LINGKARPENA.ID | Momen libur panjang dimanfaatkan ratusan wisatawan untuk mengunjungi kawasan Konservasi Penyu Pangumbahan di Pantai Pasir Putih, Desa Pangumbahan, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jumat (15/5/2026).
Sejak sore hari, area bibir pantai mulai dipadati pengunjung yang ingin menyaksikan prosesi pelepasan tukik—anak penyu—ke laut lepas. Wisatawan terlihat antusias mengabadikan momen langka tersebut sambil berkumpul bersama keluarga dan rombongan.
Suasana pantai terpantau ramai namun tetap kondusif. Deburan ombak khas pantai selatan menjadi latar alami saat puluhan tukik dilepas menuju habitatnya, menciptakan pengalaman wisata yang tidak hanya menarik tetapi juga edukatif.
Salah seorang pengunjung, Lidia (22) asal Bogor, mengaku sengaja datang untuk menikmati libur panjang sekaligus menyaksikan langsung pelepasan tukik.
“Ini pertama kalinya saya melihat pelepasan anak penyu secara langsung. Seru dan jadi pengalaman baru, apalagi pemandangan pantainya indah,” ujarnya.
Hal senada disampaikan Erik (35), wisatawan asal Sukabumi Ia menilai aktivitas konservasi tersebut menjadi sarana edukasi yang tepat, terutama bagi anak-anak.
“Kegiatan seperti ini bagus untuk mengenalkan pentingnya menjaga penyu dan ekosistem laut. Apalagi saat long weekend, pengunjungnya sangat ramai,” katanya.
Konservasi Penyu Pangumbahan sendiri dikenal sebagai pusat perlindungan penyu hijau (Chelonia mydas) yang terancam punah. Dikelola oleh Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Barat, kawasan ini memiliki peran penting dalam menjaga kelangsungan hidup penyu melalui patroli telur, penetasan semi-alami, hingga pelepasan tukik.
Pantai Pangumbahan juga merupakan salah satu lokasi pendaratan penyu terbesar di Jawa Barat. Selain menikmati panorama pasir putih, wisatawan dapat belajar mengenai siklus hidup penyu melalui fasilitas edukasi yang tersedia di kawasan tersebut.
Pelepasan tukik biasanya dilakukan pada sore hari sekitar pukul 17.00 WIB dan menjadi daya tarik utama bagi wisatawan. Namun, pengunjung diimbau untuk tetap mematuhi aturan, seperti tidak membuat kebisingan berlebih dan menghindari penggunaan lampu kilat, guna menjaga kenyamanan penyu.
Kawasan ini juga termasuk bagian dari Geopark Ciletuh-Palabuhanratu yang memiliki nilai konservasi tinggi. Upaya pelestarian terus dilakukan untuk melindungi penyu dari ancaman kepunahan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan pesisir.






