehidupannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8221; Toni merupakan anak dari keluarga yang telah bercerai dan selama ini tinggal sendirian di rumah tersebut. Kalau kondisinya sedang kambuh, ia kerap melakukan tindakan yang membahayakan. Namun ketika sedang tenang, dia masih bisa diajak berkomunikasi dengan baik,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bahum menduga aksi pembakaran dilakukan saat kondisi kejiwaan Toni sedang kambuh. Setelah membakar rumahnya, Toni langsung meninggalkan lokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Sebelum mengetahui kejadian itu, saya sempat berpapasan dengan Toni di daerah Puncaksuni. Belakangan saya baru mengetahui bahwa saat itu diduga ia baru saja meninggalkan rumahnya setelah terjadi kebakaran,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menambahkan, Toni sebenarnya sudah beberapa kali menjalani pengobatan ke rumah sakit. Namun hingga kini penanganan secara menyeluruh belum dapat dilakukan karena terkendala administrasi kependudukan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8221; Kami dari pihak kecamatan belum bisa melakukan penanganan lebih lanjut karena belum menerima laporan resmi dari pemerintah desa. Informasinya, yang bersangkutan juga belum memiliki KTP maupun dokumen administrasi kependudukan lainnya,&#8221; kata Bahum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski kehilangan tempat tinggal, kepedulian warga setempat mulai terlihat. Masyarakat berinisiatif membangun sebuah rumah sederhana agar Toni memiliki tempat berteduh dan tidak hidup terlantar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Warga berinisiatif membuatkan rumah kecil untuk Toni. Harapannya, ia tetap memiliki tempat tinggal dan tidak terus berkeliaran. Ke depan tentu diperlukan perhatian bersama, baik dari keluarga maupun instansi terkait, agar penanganan terhadap kondisi kejiwaannya bisa dilakukan secara lebih baik,&#8221; pungkas Bahum.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kebakaran menghanguskan seluruh bangunan rumah panggung beserta isinya. Aparat bersama pemerintah desa masih melakukan pendataan terkait kerugian akibat insiden tersebut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/cek-fakta-warga-sukabumi-diduga-bakar-rumah-sendiri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Eundeur Pajampangan, Saat Dentuman Sound System Menyatukan Kreativitas dan Silaturahmi di Selatan Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/eundeur-pajampangan-saat-dentuman-sound-system-menyatukan-kreativitas-dan-silaturahmi-di-selatan-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/eundeur-pajampangan-saat-dentuman-sound-system-menyatukan-kreativitas-dan-silaturahmi-di-selatan-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2026 07:54:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABAR DAERAH]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68705</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/eundeur-pajampangan-saat-dentuman-sound-system-menyatukan-kreativitas-dan-silaturahmi-di-selatan-sukabumi/" title="Eundeur Pajampangan, Saat Dentuman Sound System Menyatukan Kreativitas dan Silaturahmi di Selatan Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Dentuman bass yang berpadu dengan alunan musik menggema dari kawasan Vila Assabaland, Jalan Ujunggenteng, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (1/8/2026). Puluhan perangkat sound system berjajar rapi, sementara para pemilik dan pencinta audio saling berdiskusi, menguji kualitas suara, hingga beradu kemampuan mixing dalam ajang &#8220;Eundeur Pajampangan&#8221;.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebanyak 32 pemilik sound system dari wilayah VI Pajampangan ambil bagian dalam kontes yang digelar selama dua hari, 1–2 Agustus 2026. Kegiatan yang diinisiasi Komunitas Sound System Pajampangan (Konsep) itu mengusung tema &#8220;Sauyunan Ngaguar Seni, Ngaraksa Silaturahmi&#8221;, sebagai wadah mempererat persaudaraan sekaligus mengangkat potensi ekonomi kreatif di bidang hiburan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Di balik gemuruh musik yang terdengar, suasana kekeluargaan begitu terasa. Para peserta saling berbagi pengalaman mengenai perangkat audio, teknik mixing, hingga perkembangan industri hiburan di wilayah Pajampangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ketua Panitia, Asep Awaludin, mengatakan, Eundeur Pajampangan bukan sekadar ajang kompetisi, melainkan ruang untuk mempertemukan para pelaku usaha sound system yang selama ini lebih sering bertemu saat bekerja di berbagai acara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Melalui kegiatan ini kami ingin mempererat silaturahmi sesama pemilik sound system, sekaligus menghidupkan ekonomi kreatif di bidang entertainment. Kami berharap komunitas ini semakin solid, saling mendukung, dan mampu berkembang bersama,&#8221; ujar Asep.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, Eundeur Pajampangan telah memasuki penyelenggaraan yang ketiga dan menjadi agenda tahunan yang selalu digelar pada bulan Safar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami memilih bulan Safar karena biasanya aktivitas penyewaan sound system sedang tidak terlalu padat. Momentum ini dimanfaatkan untuk berkumpul, bertukar pengalaman, sekaligus menunjukkan kualitas perangkat yang dimiliki masing-masing peserta,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain mempertandingkan kualitas suara dan kemampuan mixing, panitia juga menyediakan hadiah kejuaraan serta berbagai doorprize untuk memeriahkan acara.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Asep berharap kegiatan tersebut terus berkembang dan mampu menarik lebih banyak pelaku usaha sound system di Sukabumi bagian selatan untuk bergabung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Harapan kami, Eundeur Pajampangan bisa menjadi agenda yang semakin besar setiap tahunnya. Bukan hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga menjadi sarana memperkuat persaudaraan dan meningkatkan profesionalisme para pelaku sound system,&#8221; katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah seorang peserta, Rizal, pemilik sound system asal Surade, mengaku antusias mengikuti kegiatan tersebut. Menurutnya, kompetisi seperti ini menjadi kesempatan berharga untuk mengukur kualitas perangkat sekaligus memperluas jaringan pertemanan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Yang paling berharga bukan hanya soal menang atau kalah. Kami bisa saling belajar tentang setting audio, berbagi pengalaman, bahkan menjalin kerja sama. Semoga kegiatan seperti ini terus berlanjut karena sangat positif bagi komunitas sound system di Pajampangan,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga sore hari, antusiasme peserta dan pengunjung masih terlihat tinggi. Di antara dentuman bass yang menggetarkan area acara, semangat kebersamaan menjadi nada yang paling kuat terdengar, menjadikan Eundeur Pajampangan bukan sekadar kontes sound system, tetapi juga perayaan kreativitas dan persaudaraan para pelaku industri hiburan lokal.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/eundeur-pajampangan-saat-dentuman-sound-system-menyatukan-kreativitas-dan-silaturahmi-di-selatan-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pemkab Sukabumi Buka Pelatihan Kerja Gratis Tahun 2026, Tiga Program Siap Tingkatkan Kompetensi Pencari Kerja</title>
		<link>https://lingkarpena.id/pemkab-sukabumi-buka-pelatihan-kerja-gratis-tahun-2026-tiga-program-siap-tingkatkan-kompetensi-pencari-kerja/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/pemkab-sukabumi-buka-pelatihan-kerja-gratis-tahun-2026-tiga-program-siap-tingkatkan-kompetensi-pencari-kerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2026 06:18:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68700</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/pemkab-sukabumi-buka-pelatihan-kerja-gratis-tahun-2026-tiga-program-siap-tingkatkan-kompetensi-pencari-kerja/" title="Pemkab Sukabumi Buka Pelatihan Kerja Gratis Tahun 2026, Tiga Program Siap Tingkatkan Kompetensi Pencari Kerja" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Pemerintah Kabupaten Sukabumi melalui UPTD Balai Latihan Kerja (BLK) Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) kembali membuka pendaftaran Program Pelatihan Kerja dan Produktivitas Tenaga Kerja Tahun Anggaran 2026. Program yang didanai melalui Dana Bagi Hasil Cukai Hasil Tembakau (DBHCHT) APBD Tahun 2026 ini diberikan secara gratis bagi masyarakat Kabupaten Sukabumi yang memenuhi persyaratan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelatihan berbasis unit kompetensi tersebut bertujuan meningkatkan keterampilan, daya saing, dan kesiapan masyarakat memasuki dunia kerja. Selain dibimbing oleh instruktur profesional, peserta yang lulus juga akan memperoleh sertifikat pelatihan sebagai bekal untuk meningkatkan peluang kerja maupun berwirausaha.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Terdapat tiga program pelatihan yang dibuka, yaitu Pembuatan Roti dan Kue selama 140 jam pelajaran atau 18 hari kerja, Desainer Grafis Muda selama 260 jam pelajaran atau 33 hari kerja, serta Pengelolaan Administrasi Perkantoran dengan durasi 260 jam pelajaran atau 33 hari kerja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program ini dikhususkan bagi warga Kabupaten Sukabumi yang telah berusia minimal 18 tahun, memiliki KTP Kabupaten Sukabumi, tidak sedang menempuh pendidikan formal maupun bekerja, serta memiliki pendidikan maksimal SMA/sederajat. Saat mendaftar, peserta wajib melampirkan dokumen berupa e-KTP dan ijazah terakhir atau Surat Keterangan Lulus (SKL).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pendaftaran dibuka mulai 31 Juli hingga 14 Agustus 2026 melalui platform SIAPKerja. Calon peserta diwajibkan memiliki akun SIAPKerja, memilih program pelatihan yang diinginkan, melengkapi dokumen persyaratan, mengunggah berkas, hingga mengunduh kartu tanda pendaftaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Seleksi administrasi dijadwalkan berlangsung pada 18–19 Agustus 2026, disusul pengumuman hasil seleksi pada 24 Agustus 2026. Selanjutnya, peserta yang lolos akan mengikuti pelatihan sesuai jadwal masing-masing di UPTD BLK Disnakertrans Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pemerintah Kabupaten Sukabumi mengajak masyarakat yang memenuhi persyaratan untuk memanfaatkan kesempatan ini sebagai langkah meningkatkan kompetensi dan membuka peluang kerja yang lebih luas.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Bagi masyarakat yang membutuhkan informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Admin UPTD BLK Disnakertrans Kabupaten Sukabumi melalui WhatsApp 0851-5716-0705 atau datang langsung ke UPTD BLK Disnakertrans Kabupaten Sukabumi, Jalan Raya Kadupugur Km 10,4, Kecamatan Cicantayan, Kabupaten Sukabumi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/pemkab-sukabumi-buka-pelatihan-kerja-gratis-tahun-2026-tiga-program-siap-tingkatkan-kompetensi-pencari-kerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kodim 0622 Sukabumi Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Simpenan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/kodim-0622-sukabumi-salurkan-air-bersih-bagi-warga-terdampak-kekeringan-di-simpenan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/kodim-0622-sukabumi-salurkan-air-bersih-bagi-warga-terdampak-kekeringan-di-simpenan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2026 06:11:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SOSIAL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68697</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/kodim-0622-sukabumi-salurkan-air-bersih-bagi-warga-terdampak-kekeringan-di-simpenan/" title="Kodim 0622 Sukabumi Salurkan Air Bersih bagi Warga Terdampak Kekeringan di Simpenan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Krisis air bersih yang mulai dirasakan warga di Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mendapat perhatian dari Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi. Sebagai bentuk kepedulian terhadap masyarakat yang terdampak musim kemarau, TNI menyalurkan bantuan air bersih kepada puluhan keluarga di Kampung Tegal Nyampai, Sabtu (1/8/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sebanyak 50 kepala keluarga menerima pasokan air bersih yang diangkut menggunakan mobil pemadam kebakaran milik Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi. Distribusi dilakukan bersama personel Koramil 2202/Palabuhanratu dan pemerintah desa setempat guna memastikan bantuan sampai kepada warga yang benar-benar membutuhkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berkurangnya debit mata air selama beberapa pekan terakhir membuat masyarakat kesulitan memperoleh air untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Kondisi tersebut mendorong jajaran TNI bergerak cepat memberikan bantuan sebagai upaya meringankan beban warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Komandan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf. Agung Ariwibowo, S.Hub.Int., mengatakan bahwa membantu masyarakat merupakan bagian dari komitmen TNI dalam menjalankan tugas pembinaan teritorial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami ingin memastikan masyarakat tidak merasa sendiri saat menghadapi dampak kekeringan. Kehadiran TNI harus membawa manfaat dan memberikan solusi atas persoalan yang dihadapi warga, termasuk pemenuhan kebutuhan air bersih,&#8221; ujar Dandim.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, sinergi antara TNI, pemerintah desa, dan masyarakat menjadi kunci agar penyaluran bantuan dapat berjalan efektif serta menjangkau warga yang membutuhkan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Komandan Korem 061/Surya Kencana, Brigjen TNI Thomas Rajunio, menegaskan bahwa setiap satuan kewilayahan harus memiliki kepedulian sosial yang tinggi terhadap kondisi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Prajurit teritorial dituntut selalu peka terhadap situasi di wilayah binaannya. Ketika masyarakat mengalami kesulitan, TNI harus hadir dengan langkah nyata yang memberikan manfaat langsung,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Pangdam III/Siliwangi, Mayor Jenderal TNI Kosasih, S.E., M.M., menekankan bahwa kemanunggalan TNI dengan rakyat bukan hanya diwujudkan melalui pengamanan wilayah, tetapi juga lewat aksi kemanusiaan yang dirasakan langsung oleh masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Membantu masyarakat yang sedang menghadapi bencana maupun kekeringan adalah bagian dari pengabdian TNI. Kemanunggalan dengan rakyat harus terus dipelihara melalui tindakan nyata yang berdampak positif,&#8221; tegas Pangdam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui kegiatan tersebut, Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi berharap kebutuhan air bersih masyarakat dapat terpenuhi selama musim kemarau, sekaligus mempererat hubungan antara TNI dan masyarakat dalam membangun kepedulian serta ketahanan wilayah.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/kodim-0622-sukabumi-salurkan-air-bersih-bagi-warga-terdampak-kekeringan-di-simpenan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dugaan Pelecehan terhadap Anak di Sukabumi Picu Kemarahan Warga</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dugaan-pelecehan-terhadap-anak-di-sukabumi-picu-kemarahan-warga/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dugaan-pelecehan-terhadap-anak-di-sukabumi-picu-kemarahan-warga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 01 Aug 2026 06:07:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[HUKUM & KRIMINAL]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=68694</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dugaan-pelecehan-terhadap-anak-di-sukabumi-picu-kemarahan-warga/" title="Dugaan Pelecehan terhadap Anak di Sukabumi Picu Kemarahan Warga" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Dugaan tindak asusila terhadap seorang anak di bawah umur yang diduga dilakukan oleh seorang oknum guru mengaji di Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, mengundang perhatian publik. Kasus tersebut mencuat setelah video berdurasi sekitar 1 menit 30 detik yang memperlihatkan warga mendatangi rumah terduga pelaku beredar luas di media sosial.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam rekaman video tersebut, puluhan warga tampak berkumpul di depan rumah terduga pelaku setelah mendengar pengakuan korban. Suasana sempat memanas karena emosi warga yang tersulut. Sejumlah warga terlihat berusaha mendekati terduga pelaku, namun situasi akhirnya dapat dikendalikan sehingga tidak terjadi tindakan main hakim sendiri.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan perbuatan asusila itu terjadi beberapa hari sebelum video tersebut viral. Korban diketahui merupakan anak yang mengikuti kegiatan mengaji bersama terduga pelaku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kapolsek Simpenan, AKP Bayu Sunarti Agustina, membenarkan adanya peristiwa tersebut. Ia mengatakan penanganan kasus kini telah diambil alih oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Benar, ada kejadian tersebut. Saat ini penanganannya sudah diambil alih oleh Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Sukabumi. Kami mengimbau masyarakat agar tetap tenang dan menyerahkan sepenuhnya proses hukum kepada penyidik,&#8221; ujar AKP Bayu Sunarti Agustina saat dikonfirmasi Lingkarpena.id, Sabtu (1/8/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia juga mengingatkan masyarakat agar tidak menyebarluaskan identitas korban maupun informasi yang belum dapat dipastikan kebenarannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Perlindungan terhadap korban, khususnya anak, harus menjadi prioritas. Kami mengimbau masyarakat tidak menyebarkan identitas korban ataupun informasi yang belum terverifikasi agar tidak menambah beban psikologis korban maupun keluarganya,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga berita ini ditulis, penyidik masih melakukan pendalaman dengan meminta keterangan dari sejumlah saksi dan pihak-pihak terkait guna mengungkap secara menyeluruh dugaan tindak pidana tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Kepala Desa Cihaur, Asep, mengaku baru mengetahui adanya dugaan peristiwa tersebut setelah video beredar di media sosial. Menurutnya, pemerintah desa tidak menerima laporan resmi dari pihak korban.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saya justru mengetahui informasi ini dari media sosial. Sebelumnya tidak ada laporan yang masuk ke pemerintah desa,&#8221; kata Asep.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah melakukan penelusuran, lanjut Asep, ia memperoleh informasi bahwa dugaan peristiwa tersebut terjadi beberapa hari sebelum Jumat (31/7/2026). Ia juga mendengar kabar bahwa pihak korban pada awalnya tidak berkeinginan menempuh jalur hukum dan memilih menyelesaikan persoalan secara kekeluargaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Informasi yang saya terima, kejadiannya bukan hari Jumat, melainkan beberapa hari sebelumnya. Saya juga mendengar pihak korban awalnya tidak bersedia melapor dan ingin menyelesaikannya melalui jalur kekeluargaan,&#8221; ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Asep, hasil musyawarah warga saat itu memutuskan agar terduga pelaku meninggalkan tempat tinggalnya paling lambat pukul 12.00 WIB pada Jumat (31/7/2026). Namun hingga batas waktu yang disepakati, terduga pelaku masih berada di rumah sehingga memicu kemarahan warga.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kesepakatannya, yang bersangkutan diminta meninggalkan rumah sebelum pukul 12.00 WIB. Namun saat warga melihat yang bersangkutan masih berada di rumah setelah batas waktu tersebut, emosi warga pun tersulut,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Asep menambahkan, Pemerintah Desa Cihaur rutin menggelar kegiatan keagamaan mingguan yang melibatkan para tokoh agama. Meski demikian, ia mengaku belum mengenal secara dekat sosok terduga pelaku.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Setiap pekan kami mengadakan kegiatan keagamaan dengan mengundang para tokoh agama. Namun saya belum mengetahui secara pasti sosok yang bersangkutan karena belum pernah hadir dalam kegiatan tersebut,&#8221; pungkasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap menghormati proses hukum yang sedang berjalan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dugaan-pelecehan-terhadap-anak-di-sukabumi-picu-kemarahan-warga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
