<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Penangkaran Penyu &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/penangkaran-penyu/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Fri, 15 May 2026 09:34:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Penangkaran Penyu &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Long Weekend: Wisatawan Padati Konservasi Penyu Pangumbahan Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/long-weekend-wisatawan-padati-konservasi-penyu-pangumbahan-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/long-weekend-wisatawan-padati-konservasi-penyu-pangumbahan-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 15 May 2026 09:33:06 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Panjang]]></category>
		<category><![CDATA[Long Weekend]]></category>
		<category><![CDATA[Pangumbahan Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelepasan Tukik]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkaran Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Pantai Pangumbahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=65742</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/long-weekend-wisatawan-padati-konservasi-penyu-pangumbahan-sukabumi/" title="Long Weekend: Wisatawan Padati Konservasi Penyu Pangumbahan Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Momen libur panjang dimanfaatkan ratusan wisatawan untuk mengunjungi kawasan Konservasi Penyu Pangumbahan di Pantai Pasir Putih, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jumat (15/5/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sejak sore hari, area bibir pantai mulai dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan prosesi pelepasan tukik—anak penyu—ke laut lepas. Wisatawan terlihat antusias mengabadikan momen langka tersebut sambil berkumpul bersama keluarga dan rombongan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Suasana pantai terpantau ramai namun tetap kondusif. Deburan ombak khas pantai selatan menjadi latar alami saat puluhan tukik dilepas menuju habitatnya, menciptakan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik tetapi juga edukatif.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah seorang pengunjung, Lidia (22) asal Bogor, mengaku sengaja datang untuk menikmati libur panjang sekaligus menyaksikan langsung pelepasan tukik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Ini pertama kalinya saya melihat pelepasan anak penyu secara langsung. Seru dan jadi pengalaman baru, apalagi pemandangan pantainya indah,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hal senada disampaikan Erik (35), wisatawan asal Sukabumi Ia menilai aktivitas konservasi tersebut menjadi sarana edukasi yang tepat, terutama bagi anak-anak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kegiatan seperti ini bagus untuk mengenalkan pentingnya menjaga penyu dan ekosistem laut. Apalagi saat long weekend, pengunjungnya sangat ramai,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Konservasi Penyu Pangumbahan sendiri dikenal sebagai pusat perlindungan penyu hijau (Chelonia mydas) yang terancam punah. Dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, kawasan ini memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan hidup penyu melalui patroli telur, penetasan semi-alami, hingga pelepasan tukik.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pantai Pangumbahan juga merupakan salah satu lokasi pendaratan penyu terbesar di Jawa Barat. Selain menikmati panorama pasir putih, wisatawan dapat belajar mengenai siklus hidup penyu melalui fasilitas edukasi yang tersedia di kawasan tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pelepasan tukik biasanya dilakukan pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Namun, pengunjung diimbau untuk tetap mematuhi aturan, seperti tidak membuat kebisingan berlebih dan menghindari penggunaan lampu kilat, guna menjaga kenyamanan penyu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kawasan ini juga termasuk bagian dari Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang memiliki nilai konservasi tinggi. Upaya pelestarian terus dilakukan untuk melindungi penyu dari ancaman kepunahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/long-weekend-wisatawan-padati-konservasi-penyu-pangumbahan-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Libur Lebaran! Eduwisata Penangkaran Penyu di Pajampangan Dunia Satwa Langka</title>
		<link>https://lingkarpena.id/libur-lebaran-eduwisata-penangkaran-penyu-di-pajampangan-dunia-satwa-langka/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/libur-lebaran-eduwisata-penangkaran-penyu-di-pajampangan-dunia-satwa-langka/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 01 Apr 2025 13:35:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Eduwisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Libur Lebaran]]></category>
		<category><![CDATA[Pangumbahan Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkaran Penyu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=50708</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/libur-lebaran-eduwisata-penangkaran-penyu-di-pajampangan-dunia-satwa-langka/" title="Libur Lebaran! Eduwisata Penangkaran Penyu di Pajampangan Dunia Satwa Langka" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Kemana mengajak anak anda mengisi libur lebaran 1446 H sekarang? Setidaknya ada tempat liburan yang pas, yakni Eduwisata Penangkaran Penyu di Pantai Pangumbahan, lokasinya terletak di Kampung Ciburial, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Untuk menuju ke lokasi eduwisata Penangkaran Penyu Pangumbahan dibutuhkan waktu empat jam perjalanan dari Kota Sukabumi. Jika anda berniat mengunjunginya, dari Kota Sukabumi disarankan mengambil jalan arah Palabuahanratu &#8211; Kiaradua &#8211; Jampangkulon dan berahir di Kota kecil Surade. Kondisi ruas jalan tersebut cukup bagus, namun perlu berhati hati, usai bencana Maret 2025 lalu masih ada titik titik sisa longsor yang belum rampung diperbaiki, meskipun bisa dilalui.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Saat menuju ke sana, selama diperjalanan anda akan disuguhi panorama alam dengan hijaunya hamparan kebun teh, ngarai curam, dan rimbunya pepohonan menambah lengkap petualangan berlibur ke daerah Pajampangan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setibanya di Kota kecil Surade, untuk menuju ke Eduwisata Penangkaran penyu , perjalanan dilanjutkan menuju kawasan wisata Ujunggenteng, berjarak</p>
<p>berjarak 18 kilo meter. Tidak sulit untuk sampai ke tempat tersebut. Cukup bertanya ke warga, anda akan diarahkan dengan bahasa ramah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berkunjung ke pantai sepertinya menjadi momen menyenangkan untuk mengisi libur lebaran 1446 H / 2025 ini. Pantai Pangumbahan termasuk ke dalam deretan surga tersembunyi di pesisir Barat Pulau Jawa. Letaknya satu hamparan dengan objek wisata Ujunggenteng.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pantai Pangumbahan memiliki hamparan pasir silika yang menawan. Pasirnya berasal dari batuan tertua di Provinsi Jawa Barat, yang terletak di sekitar garis pantai. Pecahan atau reruntuhan bebatuan ini menghasilkan kuarsa yang biasa masyarakat gunakan untuk penyaringan air alami. Uniknya, pasir silika putih bersih tersebut akan berkilauan ketika terpapar sinar matahari.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Salah satu daya tarik yang ada di Pantai Pangumbahan adalah melihat atraksi penyu bertelur. Aktivitas ini menjadi momen langka yang bisa pengunjung temui. Mengingat penyu hanya akan bertelur ketika musim panas sekitar bulan Mei sampai Agustus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Jika ingin menyaksikan bagaimana penyu bertelur, Anda bisa datang sekitar pukul 19.00 WIB hingga 02.00 WIB. Namun, ketika proses bertelur berlangsung, pengunjung wajib menjaga volume suara atau tidak gaduh. Pasalnya, penyu cukup sensitif dengan suara-suara bising.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pantai Pangumbahan Sukabumi sendiri memiliki program pelestarian penyu yang sangat aktif. Tim sukarelawan dan penjaga pantai bekerja sama dalam memantau serta melindungi telur-telur penyu. Kemudian melepaskan anak penyu yang baru menetas ke laut ketika usianya sudah mencukupi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pantai Pangumbahan menjadi kawasan konservasi penyu. Disana telah dibangun beberapa fasilitas dan sarana informasi seputar satwa penyu. Berkunjung ke sana anda akan diberikan informasi seputar hewan bertempurung, penyu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berkunjung ke Pantai Pangumbahan sangat beruntung, selain bisa berwisata di alam terbuka, juga akan menambah perbendaharaan pengetahuan seputar dunia satwa langka. Selamat berlibur.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/libur-lebaran-eduwisata-penangkaran-penyu-di-pajampangan-dunia-satwa-langka/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Rekomendasi Tempat Liburan Sukabumi Selatan, Ada Penangkaran Penyu dan Museum Megalodon</title>
		<link>https://lingkarpena.id/rekomendasi-tempat-liburan-sukabumi-selatan-ada-penangkaran-penyu-dan-museum-megalodon/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/rekomendasi-tempat-liburan-sukabumi-selatan-ada-penangkaran-penyu-dan-museum-megalodon/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Jan 2025 14:50:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Curug]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Megalodon]]></category>
		<category><![CDATA[pantai minajaya]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Palangpang]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai Ujung Genteng]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkaran Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi Selatan]]></category>
		<category><![CDATA[Tempat Liburan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=48409</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/rekomendasi-tempat-liburan-sukabumi-selatan-ada-penangkaran-penyu-dan-museum-megalodon/" title="Rekomendasi Tempat Liburan Sukabumi Selatan, Ada Penangkaran Penyu dan Museum Megalodon" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kemana mengajak anak anda libur panjang sekarang? Setidaknya ada dua tempat liburan yang pas, yakni Eduwisata Penangkaran Penyu di Pantai Pangumbahan, dan Eduwisata Museum Megalodon. Keduanya berada di Sukabumi Selatan, tepatnya di Pajampangan.</p>
<p>Lokasi Eduwisata Penangkaran Penyu Pantai Pangumbahan terletak di Kampung Ciburial, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap. Sementara Eduwisata Museum Megalodon terletak di Kampung Salenggang, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Untuk menuju kedua tempat tersebut dibutuhkan waktu empat jam perjalanan dari Kota Sukabumi. Jika berniat mengunjunginya, dari Kota Sukabumi disarankan mengambil jalan arah Palabuahanratu &#8211; Kiaradua &#8211; Jampangkulon dan berahir di Kota kecil Surade.</p>
<p>Kondisi ruas jalan tersebut cukup bagus, namun perlu berhati hati, usai bencana Desember 2024 lalu masih ada titik titik sisa longsor yang belum rampung diperbaiki, meskipun bisa dilalui.</p>
<p>Saat menuju ke sana, selama diperjalanan anda akan disuguhi panorama alam dengan hijaunya hamparan kebun teh, ngarai curam, dan rimbunya pepohonan menambah lengkap petualangan berlibur ke Pajampangan.</p>
<p>Setibanya di Kota kecil Surade, untuk menuju ke Eduwisata Museum Megalodon, perjalanan dilanjutkan menuju Kampung Salenggang, akses masuknya dari Jalan ruas Cibarehong &#8211; Cibungur.</p>
<p>Sementara jika ingin langsung menuju ke Eduwisata Penangkaran Penyu Pantai Pangumbahan, dari Surade perjalanan dilanjutkan menuju ke arah Ujunggenteng, berjarak 18 kilo meter. Tidak sulit untuk sampai ke tempat tersebut. Cukup bertanya ke warga, anda akan diarahkan dengan bahasa ramah.</p>
<p><strong>Museum Megalodon</strong></p>
<p>Museum Megalodon pertama di Indonesia itu berdiri di samping Balai Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi. Di luar negeri, museum seperti itu hanya ada di Peru, Inggris, dan Amerika. Karena sangat jarang, Museum Megalodon Gunungsungging sempat menjadi perhatian dunia internasional.</p>
<p>Di Museum berukuran 6 x 8 meter itu tersimpan segudang informasi seputar Megalodon. Ratusan fosil gigi hiu purba atau megalodon, moluska, ambergris, hingga tulang paus, gigi paus, dan lumba-lumba purba terpajang disana. Hingga kini tercatat ada 524 fosil.</p>
<p>Museum itu didirikan masyarakat lokal bekerja sama dengan Pemerintah Desa Gunungsungging sebagai pusat wisata dan edukasi.</p>
<p>Keberadaan fosil-fosil hewan purba itu membuktikan bahwa pada masa Miosen (12-23 juta tahun lalu), kawasan Pajampangan Sukabumi merupakan lautan yang kaya akan keanekaragaman hayati.</p>
<p>Dengan mengunjungi Museum Megalodon anda, terutama anak anda, secara tak langsung telah berwisata sambil menimba ilmu.</p>
<p><strong>Penangkaran Penyu</strong></p>
<p>Berkunjung ke pantai sepertinya menjadi momen menyenangkan untuk mengisi libur panjang ahir pekan.<br />
Pantai Pangumbahan sendiri terletak di Desa Pangumbahan, Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat. Pantai ini termasuk ke dalam deretan surga tersembunyi di pesisir Barat Pulau Jawa.</p>
<p>Pantai Pangumbahan memiliki hamparan pasir silika yang menawan. Pasirnya berasal dari batuan tertua di Provinsi Jawa Barat, yang terletak di sekitar garis pantai. Pecahan atau reruntuhan bebatuan ini menghasilkan kuarsa yang biasa masyarakat gunakan untuk penyaringan air alami. Uniknya, pasir silika putih bersih tersebut akan berkilauan ketika terpapar sinar matahari.</p>
<p>Salah satu daya tarik yang ada di Pantai Pangumbahan adalah melihat atraksi penyu bertelur. Aktivitas ini menjadi momen langka yang bisa pengunjung temui. Mengingat penyu hanya akan bertelur ketika musim panas sekitar bulan Mei sampai Agustus.</p>
<p>Jika ingin menyaksikan bagaimana penyu bertelur, Anda bisa datang sekitar pukul 19.00 WIB hingga 02.00 WIB. Namun, ketika proses bertelur berlangsung, pengunjung wajib menjaga volume suara atau tidak gaduh. Pasalnya, penyu cukup sensitif dengan suara-suara bising.</p>
<p>Pantai Pangumbahan Sukabumi sendiri memiliki program pelestarian penyu yang sangat aktif. Tim sukarelawan dan penjaga pantai bekerja sama dalam memantau serta melindungi telur-telur penyu. Kemudian melepaskan anak penyu yang baru menetas ke laut ketika usianya sudah mencukupi.</p>
<p>Pantai Pangumbahan menjadi kawasan konservasi penyu. Disana telah dibangun beberapa fasilitas dan sarana informasi seputar satwa penyu. Berkunjung ke sana anda akan diberikan informasi seputar hewan bertempurung, penyu.</p>
<p>Berkunjung ke Pantai Pangumbahan sangat beruntung, selain bisa berwisata di alam terbuka, juga akan menambah perbendaharaan pengetahuan seputar dunia satwa langka. Selamat berlibur.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/rekomendasi-tempat-liburan-sukabumi-selatan-ada-penangkaran-penyu-dan-museum-megalodon/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Ini Dua Tempat Eduwisata di Sukabumi, Cocok saat Liburan Sekolah</title>
		<link>https://lingkarpena.id/ini-dua-tempat-eduwisata-di-sukabumi-cocok-saat-liburan-sekolah/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/ini-dua-tempat-eduwisata-di-sukabumi-cocok-saat-liburan-sekolah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 27 Jun 2024 14:53:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Eduwisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Liburan Sekolah]]></category>
		<category><![CDATA[Museum Megalodon]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkaran Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Sukabumi Selatan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=41594</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/ini-dua-tempat-eduwisata-di-sukabumi-cocok-saat-liburan-sekolah/" title="Ini Dua Tempat Eduwisata di Sukabumi, Cocok saat Liburan Sekolah" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kemana mengajak anak anda liburan selepas kenaikan kelas? Setidaknya ada dua tempat liburan yang pas, yakni Eduwisata Penangkaran Penyu di Pantai Pangumbahan dan Eduwisata Museum Megalodon. Keduanya berada di Sukabumi Selatan, tepatnya di Pajampangan.</p>
<p>Lokasi Eduwisata Penangkaran Penyu Pantai Pangumbahan terletak di Kampung Ciburial, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap. Sementara Eduwisata Museum Megalodon terletak di Kampung Salenggang, Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Untuk menuju kedua tempat tersebut dibutuhkan waktu empat jam perjalanan dari Kota Sukabumi. Jika berniat mengunjunginya, dari Kota Sukabumi disarankan mengambil jalan arah Palabuahanratu &#8211; Kiaradua &#8211; Jampangkulon dan berahir di Surade. Kondisi ruas jalan tersebut cukup bagus.</p>
<p>Saat menuju ke sana, selama diperjalanan anda akan disuguhi panorama alam dengan hijaunya hamparan kebun teh, ngarai curam, dan rimbunya pepohonan menambah lengkap petualangan berlibur ke Pajampangan.</p>
<p>Setibanya di Kota kecil Surade, untuk menuju ke Eduwisata Museum Megalodon, perjalanan dilanjutkan menuju Kampung Salenggang, akses masuknya dari Jalan Cibarehong Kelurahan Surade.</p>
<p>Sementara jika ingin langsung menuju ke Eduwisata Penangkaran Penyu Pantai Pangumbahan, dari Surade perjalanan dilanjutkan menuju ke arah Ujunggenteng, berjarak 18 kilo meter. Tidak sulit untuk sampai ke tempat tersebut. Cukup bertanya ke warga, anda akan diarahkan dengan bahasa ramah.</p>
<p><strong>Museum Megalodon</strong></p>
<p>Museum Megalodon pertama di Indonesia itu berdiri di samping Balai Desa Gunungsungging, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi Jawa Barat. Di luar negeri, museum seperti itu hanya ada di Peru, Inggris dan Amerika. Karena sangat jarang, Museum Megalodon Gunungsungging sempat menjadi perhatian dunia internasional.</p>
<p>Di Museum berukuran 6 x 8 meter itu tersimpan segudang informasi seputar Megalodon. Ratusan fosil gigi hiu purba atau megalodon, moluska, ambergris, hingga tulang paus, gigi paus, dan lumba-lumba purba terpajang disana. Hingga kini tercatat ada 524 fosil</p>
<p>Museum itu didirikan masyarakat lokal bekerja sama dengan Pemerintah Desa Gunungsungging sebagai pusat wisata dan edukasi.</p>
<p>Keberadaan fosil-fosil hewan purba itu membuktikan bahwa pada masa Miosen (12-23 juta tahun lalu), kawasan Pajampangan Sukabumi merupakan lautan yang kaya akan keanekaragaman hayati.</p>
<p>Dengan mengunjungi Museum Megalodon anda, terutama anak anda, secara tak langsung telah berwisata sambil menimba ilmu.</p>
<p><strong>Penangkaran Penyu</strong></p>
<p>Berkunjung ke pantai sepertinya menjadi momen menyenangkan untuk mengisi liburan sekolah selepas kenaikan kelas. Pantai Pangumbahan sendiri terletak di Desa Pangumbahan, Ciracap, Sukabumi, Jawa Barat. Pantai ini termasuk ke dalam deretan surga tersembunyi di pesisir barat Pulau Jawa.</p>
<p>Pantai Pangumbahan memiliki hamparan pasir silika yang menawan. Pasirnya berasal dari batuan tertua di Provinsi Jawa Barat, yang terletak di sekitar garis pantai. Pecahan atau reruntuhan bebatuan ini menghasilkan kuarsa yang biasa masyarakat gunakan untuk penyaringan air alami. Uniknya, pasir silika putih bersih tersebut akan berkilauan ketika terpapar sinar matahari.</p>
<p>Salah satu daya tarik yang ada di Pantai Pangumbahan adalah melihat atraksi penyu bertelur. Aktivitas ini menjadi momen langka yang bisa pengunjung temui. Mengingat penyu hanya akan bertelur ketika musim panas sekitar bulan Mei sampai Agustus.</p>
<p>Jika ingin menyaksikan bagaimana penyu bertelur, Anda bisa datang sekitar pukul 19.00 WIB hingga 02.00 WIB. Namun, ketika proses bertelur berlangsung, pengunjung wajib menjaga volume suara atau tidak gaduh. Pasalnya, penyu cukup sensitif dengan suara-suara bising.</p>
<p>Pantai Pangumbahan Sukabumi sendiri memiliki program pelestarian penyu yang sangat aktif. Tim sukarelawan dan penjaga pantai bekerja sama dalam memantau serta melindungi telur-telur penyu. Kemudian melepaskan anak penyu yang baru menetas ke laut ketika usianya sudah mencukupi.</p>
<p>Pantai Pangumbahan menjadi kawasan konservasi penyu. Disana telah dibangun beberapa fasilitas dan sarana informasi seputar satwa penyu. Berkunjung ke sana anda akan diberikan informasi seputar hewan bertempurung, penyu.</p>
<p>Berkunjung ke Pantai Pangumbahan sangat beruntung, selain bisa berwisata di alam terbuka, juga akan menambah perbendaharaan pengetahuan seputar dunia satwa langka. Selamat berlibur.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/ini-dua-tempat-eduwisata-di-sukabumi-cocok-saat-liburan-sekolah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Wisata Edukasi Penangkaran Penyu Pantai Pangumbahan Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/wisata-edukasi-penangkaran-penyu-pantai-pangumbahan-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/wisata-edukasi-penangkaran-penyu-pantai-pangumbahan-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 20 Apr 2024 12:03:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Ciracap Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pantai pangumbahan]]></category>
		<category><![CDATA[Penangkaran Penyu]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Edukasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=39687</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/wisata-edukasi-penangkaran-penyu-pantai-pangumbahan-sukabumi/" title="Wisata Edukasi Penangkaran Penyu Pantai Pangumbahan Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Salah satu objek wisata edukasi di Pajampangan yang belakangan dibanjiri pengunjung adalah Pantai Pangumbahan,terletak di Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi. Disana, pengunjung disuguhi beragam informasi seputar hewan bertempurung, penyu.</p>
<p>Bahkan, ada satu atraksi menarik yang selalu ditunggu pengunjung, yakni atraksi pelepasan tukik ( anak penyu ) ke laut lepas. Kegiatan tersebut adalah Ahir dari proses penangkaran, dari mulai telur dan dieramkan kemudian menetas jadi tukik lalu dilepasliarkan ke laut bebas.</p>
<p>Untuk menuju ke Pantai Pangumbahan, dari Pantai Cibuaya mengarah ke Barat sekitar 1 kilo meter. Secara administratif Pantai Pangumbahan berada di Kampung/Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Dijelaskan Kepala Konservasi Penyu Pangumbahan Ade Herdy Yunanto, SP, saat ini ada beberapa fasilitas yang tersedia, antara lain mesjid, laboratorium, kantin, ruang pencerahan, penginapan, menara pengawas, dan galery cindera mata.</p>
<p>&#8220;Jika ada perorangan atau rombongan yang ingin tahu tentang penyu, kami telah mempersiapkan ruang pencerahan dan pematerinya. Itu gratis,&#8221; jelasnya.</p>
<p>Lebih lanjut, dalam mengelola kawasan Konservasi Penyu di Pangumbahan, kata Ade , kami telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, antara lain dengan Karang Taruna Desa Pangumbahan, Kelompok Konservasi Penyu Sukabumi, Powasmas Genteng Nusantara, dan Kelompok Ekopatih (Ekowisata Pasirputih).</p>
<p>Telur penyu yang dihasilkan dari Pantai Pangumbahan, pada tahun 2023 , dari indukan berjumlah 7000 ekor menghasilkan 97.000 tukik (anak penyu).</p>
<p>&#8220;Masa produktif penyu yang bertelur antara bulan Juni hingga Desember. Dan telur yang dihasilkan tidak untuk dijual, melainkan untuk penangkaran,&#8221; jelas Ade.</p>
<p>Pengunjung yang ingin melihat proses penyu bertelur dikenakan biaya sebesar Rp 75 ribu untuk umum dan Rp 150 ribu untuk rombongan.</p>
<p>Sementara harga tiket masuk ke kawasan konservasi penyu Pangumbahan Rp 10 ribu untuk umum dan Rp 5 ribu untuk anak anak.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/wisata-edukasi-penangkaran-penyu-pantai-pangumbahan-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
