<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Dua Desa &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/dua-desa/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Wed, 13 May 2026 07:08:26 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Dua Desa &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Dua Desa di Kabupaten Sukabumi Terpilih Jadi Bagian Program &#8220;Desa Berdampak&#8221; Oleh Kemendagri</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dua-desa-di-kabupaten-sukabumi-terpilih-jadi-bagian-program-desa-berdampak-oleh-kemendagri/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dua-desa-di-kabupaten-sukabumi-terpilih-jadi-bagian-program-desa-berdampak-oleh-kemendagri/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 13 May 2026 07:06:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Kalapanunggal]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Purwasari]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kementerian Dalam Negeri]]></category>
		<category><![CDATA[Program Desa Berdampak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65647</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dua-desa-di-kabupaten-sukabumi-terpilih-jadi-bagian-program-desa-berdampak-oleh-kemendagri/" title="Dua Desa di Kabupaten Sukabumi Terpilih Jadi Bagian Program &#8220;Desa Berdampak&#8221; Oleh Kemendagri" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Sebanyak Dua Desa di Kabupaten Sukabumi yaitu; Desa Purwasari, Kecamatan Cicurug dan Desa Kalapanunggal, Kecamatan Kalapanunggal terpilih menjadi bagian dari program “Desa Berdampak” 2026 dari Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri). Kedua desa itu diproyeksikan menjadi percontohan pengembangan desa berbasis Smart Village di Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Program tersebut kini memasuki tahap penelitian dan wawancara mendalam yang dilakukan Kemendagri bersama akademisi Universitas Indonesia dan Universitas Muhammadiyah Sukabumi, di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Sukabumi, Rabu (13/5/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala DPMD Kabupaten Sukabumi, Ahmad Samsul Bahri, mengatakan terpilihnya dua desa dari total 381 desa di Sukabumi menjadi kebanggaan sekaligus tantangan dalam pengembangan desa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, program itu fokus pada penguatan tata kelola pemerintahan desa, kelembagaan, hingga pemanfaatan teknologi informasi agar pembangunan desa lebih tepat sasaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, Direktur Fasilitasi Kerjasama, Lembaga Pemerintah Desa, dan BPD Ditjen Bina Pemerintahan Desa Kemendagri, Dr. Ir. Zanariah, berharap kedua desa tersebut bisa menjadi pilot project pembangunan desa yang berdampak langsung bagi masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Zanariah menambahkan, Kolaborasi antarpemangku kepentingan desa menjadi kunci keberhasilan pembangunan. Mulai dari pemerintah desa, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), hingga lembaga adat diharapkan mampu berjalan beriringan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Walau hanya diwakili dua desa, saya berharap bisa menjadi pilot desa berdampak. Pembangunan tidak akan berjalan baik kalau hubungan dalam pemerintahan desa tidak harmonis,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dua-desa-di-kabupaten-sukabumi-terpilih-jadi-bagian-program-desa-berdampak-oleh-kemendagri/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Angin Kencang Terjang Dua Desa di Jampangtengah, Pohon Tumbang dan Puluhan Rumah Rusak</title>
		<link>https://lingkarpena.id/angin-kencang-terjang-dua-desa-di-jampangtengah-pohon-tumbang-dan-puluhan-rumah-rusak/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/angin-kencang-terjang-dua-desa-di-jampangtengah-pohon-tumbang-dan-puluhan-rumah-rusak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Oct 2025 15:32:34 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[angin kencang]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Desa]]></category>
		<category><![CDATA[hujan deras]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Jampangtengah]]></category>
		<category><![CDATA[pohon tumbang]]></category>
		<category><![CDATA[Puluhan Rumah Rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=57315</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/angin-kencang-terjang-dua-desa-di-jampangtengah-pohon-tumbang-dan-puluhan-rumah-rusak/" title="Angin Kencang Terjang Dua Desa di Jampangtengah, Pohon Tumbang dan Puluhan Rumah Rusak" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Hujan deras disertai angin kencang melanda wilayah Kecamatan Jampangtengah, Kabupaten Sukabumi, pada Selasa (7/10/2025). Informasi dihimpun perstiwa angin kencang terjadi sekitar pukul 14.00 WIB sore.</p>
<p>Peristiwa tersebut menyebabkan puluhan rumah rusak, fasilitas umum terdampak, serta sejumlah pohon tumbang yang sempat menutup akses jalan kabupaten dan provinsi di beberapa titik.</p>
<p>Berdasarkan laporan sementara dari P2BK Kecamatan Jampangtengah, Dadi Supardi, menyebutkan bahwa kejadian angin kencang terjadi di Desa Sindangresmi dan Desa Jampangtengah. Di Desa Sindangresmi, tercatat 64 rumah terdampak, terdiri dari 3 unit rusak berat, 6 unit rusak sedang dan 55 unit rusak ringan. Rumah-rumah tersebut dihuni oleh 78 kepala keluarga dengan total 217 jiwa.</p>
<p>&#8220;Pohon tumbang ditemukan di empat titik ruas jalan kabupaten dan dua titik ruas jalan provinsi. Sejumlah fasilitas dan sarana prasarana juga mengalami kerusakan, meliputi 1 dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) 1 penggilingan padi, 2 warung dan 5 kandang ayam,&#8221; ujar Dadi, dalam laporannya diterima lingkarpena.id (7/10).</p>
<p>Sementara di Desa Jampangtengah, satu rumah warga mengalami kerusakan ringan (RR) dan dihuni oleh satu keluarga berjumlah empat jiwa.</p>
<p>&#8220;Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, sebanyak 3 kepala keluarga atau 12 jiwa terpaksa mengungsi sementara ke rumah kerabat mereka,&#8221; tambah Dadi.</p>
<p>Hingga saat ini, taksiran kerugian masih dalam tahap kajian. Penyebab bencana diduga akibat hujan deras yang disertai angin kencang.</p>
<p>P2BK Jampangtengah, Dadi Supardi, melaporkan bahwa sebagian besar rumah warga telah diperbaiki secara mandiri. Material pohon tumbang yang menutup akses jalan juga telah dievakuasi oleh unsur gabungan dari PU Provinsi, Forkopimcam Jampangtengah, Pemerintah Desa dan warga setempat.</p>
<p>Tim P2BK Jampangtengah telah melakukan assessment ke lokasi kejadian, berkoordinasi dengan pihak kecamatan, koramil, dan polsek, serta memberikan imbauan kepada masyarakat agar tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.</p>
<p>Adapun unsur yang turut hadir di lokasi antara lain P2BK Jampangtengah, Pemerintah Desa Sindangresmi dan Jampangtengah, unsur formooimcam, PU Provinsi, serta masyarakat sekitar.</p>
<p>&#8220;Data yang dihimpun saat ini masih bersifat sementara. Pembaruan informasi akan disampaikan sesuai perkembangan di lapangan,&#8221; ringkas Dadi.</p>
<p>Pemerintah setempat juga mengajukan kebutuhan bantuan darurat berupa material bangunan (genteng tanah liat, asbes, genteng metal, rangka baja ringan, dan paku) serta kebutuhan dasar hidup bagi warga yang mengungsi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/angin-kencang-terjang-dua-desa-di-jampangtengah-pohon-tumbang-dan-puluhan-rumah-rusak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Bandang Landa Dua Desa di Lengkong Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/banjir-bandang-landa-dua-desa-di-lengkong-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/banjir-bandang-landa-dua-desa-di-lengkong-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 29 Jun 2024 15:26:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Lengkong]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=41637</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/banjir-bandang-landa-dua-desa-di-lengkong-sukabumi/" title="Banjir Bandang Landa Dua Desa di Lengkong Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Akibat hujan dengan intensitas tinggi, dua desa, Desa Tegalega dan Neglasari,  Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi diterjang banjir bandang, Sabtu ( 29/6/2024 ).</p>
<p>Banjir bandang yang terjadi sekira pukul 17.00 WIB itu, melanda  beberapa kampung yang ada di Desa Neglasari, yakni Kampung Bojonghaur, Tegaldatar, Leuwi bengkok, Babakan bantarsari, dan Kampung Cigirang. Sementara di Desa Tegalega banjir terjadi di Kampung Cibogo.</p>
<p>Keterangan  P2BK Kecamatan Lengkong menyebutkan,  akibat musibah tersebut satu rumah di Kampung Cibogo terendam. Di Kampung Bojonghaur tiga rumah dan satu masjid terendam</p>
<p>Selanjutnya, Di Kampung Babakan Bantarsari 1 rumah terendam, Kampung Leuwi bangkong 3 rumah terendam, Kampung  Tegal datar 2 jembatan terbawa arus air sungai, dan di Kampung Cigirang 1  jembatan terbawa arus sungai.</p>
<p>Sementara, akibat musibah tersebut 10 orang dievakuasi dan 8 rumah, 1 sarana ibadah, dan tiga jembatan penghubung terdampak.</p>
<p>Upaya penanganan yang sudah dilakukan Forkompimcam, P2BK, TKSK dan  TAGANA,perangkat Desa,Babinsa, babinkamtibmas, melakukan pengecekan dan identifikasi kerusakan dan melakukan himbauan kepada warga untuk  waspada karena curah hujan masih tinggi.<!--/data/user/0/com.samsung.android.app.notes/files/clipdata/clipdata_bodytext_240629_221940_212.sdocx--></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/banjir-bandang-landa-dua-desa-di-lengkong-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPU Kabupaten Sukabumi, Lakukan Kegiatan Pemeliharaan Rutin di Dua Desa Kecamatan Cicantayan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dpu-kabupaten-sukabumi-lakukan-kegiatan-pemeliharaan-rutin-di-dua-desa-kecamatan-cicantayan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dpu-kabupaten-sukabumi-lakukan-kegiatan-pemeliharaan-rutin-di-dua-desa-kecamatan-cicantayan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 24 Aug 2023 13:14:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[UMUM]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pekerjaan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Cicantayan]]></category>
		<category><![CDATA[Pemeliharaan Jalan Rutin]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=34019</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dpu-kabupaten-sukabumi-lakukan-kegiatan-pemeliharaan-rutin-di-dua-desa-kecamatan-cicantayan/" title="DPU Kabupaten Sukabumi, Lakukan Kegiatan Pemeliharaan Rutin di Dua Desa Kecamatan Cicantayan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Sukabumi, kembali melakukan kegiatan rutin di ruas jalan di Dua Desa yang merupakan jalan Ciangsana dan Puncak Madura.</p>
<p>Kedua jalan tersebut merupakan Dua desa yakni Desa Sukadamai dan Desa Hegarmanah di Kecamatan Cicantayan Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Pengawas Pekerjaan pada Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Wilayah Cibadak, Yudha Prabowo mengatakan, adanya pelaksanaan kegiatan pengaspalan dan pemeliharaan sebagai bentuk metode utama dalam pemeliharaan jalan.</p>
<p>&#8220;Kegiatan pengaspalan ini merupakan salah satu langkah penting dalam memperbaiki permukaan jalan yang yang telah mengalami kerusakan,&#8221; jelas Yudha kepada wartawan, Kamis (24/08/2023).</p>
<p>&#8220;Ya penyebab kerusakan banyak faktor ya, salah satunya diakibatkan oleh bauran kendaraan berat yang meningkat dan penggunaan jangka panjang berikut faktor lingkungan diruas jalan Ciangsana puncakmadura,&#8221; sambungnya.</p>
<p>Lebih lanjut Yudha menjelaskan untuk roses pengaspalan melibatkan penggunaan material campuran beraspal dingin untuk pelapisan yang tentunya berkualitas yang diaplikasikan secara merata di permukaan jalan yang harus diperbaiki.</p>
<p>Hal ini bertujuan untuk memperbaiki kondisi jalan, meningkatkan daya tahan dan memberikan kenyamanan bagi warga dan pengguna jalan.</p>
<p>&#8220;DPU Kabupaten Sukabumi memastikan bahwa jalan tetap dapat dilalui oleh pengguna dengan aman selama proses pengaspalan berlangsung, saya menekankan pentingnya peran serta masyarakat dalam menjaga hasil pemeliharaan jalan tersebut,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dpu-kabupaten-sukabumi-lakukan-kegiatan-pemeliharaan-rutin-di-dua-desa-kecamatan-cicantayan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Dua Desa di Kadudampit Sukabumi yang Menjadi Pilihan Wisata Favorit Warga</title>
		<link>https://lingkarpena.id/ini-dua-desa-di-kadudampit-sukabumi-yang-menjadi-pilihan-wisata-favorit-warga/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/ini-dua-desa-di-kadudampit-sukabumi-yang-menjadi-pilihan-wisata-favorit-warga/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 28 Apr 2023 08:47:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kaki Gunung Gede Pangrango]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Kadudampit]]></category>
		<category><![CDATA[Pilihan Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Favorit Warga]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=30391</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/ini-dua-desa-di-kadudampit-sukabumi-yang-menjadi-pilihan-wisata-favorit-warga/" title="Ini Dua Desa di Kadudampit Sukabumi yang Menjadi Pilihan Wisata Favorit Warga" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Dua desa menjadi buruan warga sebagai pilihan favorit liburan lebaran. Objek destinasi wisata tersebut berada di wilayah Kecamatan Kadudampit, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Diketahui dua desa yang dijadikan tempat favorit  berwisata antara lain Desa Gede Pangrango dan Desa Sukamaju. Kedua desa ini tepatnya berada di kaki Gunung Gede Pangrango.</p>
<p>Wisatawan akan melalui jalan baru Lintas Utara Curug Cinumpang, kemudian juga melewati Jembatan Merah yang menjadi penghubung Kecamatan Kadudampit dan Sukabumi.</p>
<p>Para wisatawan nantinya selain akan disuguhkan pemandangan indah Curug Cinumpang juga dapat melihat jembatan merah yang sangat mempesona dan menawan hati.</p>
<figure id="attachment_30393" aria-describedby="caption-attachment-30393" style="width: 1002px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-30393" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2023/04/WhatsApp-Image-2023-04-28-at-15.41.08-1-e1682671464969-200x112.jpeg" alt="" width="1002" height="561" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2023/04/WhatsApp-Image-2023-04-28-at-15.41.08-1-e1682671464969-200x112.jpeg?v=1682671449 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2023/04/WhatsApp-Image-2023-04-28-at-15.41.08-1-e1682671464969-640x358.jpeg?v=1682671449 640w" sizes="(max-width: 1002px) 100vw, 1002px" /><figcaption id="caption-attachment-30393" class="wp-caption-text">Kolam air yang menjadi daya tarik wisatawan lokal maupun luar Sukabumi.| Azis Ramdhani</figcaption></figure>
<p>Salah satu pengunjung wisata, Wahyu (54) bersama Istri dan anaknya yang merupakan warga Kampung Unrus Sukabumi mengatakan, mereka sengaja datang kelokasi wisata ini karena tempatnya bagus dan sangat alami.</p>
<p>&#8220;Tempat wisatanya sangat cocok untuk liburan bersama keluarga,&#8221; ujar Wahyu kepada Lingkarpena.id Jumat (28/4/23)..</p>
<p>&#8220;Tak hanya itu, kita juga bisa berjalan kaki sambil menikmati pemandangan jembatan merah yang merupakan jembatan penghubung antar desa. Pemandangan alamnya sangat mempesona. Enak dipandang apalagi untuk foto-foto bersama keluarga,&#8221; singkatnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/ini-dua-desa-di-kadudampit-sukabumi-yang-menjadi-pilihan-wisata-favorit-warga/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dibawah Gagasan PT SCG dan Dinas Perikanan, Bentuk Kampung Lele</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dibawah-gagasan-pt-scg-dan-dinas-perikanan-bentuk-kampung-lele/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dibawah-gagasan-pt-scg-dan-dinas-perikanan-bentuk-kampung-lele/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 02 Mar 2023 23:51:24 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[PERIKANAN]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Perikanan]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Pembentukan Kampung Lele]]></category>
		<category><![CDATA[PT SCG]]></category>
		<category><![CDATA[Rapat Diskusi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=28557</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dibawah-gagasan-pt-scg-dan-dinas-perikanan-bentuk-kampung-lele/" title="Dibawah Gagasan PT SCG dan Dinas Perikanan, Bentuk Kampung Lele" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Sebagai tindak lanjut dari program GESARI yang digagas oleh PT SCG, Dinas Perikanan dan SCG (Semen Jawa) melakukan rapat pembahasan mengenai pembentukan Kampung Lele di Desa Sukamaju dan Desa Wangunreja Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Program ini merupakan implementasi dari program Pemberdayaan masyarakat PT. SCG dan PT. Tambang Semen dalam pengembangan ekonomi produktif di masyarakat pada Dua Desa tersebut.</p>
<p>Pencanangan Kampung Lele ini sejalan dengan program Dinas Perikanan, dimana pada akhir tahun 2022 Dinas Perikanan sudah mengusulkan kedua desa tersebut untuk ditetapkan sebagai Kampung Perikanan Budidaya dengan Komoditas lele kepada KKP.</p>
<p>&#8220;Desa Sukamaju sudah sejak tahun 2021 menjadi desa binaan Dinas Perikanan dan PT. SCG dalam hal pembenihan ikan lele, berawal dari 1 kelompk pembudidaya kini tumbuh menjadi 4 kelompok dengan anggota mencapai 60 orang dengan luas areal pembenihan sekitar 1.5 Ha,&#8221; kata Dida Ketua kelompok Budidaya Ikan Lumbung Berkah Desa Sukamaju tersebut.</p>
<p>Salah satu program kerja untuk tahun 2023 ini adalah sertifkiasi CPIB (Cara Pembenihan Ikan yang Baik) dan percontohan budidaya ikan lele dengan sasaran sekolah menengah yang ada di sekitar Desa Sukamaju dengan tujuan menumbuhkan jiwa entrepreunuer dalam bidang perikanan.</p>
<p>&#8220;Untuk para lulusan sekolah nanti diharapkan akan menghasilkan pembudidaya ikan milenial yang juga secara tidak langsung mendukung program kerja dari Gubernur Jawa Barat tentang petani milenial,&#8221; harapnya.</p>
<p>Untuk mewujudkan Kampung Lele ini diharapkan kolaborasi antara pemerintah, masyarakat , swasta , akademisi dan media bisa terwujud sehingga konsep pentahelic dalam pembangunan dengan tujuan untuk mengembangkan inovasi serta mendukung terwujudnya Sustainable Development Goals (SDGs) dalam mencapai percepatan pembangunan ekonomi,  ketahanan pangan dan energi, kesejahteraan, serta perbaikan lingkungan hidup.(*)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dibawah-gagasan-pt-scg-dan-dinas-perikanan-bentuk-kampung-lele/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Cuaca Buruk Sebabkan Longsor di Dua Desa di Kecamatan Simpenan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/cuaca-buruk-sebabkan-longsor-di-dua-desa-di-kecamatan-simpenan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/cuaca-buruk-sebabkan-longsor-di-dua-desa-di-kecamatan-simpenan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 23 Dec 2022 07:59:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Cuaca Buruk]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kabupaten sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Simpenan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=26555</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/cuaca-buruk-sebabkan-longsor-di-dua-desa-di-kecamatan-simpenan/" title="Cuaca Buruk Sebabkan Longsor di Dua Desa di Kecamatan Simpenan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Hujan dengan intensitas tinggi yang disertai angin kencang pada Kamis 22 Desember 2022 yang terjadi di wilayah Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi, menyebabkan terjadinya bencana longsor.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun melalui petugas penanggulangan bencana kecamatan (P2BK) Simpenan, Dandi Sulaeman dalam keterangannya yang disampaikan Pusdalops-PB BPBD Kabupaten Sukabumi menjelaskan, bencana longsor di Kecamatan Simpenan terjadi di dua desa.</p>
<p>Longsor di Kampung Cimapag RT 04/09 Desa Loji terjaadi sekitar pukul 19:00 WIB. Sementara di Desa Cidadap longsor juga terjadi di Kampung Selakopi RT 05/05 dalam waktu yang hampir bersamaan.</p>
<p>&#8220;Jadi akibat kontur tanah melemah terjadi amblas dan membuat bangunan Tanggul Penahan Tanah (TPT) ambruk dan menimpa rumah milik Iyus Parli warga RT 04/09 Desa Loji ini,&#8221; terang Dandi yang diterima awak media, Jumat (23/12/2022).</p>
<p>Selain rumah Parli, material longsoran dengan tinggi 4 meter dan lebar 3 meter juga  mengancam rumah dua warga lainnya yaitu Aden Perdiansyah dan Ius Candra.</p>
<p>Selain di Desa Loji bencana longsor juga terdapat di Kampung Selakopi RT 04/09 Dsa Cidadap. Longsor dengan ukuran tinggi 2 meter dan lebar 2 meter menimpa rumah milik Asep Sidiq.</p>
<p>&#8220;Akibat bencana itu satu rumah warga mengalami rusak. Petugas bersama warga setempat secara bergotong-royong membersihkan material longsoran,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Selepas melakukan asessment petugas gabungan dari unsur Muspika Kecamatan Simpenan dan para relawan bencana turut memberikan himbauan kepada wagra setempat. Namun untuk mengantisipasi terjadinya longsor susulan di lokasi harus segera di pasang bronjong.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/cuaca-buruk-sebabkan-longsor-di-dua-desa-di-kecamatan-simpenan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Rendam 60 Rumah di Simpenan Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/banjir-rendam-60-rumah-di-simpenan-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/banjir-rendam-60-rumah-di-simpenan-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2022 18:21:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Curah Hujan Tinggi]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Simpenan]]></category>
		<category><![CDATA[Puluhan Rumah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=26273</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/banjir-rendam-60-rumah-di-simpenan-sukabumi/" title="Banjir Rendam 60 Rumah di Simpenan Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Hujan deras yang terjadi pada Senin 12 Desember 2022 mengakibatkan banjir dan merendam puluhan rumah warga di Kecmatan Simpenan Kabupaten Sukabumi Jawa Barat.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun dari petugas penanggulangan bencana kecamatan (P2BK) Simpenanan Dandi Sulaeman dari lokasi bencana menyampaikan, banjir merendam sebanyak 60 rumah dengan jumlah 73 Kepala Keluarga.</p>
<p>Banjir mulai terjadi sejak pukul 18:00 WIB dengan ketinggian 50 centimeter hingga 1 meter pada pemukiman warga. Banjir terjadi di Dua Desa Kecamatan Simpenan.</p>
<figure id="attachment_26275" aria-describedby="caption-attachment-26275" style="width: 357px" class="wp-caption aligncenter"><img decoding="async" class=" wp-image-26275" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-00.47.30-e1670869196899-200x112.jpeg" alt="" width="357" height="200" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-00.47.30-e1670869196899-200x112.jpeg?v=1670869184 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2022/12/WhatsApp-Image-2022-12-13-at-00.47.30-e1670869196899-640x358.jpeg?v=1670869184 640w" sizes="(max-width: 357px) 100vw, 357px" /><figcaption id="caption-attachment-26275" class="wp-caption-text"><em>Warga yang terdampak banjir mengungsi di rumah warga yang lebih aman.| Ist</em></figcaption></figure>
<p>&#8220;Ya, banjir terjadi di Kampung Bagbagan Desa Cibuntu dan Blok Cipanas RT 03/03 Desa Cidadap Kecamatan Simpenan. Air di pemukiman warga mencapai 1 meter,&#8221; terang Dandi, saat dihubungi LINGKARPENA.ID Selasa (13/12) dini hari.</p>
<p>Menurut Dandi, banjir disebabkan luapan air dari pesawahan akibat tingginya curah hujan. Sebagian warga yang terdampak banjir sudah diungsiikan ke titik rumah yang lebih aman.</p>
<p>&#8220;Saat ini, pukul 01:00 WIB dini hari ketinggian air masih se lutut orang dewasa. Kami bersama relawan dan unsur Muspika masih siaga dilokasi bencana,&#8221; terangnya.</p>
<p>Lanjut Dandi, petugas terbagi beberapa bagian dalam penanganan bencana. Sebab pada jalur utama jalan Simpenan tepatnya di Cisarakan juga terjadi longsor akibat hujan deras pada Senin sore hingga malam.</p>
<p>&#8220;Data sementara yang tercatat, yang terdampak banjir sekitar 60 rumah dengan 73 Kepala Keluarga. Kerugian yang diakibatkan banjir masih dalam pendataan dengan pemerintah desa setempat,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Petugas di lokasi turut menghimbau warga masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca masih ekstrem.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/banjir-rendam-60-rumah-di-simpenan-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>94 Rumah di Lima Kampung di Gegerbitung Sukabumi Disapu Angin Puting Beliung</title>
		<link>https://lingkarpena.id/94-rumah-di-lima-kampung-di-gegerbitung-sukabumi-disapu-angin-puting-beliung/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/94-rumah-di-lima-kampung-di-gegerbitung-sukabumi-disapu-angin-puting-beliung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Sep 2022 15:57:58 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Dua Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Gegerbitung]]></category>
		<category><![CDATA[Lima Kangpung]]></category>
		<category><![CDATA[Puluhan KK Mengungsi]]></category>
		<category><![CDATA[Puluhan Rumah Rusak]]></category>
		<category><![CDATA[Puting Beliung]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=23293</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/94-rumah-di-lima-kampung-di-gegerbitung-sukabumi-disapu-angin-puting-beliung/" title="94 Rumah di Lima Kampung di Gegerbitung Sukabumi Disapu Angin Puting Beliung" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Bencana angin puting beliung mengamuk di 5 lima Kampung, di Kecamatan Gegerbitung, Kabupaten Sukabumi, Senin 12 September 2022. Puluhan rumah di dua desa mengalami rusak akibat hantaman angin puting beliung tersebut.</p>
<p>Bencana angin puting beliung terjadi sekitar pukul 16.30 wib. Peristiwa tersebut sebelumnya terjadi hujan lebat yang disertai angin.</p>
<p>Angin puting beliung terjadi di Kampung Datar Dangdeur RT 06/03, Kampung Manonjaya RT 07/03 Desa Cijurey. Selain di Desa Cijurey angin puting beliung memporak porandakan di Desa Karangjaya dan menghantam 3 Kampung.</p>
<p><img decoding="async" class=" wp-image-23295 aligncenter" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2022/09/WhatsApp-Image-2022-09-12-at-22.51.14-200x112.jpeg" alt="" width="357" height="200" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2022/09/WhatsApp-Image-2022-09-12-at-22.51.14-200x112.jpeg?v=1662998070 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2022/09/WhatsApp-Image-2022-09-12-at-22.51.14-640x358.jpeg?v=1662998070 640w" sizes="(max-width: 357px) 100vw, 357px" /></p>
<figure id="attachment_23296" aria-describedby="caption-attachment-23296" style="width: 357px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-23296" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2022/09/WhatsApp-Image-2022-09-12-at-22.50.24-200x112.jpeg" alt="" width="357" height="200" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2022/09/WhatsApp-Image-2022-09-12-at-22.50.24-200x112.jpeg?v=1662998072 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2022/09/WhatsApp-Image-2022-09-12-at-22.50.24-640x358.jpeg?v=1662998072 640w" sizes="auto, (max-width: 357px) 100vw, 357px" /><figcaption id="caption-attachment-23296" class="wp-caption-text"><em>Petugas dan relawan gabungan saat melakukan pendataan.| Ist</em></figcaption></figure>
<p>Ketiga Kampung yang turut dilanda puting beliung yaitu Kampung Tegal Tengah RT 02, 03/01, Kampung Ranca Bungur RT 04/01 dan Kampung Ranca Bungur RT 05/02 Desa Karangjaya, Kecamatan Gegerbitung.</p>
<p>&#8220;Setelah mendapat laporan kami bersama-sama unsur muspika dan relawan gabungan segera melakukan asesmen dibeberapa lokasi bencana angin puting beliung,&#8221; ujar Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan P2BK Gegerbitung, Ofieq dalam keterangan tertulisnya yang diterima lingkarpena, Senin (12/9) malam.</p>
<figure id="attachment_23297" aria-describedby="caption-attachment-23297" style="width: 357px" class="wp-caption aligncenter"><img loading="lazy" decoding="async" class=" wp-image-23297" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2022/09/WhatsApp-Image-2022-09-12-at-22.49.59-200x112.jpeg" alt="" width="357" height="200" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2022/09/WhatsApp-Image-2022-09-12-at-22.49.59-200x112.jpeg?v=1662998174 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2022/09/WhatsApp-Image-2022-09-12-at-22.49.59-640x358.jpeg?v=1662998174 640w" sizes="auto, (max-width: 357px) 100vw, 357px" /><figcaption id="caption-attachment-23297" class="wp-caption-text"><em>Kondisi rumah warga rusak akibat angin puting beliung.| Ist</em></figcaption></figure>
<p>Lanjutnya, &#8220;Sebanyak 94 unit rumah di 5 Kampung di Desa Cijurey dan Karangjaya mengalami rusak akibat angin puting beliung,&#8221; sambung Ofieq.</p>
<p>Berdasarkan data tim relawan gabungan di lapangan dari 94 unit rumah yang mengalami rusak diantaranya 15 rumah rusak berat, 58 unit rusak sedang dan 21 rusak ringan.</p>
<p>&#8220;Selain rumah, satu Masjid, 1 unit Majlis Taklim dan Sekolah Madrasah Diniyah turut rusak akibat bencana angin puting beliung yang terjadi sore tadi,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Sementara ini korban angin puting beliung sudah dievakuasi. 15 Kepala Keluarga (KK) mengungsi di rumah tetangga, 15 KK lainnya mengungsi ke rumah saudaranya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/94-rumah-di-lima-kampung-di-gegerbitung-sukabumi-disapu-angin-puting-beliung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
