<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>PMI Asal Sukabumi &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/pmi-asal-sukabumi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Tue, 16 Dec 2025 16:11:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.1.4</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>PMI Asal Sukabumi &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Jenazah Buruh Migran Asal Sukabumi Tertahan di Kamboja, Keluarga Mohon Bantuan KDM dan Pemerintah</title>
		<link>https://lingkarpena.id/jenazah-buruh-migran-asal-sukabumi-tertahan-di-kamboja-keluarga-mohon-bantuan-kdm-dan-pemerintah/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/jenazah-buruh-migran-asal-sukabumi-tertahan-di-kamboja-keluarga-mohon-bantuan-kdm-dan-pemerintah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 16 Dec 2025 16:11:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[SOSOK]]></category>
		<category><![CDATA[Jenazah PMI]]></category>
		<category><![CDATA[Keluarga Minta Bantuan KDM]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja Migran Indonesia PMI]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Asal Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Tertahan di Kamboja]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=60181</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/jenazah-buruh-migran-asal-sukabumi-tertahan-di-kamboja-keluarga-mohon-bantuan-kdm-dan-pemerintah/" title="Jenazah Buruh Migran Asal Sukabumi Tertahan di Kamboja, Keluarga Mohon Bantuan KDM dan Pemerintah" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Ria Rianti, warga Kampung Cidangdeur, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, memohon bantuan kepada Kang Dedi Mulyadi (KDM) serta pemerintah untuk memulangkan jenazah adiknya, Deni Sugiarto (36), yang meninggal dunia di Kamboja pada Juli 2025 lalu.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga kini, jenazah almarhum masih tertahan di Yim Funeral Service, kawasan Wat Steung Mencay, Kamboja. Keluarga mengaku tidak mampu menanggung biaya pemulangan jenazah yang mencapai sekitar Rp120 juta.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut penuturan Ria, pihak otoritas di Kamboja hanya memberikan dua pilihan kepada keluarga, yakni jenazah dimakamkan di Kamboja atau dipulangkan ke Indonesia dengan biaya ditanggung sepenuhnya oleh pihak keluarga. Karena status almarhum sebagai buruh migran, biaya pemulangan tersebut tidak ditanggung oleh pemerintah setempat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Waktu itu kami ditawarkan dua pilihan, dimakamkan di sana atau dipulangkan dengan biaya sendiri. Karena status kerja almarhum buruh migran, biayanya sangat tinggi, sampai Rp120 juta,” ujar Ria saat ditemui, Selasa (16/12/2025).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Deni Sugiarto diketahui meninggal dunia akibat sakit pada 17 Juli 2025. Kabar duka tersebut diterima keluarga pada 25 Juli 2025 dari petugas yang berada di Kamboja. Sejak saat itu, keluarga meminta agar proses pemulangan jenazah ditunda sambil berupaya mengumpulkan dana.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pihak pengelola pemulasaraan jenazah di Kamboja memberikan batas waktu hingga 19 Desember 2025. Apabila hingga tenggat waktu tersebut biaya belum terpenuhi, keluarga khawatir akan adanya keputusan sepihak terkait pemakaman jenazah di Kamboja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ria mengungkapkan, keluarga sebelumnya tidak mengetahui bahwa almarhum berangkat untuk bekerja ke Kamboja. Almarhum sempat berpamitan akan bekerja ke Singapura. Namun, setelah berada di luar negeri, barulah keluarga mengetahui bahwa ia bekerja di Kamboja.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Dia bilang mau ke Singapura. Setelah sampai sana, baru bilang ternyata kerja di Kamboja,” ungkap Ria.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kasus ini kembali menambah daftar warga Sukabumi yang diduga menjadi korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO) atau penipuan kerja di Kamboja. Keluarga berharap pemerintah daerah, pemerintah provinsi Jawa Barat, hingga pemerintah pusat dapat turun tangan memberikan solusi kemanusiaan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ria menyebutkan, pihak keluarga telah mengajukan permohonan bantuan kepada Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Pemerintah Provinsi Jawa Barat, serta Kementerian Luar Negeri Republik Indonesia. Namun hingga kini, bantuan belum dapat disalurkan secara penuh karena terkendala aturan dan keterbatasan anggaran.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami sangat berharap ada perhatian dan bantuan dari pemerintah. Kami hanya ingin jenazah adik kami bisa dipulangkan dan dimakamkan di kampung halamannya,” pungkas Ria dengan nada harap.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/jenazah-buruh-migran-asal-sukabumi-tertahan-di-kamboja-keluarga-mohon-bantuan-kdm-dan-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kabar Duka: Seorang PMI Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Suriah, Keluarga: Minta Pemerintah Pulangkan Jenazah</title>
		<link>https://lingkarpena.id/kabar-duka-seorang-pmi-asal-sukabumi-meninggal-dunia-di-suriah-keluarga-minta-pemerintah-pulangkan-jenazah/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/kabar-duka-seorang-pmi-asal-sukabumi-meninggal-dunia-di-suriah-keluarga-minta-pemerintah-pulangkan-jenazah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 28 Sep 2024 13:41:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NASIONAL]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Cikakak Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Duka]]></category>
		<category><![CDATA[KBRI Suriah]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Pekerja Migran Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[PMI Asal Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=44508</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/kabar-duka-seorang-pmi-asal-sukabumi-meninggal-dunia-di-suriah-keluarga-minta-pemerintah-pulangkan-jenazah/" title="Kabar Duka: Seorang PMI Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Suriah, Keluarga: Minta Pemerintah Pulangkan Jenazah" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) bernama Sri Erni Juniarti (42) asal Kecamatan Cikakak, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, dikabarkan meninggal dunia di Suriah.</p>
<p>Informasi itu diterima pihak keluarga Sri dari Kedutaan Besar Republik Indonesia  (KBRI) yang ada di Suriah, pada tanggal 20 September 2024 pekan lalu.</p>
<p>&#8220;Pada tanggal 19-20 kemarin, KBRI memberi kabar bahwa Sri Erni meninggal dunia. Katanya beliau jatuh saat bekerja dan mengalami pendarahan di otak,” ujar Bangbang kerabat dekat korban kepada awak media, Sabtu (28/9/2024).</p>
<p>Keluarga korban mengaku mendapati sejumlah kejanggalan terkait kematian almarhumah dan berharap jenazah segera dipulangkan ke tanah air.</p>
<p>Diketahui pada tahun 2022 lalu, Sri Erni Juniarti berangkat sebagai Pekerja Migran Indonesia ke negara Timur Tengah. Setahun kemudian keluarganya baru mengetahui bahwa Sri Erni bekerja di Suriah.</p>
<p>&#8220;Jadi tanggal 14 kemarin, saya sempat chat dengan almarhumah. Ia curhat kalau majikannya berbuat kasar, memukul kepala Erni menggunakan panci sampai berdarah. Ia juga minta didoakan supaya majikannya berubah jadi baik,&#8221; ujar Bambang.</p>
<p>Sebelum meninggal,kata Bambang, Sri Erni sempat bercerita bahwa ia mengalami perlakuan kasar dari majikannya.</p>
<p>Diceritakan Bambang, selama dua tahun bekerja di Suriah, Sri Erni hanya sekali mengirimkan gaji kepada keluarganya sebesar Rp20 juta pada tahun 2023. Namun, setelah itu, keluarga tidak menerima kiriman lagi.</p>
<p>&#8220;Gajinya katanya ada di kedutaan untuk satu tahun terakhir, tapi belum dikirim,&#8221; tambah Bangbang.</p>
<p>Sri Erni meninggalkan tiga anak dan seorang suami. Anak tertuanya kini duduk di kelas 5 SD, sementara anak bungsunya masih berusia 5 tahun dan baru memasuki PAUD.</p>
<p>Keluarga berharap agar jenazah Sri Erni segera dipulangkan ke Indonesia. “Sampai sekarang, kabar kapan jenazahnya dipulangkan belum ada. Suaminya yang sekarang berkomunikasi dengan KBRI,” jelas Bangbang.</p>
<p>Keluarga berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah untuk memulangkan jenazah dan menyelidiki lebih lanjut penyebab kematian Sri Erni yang dianggap janggal.</p>
<p>Sampai saat ini, jasad Sri Erni belum dipulangkan. Pihak keluarga terutama suaminya masih terus berupaya melakukan komunikasi dengan pihak terkait termasuk dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Suriah, untuk meminta jasad Sri Erni dipulangkan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/kabar-duka-seorang-pmi-asal-sukabumi-meninggal-dunia-di-suriah-keluarga-minta-pemerintah-pulangkan-jenazah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
