Atap Dua Ruang Kelas Sekolah di Ciambar Ambruk, Aktivitas Ujian Terganggu

LINGKARPENA.ID | Cuaca ekstrem yang melanda wilayah Kabupaten Sukabumi mengakibatkan atap dua ruang kelas di sebuah sekolah di Kecamatan Ciambar ambruk pada Minggu pagi (3/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB. Peristiwa tersebut terjadi di Kampung Ciganas, RT 01 RW 02, Desa Munjul.

 

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun luka dalam kejadian tersebut. Namun, ambruknya bagian atap bangunan berdampak langsung terhadap aktivitas belajar mengajar, khususnya pelaksanaan ujian siswa yang terpaksa tidak dapat menggunakan ruangan tersebut.

Baca juga:  Langkah Strategis KNPI Dorong Ekonomi Kreatif Kalangan Pelajar dan Mahasiswa di Harlah Ke-52

 

Petugas P2BK Kecamatan Ciambar, Dedi, menyampaikan bahwa selain dipicu oleh cuaca ekstrem, kondisi bangunan yang sudah lapuk turut menjadi faktor penyebab ambruknya atap sekolah tersebut.

 

“Peristiwa ini terjadi akibat kombinasi cuaca ekstrem dan kondisi bangunan yang memang sudah cukup tua dan rapuh. Untuk sementara, kegiatan ujian siswa tidak bisa dilaksanakan di ruangan yang terdampak,” ujar Dedi kepada lingkarena.id Minggu ( 3/5/2026 )

Baca juga:  Tim SAR Evakuasi Korban Kedua Asal Bandung di Danau Situ Gunung Sukabumi

 

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi melalui Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops-PB) terus melakukan pemantauan situasi di lapangan. Hingga laporan disampaikan pada pukul 09.30 WIB, kondisi cuaca di wilayah tersebut terpantau cerah dengan suhu udara 29°C, kelembapan 69 persen, serta angin bertiup dari arah barat laut dengan kecepatan rendah.

 

Meski demikian, BPBD tetap mengeluarkan peringatan dini terkait potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang di sejumlah wilayah Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  Sekda Tinjau Titik Lokasi Banjir di Sukalarang Sukabumi

 

Sejumlah langkah juga terus dilakukan oleh tim Pusdalops, di antaranya pemantauan wilayah melalui jaringan komunikasi P2BK, media sosial, serta radio frekuensi. Selain itu, pengamatan titik rawan bencana dilakukan melalui berbagai aplikasi kebencanaan seperti InaRisk, InaSAFE, dan InaWARE milik BNPB.

 

BPBD Kabupaten Sukabumi mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana hidrometeorologi, terutama di tengah kondisi cuaca yang masih fluktuatif.

Pos terkait