<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Terendam Banjir &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/terendam-banjir/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 May 2026 08:26:14 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Terendam Banjir &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Banjir Rendam Lima Rumah, Jalan Sagaranten–Cidolog Sempat Lumpuh</title>
		<link>https://lingkarpena.id/banjir-rendam-lima-rumah-jalan-sagaranten-cidolog-sempat-lumpuh/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/banjir-rendam-lima-rumah-jalan-sagaranten-cidolog-sempat-lumpuh/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 08:24:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Guyuran Hujan Deras]]></category>
		<category><![CDATA[Jalan Sagaranten-Cidolog]]></category>
		<category><![CDATA[Lima Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Sungai Cikaso]]></category>
		<category><![CDATA[Terendam Banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66154</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/banjir-rendam-lima-rumah-jalan-sagaranten-cidolog-sempat-lumpuh/" title="Banjir Rendam Lima Rumah, Jalan Sagaranten–Cidolog Sempat Lumpuh" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, selama sekitar delapan jam menyebabkan Sungai Cikaso meluap pada Senin (25/5/2026) pagi. Akibatnya, ruas Jalan Raya Sagaranten–Cidolog sempat tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Luapan Sungai Cikaso terjadi sekitar pukul 05.00 WIB setelah hujan deras mengguyur wilayah Sagaranten sejak Minggu malam pukul 19.00 WIB hingga Senin dini hari pukul 03.00 WIB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Genangan air setinggi sekitar 1,5 meter merendam ruas Jalan Raya Cidolog tepatnya di Kampung Legok Angka RT 007/RW 004, Desa Curugluhur, Kecamatan Sagaranten. Kondisi tersebut menyebabkan arus lalu lintas lumpuh sementara selama beberapa jam.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain menggenangi jalan utama, luapan air juga merendam lima rumah warga di Kampung Citiis RT 004/RW 001 Desa Curugluhur dengan ketinggian air mencapai sekitar 25 sentimeter atau setinggi betis orang dewasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Camat Sagaranten, R. Ade Ahsan Bratadiredja, mengatakan pihak kecamatan bersama unsur Forkopimcam dan relawan langsung turun ke lokasi untuk melakukan penanganan dan membantu warga terdampak.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Begitu menerima laporan, kami bersama unsur TNI-Polri, P2BK, perangkat desa dan para relawan langsung melakukan penanganan di lokasi. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ia menjelaskan, petugas gabungan melakukan pengamanan di lokasi, membantu pengendara yang akan melintas, hingga membersihkan rumah warga yang terdampak lumpur akibat luapan sungai.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kondisi saat ini sudah berangsur normal. Kendaraan roda dua dan roda empat sudah dapat melintas kembali sekitar pukul 09.30 WIB hingga 10.00 WIB. Warga juga telah bergotong royong membersihkan rumah masing-masing,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ade Ahsan mengimbau masyarakat yang tinggal di bantaran sungai agar tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat cuaca ekstrem masih berpotensi terjadi di wilayah Sukabumi selatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami mengimbau warga untuk tetap waspada terutama saat hujan deras berlangsung cukup lama. Jika debit air sungai mulai meningkat, segera mengamankan diri dan barang-barang penting ke tempat yang lebih aman,” tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam penanganan kejadian tersebut, sejumlah unsur terlibat di antaranya anggota Polsek Sagaranten, Koramil 2211 Sagaranten, Kecamatan Sagaranten, P2BK, Pemerintah Desa Curugluhur, Damkar, Dishub, Tagana, IPSM, serta para relawan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Hingga Senin siang, kondisi cuaca di lokasi dilaporkan cerah, situasi aman dan terkendali.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/banjir-rendam-lima-rumah-jalan-sagaranten-cidolog-sempat-lumpuh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Rendam Puskesmas Palabuhanratu, Pelayanan Lumpuh dan Peralatan Medis Terendam</title>
		<link>https://lingkarpena.id/banjir-rendam-puskesmas-palabuhanratu-pelayanan-lumpuh-dan-peralatan-medis-terendam/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/banjir-rendam-puskesmas-palabuhanratu-pelayanan-lumpuh-dan-peralatan-medis-terendam/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 13:05:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[hujan deras]]></category>
		<category><![CDATA[Pelayanan Lumpuh]]></category>
		<category><![CDATA[Peralatan Medias Terendam]]></category>
		<category><![CDATA[Puskesmas Palabuhanratu]]></category>
		<category><![CDATA[Terendam Banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66111</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/banjir-rendam-puskesmas-palabuhanratu-pelayanan-lumpuh-dan-peralatan-medis-terendam/" title="Banjir Rendam Puskesmas Palabuhanratu, Pelayanan Lumpuh dan Peralatan Medis Terendam" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Hujan deras yang mengguyur wilayah Palabuhanratu sejak Minggu siang (24/5/2026) menyebabkan banjir merendam Gedung Puskesmas Palabuhanratu di Kampung Cangehgar, Kelurahan dan Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi. Luapan air sungai yang berada di sekitar lokasi membuat seluruh ruangan pelayanan kesehatan terendam hingga setinggi sekitar satu meter atau setara dada orang dewasa.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 17.00 WIB setelah hujan berintensitas tinggi turun sejak pukul 12.00 WIB. Selain tingginya curah hujan, banjir juga dipicu kondisi aliran sungai yang sempit dan dangkal sehingga tidak mampu menampung debit air.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Akibat kejadian itu, aktivitas pelayanan kesehatan di Puskesmas Palabuhanratu untuk sementara tidak dapat dilakukan. Sejumlah peralatan elektronik, dokumen penting, hingga perlengkapan pelayanan medis ikut terendam dan hanyut terbawa arus di dalam gedung.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kepala Puskesmas Palabuhanratu, Ade Kartini Trisnawati, SKM., mengatakan pihaknya saat ini masih fokus melakukan penyelamatan aset dan penanganan darurat bersama para pegawai yang masih berada di lokasi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Curah hujan yang sangat tinggi menyebabkan air sungai meluap hingga masuk ke seluruh area gedung puskesmas. Saat ini pelayanan kesehatan sementara belum bisa dilakukan karena hampir semua ruangan terdampak banjir,” ujarnya kepada lingkarpena.id Minggu (24/5/2026) sore.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ade menuturkan, para pegawai berupaya menyelamatkan alat kesehatan, perangkat elektronik, serta dokumen penting agar kerusakan tidak semakin parah. Pihaknya juga terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi dan unsur Forkopimcam Palabuhanratu untuk penanganan lebih lanjut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Kami bersama karyawan berusaha mengevakuasi aset-aset pemerintah, terutama alat medis dan elektronik. Kami juga sudah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan serta unsur kecamatan untuk bantuan penanganan darurat,” katanya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam laporan sementara, kebutuhan mendesak yang diperlukan di lokasi antara lain sepatu bot, water jet, jas hujan, dan alat pembersih lumpur. Hingga kini petugas masih melakukan pendataan kerusakan dan menghitung total kerugian akibat bencana tersebut.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Sementara itu, unsur Kecamatan Palabuhanratu telah berada di lokasi untuk melakukan pemantauan dan membantu proses penanganan banjir. Kondisi di dalam gedung puskesmas dipenuhi lumpur serta barang-barang dan arsip yang mengambang terbawa genangan air.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/banjir-rendam-puskesmas-palabuhanratu-pelayanan-lumpuh-dan-peralatan-medis-terendam/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir dan Longsor di Cisolok Sukabumi, Kantor Dinas Pertanian Kebanjiran</title>
		<link>https://lingkarpena.id/banjir-dan-longsor-di-cisolok-sukabumi-kantor-dinas-pertanian-kebanjiran/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/banjir-dan-longsor-di-cisolok-sukabumi-kantor-dinas-pertanian-kebanjiran/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2025 07:38:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir dan Longsor]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kabupaten Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kantor Dinas Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Cisolok]]></category>
		<category><![CDATA[Terendam Banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=58128</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/banjir-dan-longsor-di-cisolok-sukabumi-kantor-dinas-pertanian-kebanjiran/" title="Banjir dan Longsor di Cisolok Sukabumi, Kantor Dinas Pertanian Kebanjiran" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Sukabumi pada Minggu (26/10/2025) sore menyebabkan bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah titik. Salah satu wilayah yang terdampak cukup parah adalah Kecamatan Cisolok. Banjir meluas merendam rumah warga dan fasilitas umum, termasuk Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Berdasarkan laporan lapangan, hujan dengan intensitas tinggi mengguyur kawasan Cisolok sejak siang hari hingga sore, menyebabkan air meluap dan menggenangi beberapa permukiman warga. Peristiwa tersebut dilaporkan terjadi sekitar pukul 17.30 WIB.</p>
<p>Selain merendam Kantor Dinas Pertanian, banjir juga menimbulkan kerusakan pada beberapa titik irigasi. Salah satunya adalah irigasi Cimarinjung yang dilaporkan jebol, sehingga menimbulkan luapan air ke permukiman warga di Kampung Cigoler. Akibatnya, sedikitnya 10 rumah warga terdampak oleh banjir tersebut.</p>
<p>Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Cisolok, Andry, menjelaskan bahwa sumber banjir berasal dari meluapnya aliran irigasi yang terhubung dengan Sungai Cimaja.</p>
<p>“Banjir tersebut merupakan luapan air dari irigasi Cimarinjung. Air meluap akibat curah hujan tinggi yang terjadi sejak siang hari,” ungkap Andry, saat dikonfirmasi Lingkarprna.id Senin (27/10).</p>
<p>Menurut Andry, pihaknya bersama unsur Forkopimcam dan relawan setempat langsung turun ke lokasi untuk melakukan pendataan dan membantu warga terdampak. Hingga malam hari, air berangsur surut, namun petugas tetap bersiaga mengantisipasi kemungkinan hujan susulan.</p>
<p>Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Aep Majmudin, membenarkan bahwa kantor dinas yang berada di wilayah Cisolok turut terdampak banjir akibat meluapnya irigasi di bagian atas bangunan kantor.</p>
<p>“Benar, air masuk ke area kantor akibat meluapnya irigasi yang berada di atas gedung. Hal ini dipicu oleh curah hujan yang cukup tinggi,” kata Aep saat dihubungi wartawan.</p>
<p>Meski demikian, Aep memastikan kondisi saat ini sudah terkendali. Genangan air di sekitar kantor mulai surut dan aktivitas pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa.</p>
<p>“Alhamdulillah, situasi sudah tertangani. Tidak ada kerusakan berat, dan pelayanan kepada masyarakat tetap kami jalankan seperti biasa,” ujarnya menegaskan.</p>
<p>Hingga berita ini diturunkan, tim BPBD Kabupaten Sukabumi bersama aparat kecamatan dan desa masih melakukan pemantauan di lapangan. Warga diimbau untuk tetap waspada mengingat kondisi cuaca di wilayah selatan Sukabumi masih berpotensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/banjir-dan-longsor-di-cisolok-sukabumi-kantor-dinas-pertanian-kebanjiran/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>BPBD Evakuasi Korban Banjir di Kelurahan Karangtengah Kota Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/bpbd-evakuasi-korban-banjir-di-kelurahan-karangtengah-kota-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/bpbd-evakuasi-korban-banjir-di-kelurahan-karangtengah-kota-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 09 Aug 2025 14:59:43 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir Limpasan]]></category>
		<category><![CDATA[Belasan Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[BPBD Kota Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Kelurahan Karangtengah]]></category>
		<category><![CDATA[Sumbatan Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[Terendam Banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=55411</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/bpbd-evakuasi-korban-banjir-di-kelurahan-karangtengah-kota-sukabumi/" title="BPBD Evakuasi Korban Banjir di Kelurahan Karangtengah Kota Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Sukabumi pada Sabtu sore, 9 gustus 2025 mengakibatkan belasan rumah di Kelurahan Karangtengah Kecamatan Gunungpuyuh terendam banjir.</p>
<p>Berdasarkan data sementara yang dilaporkan langsung oleh Petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Sukabumi, banjir terjadi di K ampung Ciseureuh RT 01/01 Kelurahan Karangtengah.</p>
<p>Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kota Sukabumi Novian Rahmat dalam keterangan resminya di lokasi bencana mengatakan, berdasarkan data sementara ada 18 rumah yang terendam banjir.</p>
<p>&#8220;Banjir disebabkan sumbatan saluran drainase karena sampah. Ketinggian banjir di loksi mencapai 60-100 centimeter,&#8221; jelasnya kepada awak media, Sabtu malam (9/8).</p>
<p>Lanjut Novian, saat ini sejumlah petugas BPBD masih di lokasi banjir untuk evakuasi dan membersihkan sampah-sampah yang menyumbat saluran air.</p>
<p>&#8220;Warga rumahnya yang terendam banjir tetap bertahan di rumahnya masing-masing. Anggota BPBD sekarang lagi bantu bersih bersih rumah dari lumpur bekas rendaman air limpasan,&#8221; terangnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/bpbd-evakuasi-korban-banjir-di-kelurahan-karangtengah-kota-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pendangkalan Irigasi: Puluhan Hektar Sawah di Ciemas Terendam Banjir, Petani Rugi hingga Ratusan Juta</title>
		<link>https://lingkarpena.id/pendangkalan-irigasi-puluhan-hektar-sawah-di-ciemas-terendam-banjir-petani-rugi-hingga-ratusan-juta/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/pendangkalan-irigasi-puluhan-hektar-sawah-di-ciemas-terendam-banjir-petani-rugi-hingga-ratusan-juta/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Apr 2025 13:50:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERTANIAN]]></category>
		<category><![CDATA[Cimarinjung Ciemas]]></category>
		<category><![CDATA[gagal panen]]></category>
		<category><![CDATA[Irigasi Dangkal]]></category>
		<category><![CDATA[Petani Merugi]]></category>
		<category><![CDATA[Ratusan Juta]]></category>
		<category><![CDATA[Terendam Banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=50921</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/pendangkalan-irigasi-puluhan-hektar-sawah-di-ciemas-terendam-banjir-petani-rugi-hingga-ratusan-juta/" title="Pendangkalan Irigasi: Puluhan Hektar Sawah di Ciemas Terendam Banjir, Petani Rugi hingga Ratusan Juta" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Areal pesawahan yang berada di Kampung Cimarinjung RT 001/009, Kedusunan Gunung Batu, Desa Ciwaru, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, terendam banjir dari luapan saluran irigasi Ciporeang &#8211; Cimarinjung, Rabu, 9 April 2025.</p>
<p>Banjir yang merendam areal pesawahan seluas 10 hektar itu terjadi akibat adanya pendangkalan pada saluran irigasi Ciporeang &#8211; Cimarinjung. Dampak dari banjir tersebut petani di Kampung Cimarinjung merugi akibat gagal panen.</p>
<p>Ketua Kelompok Tani Sinar Pantai, H. Eden Permana mengungkapkan, bahwa pendangkalan pada saluran irigasi Ciporeang &#8211; Cimarinjung, terjadi akibat banyaknya material longsoran berupa tanah dan batu yang masuk ke saluran irigasi, akibat musibah banjir pada Desember 2024 lalu.</p>
<p>&#8220;Sampai hari ini belum ada perhatian khusus dari pemerintah atau dinas terkait untuk meninjau areal pesawahan seluas 10 hektar yang terendam banjir tersebut. Akibat banjir itu petani merugi hingga ratusan juta rupiah. Sawah ini, sawah Produktif, setahun bisa 3 kali tanam,&#8221; ujarnya.</p>
<p>Dikatakan H. Eden, beberapa waktu lalu Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi sudah membangun pipanisasi melalui program irigasi cacing baru, untuk disambungkan dengan pipanisasi yang di bangun oleh hasil swadaya masyarakat petani Cimarinjung namun tidak evektif.</p>
<p>&#8220;Dikarenakan terkendala dengan tanah masyarakat, sebagian masyarakat menolak pembangunan pipanisasi yang melintasi tanah warga, dengan alasan, bila debit air sedang tinggi air suka meluap ke pemukiman. Sehingga saluran irigasi yang di bangun oleh pemerintahpun, tidak bisa maksimal,&#8221; ungkap H. Eden.</p>
<p>Ditegaskan H. Eden, saluran irigasi Ciporeang &#8211; Cimarinjung, menurutnya belum tersentuh bantuan pembangunan dari pemerintah.</p>
<p>&#8220;Kami bingung siapa kewenangannya untuk membangun irigasi tersebut apa dari dinas PSDA atau Dinas Pertanian,&#8221; sambungnya.</p>
<p>&#8220;Bukan hanya merendam sawah saja, bahkan bila ada hujan besar air meluap hingga masuk ke pemukiman warga. Karena pada saat ini air benar &#8211; benar tidak bisa terbuang dikarenakan antara sawah dan irigasi lebih tinggi saluran irigasi,&#8221; pungkas Eden.</p>
<p>Terkait masalah itu, warga berharap ada perhatian dan tindakan pemerintah terkait, khususnya dapat segera melakukan normalisasi di sepanjang saluran irigasi Ciporeang &#8211; Cimarinjung.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/pendangkalan-irigasi-puluhan-hektar-sawah-di-ciemas-terendam-banjir-petani-rugi-hingga-ratusan-juta/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Banjir Rendam 10 Rumah di Simpenan Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/banjir-rendam-10-rumah-di-simpenan-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/banjir-rendam-10-rumah-di-simpenan-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Dec 2022 01:05:44 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[10 Rumah]]></category>
		<category><![CDATA[Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Simpenan]]></category>
		<category><![CDATA[Penyempitan Drainase]]></category>
		<category><![CDATA[Terendam Banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=26135</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/banjir-rendam-10-rumah-di-simpenan-sukabumi/" title="Banjir Rendam 10 Rumah di Simpenan Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Bencana banjir di Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi pada Senin 5 Desember 2022 sedikitnya merendam 10 rumah warga.</p>
<p>Peristiwa bencana banjir terjadi sekitar pukul 14:00 WIB itu dialami warga Kampung Babakan RT 03/03 Desa Cidadap, Kecamatan Simpenan Kabupaten Sukabumi. Banjir disebabkan adanya penyempitan drainase.</p>
<p>Guyuran hujan deras yang terjadi sejak Senin siang menyebabkan debit air tinggi melalui pesawahan. Air tidak bisa tertampung oleh drainase, sehingga air meluap ke pemukiman warga RT 03 di Kampung Bagbagan tersebut.</p>
<p>&#8220;Ketinggian air di pemukiman warga mencapai 50 centi meter. Sebanyak 10 rumah warga terendam banjir,&#8221; ujar Dandi Sulaeman, seperti disampaikan melalui Pusdalops PB-BPBD Kabupaten Sukabumi kepada media.</p>
<p>Petugas penanggulangan bencana kecamatan segera berkoordinasi dengan unsur muspika Kecamatan Simpenan dan relawan bencana lainnya guna melakukan asessment ke lokasi kejadian.</p>
<p>&#8220;Butuh perbaikan drainase agar banjir tidak kembali terjadi. Penyempitan disebabkan pendangkalan juga sampah, sehingga tidak bisa menampung air dari pesawahan itu,&#8221; tambah Dandi.</p>
<p>Sepuluh kepala keluarga yang mengalami kebanjiran dalam keadaan selamat. Ada beberapa kerusakan ringan akibat terendam oleh banjir tersebut.</p>
<p>&#8220;Kami imbau warga untuk selalu menjaga lingkungan dan tidak membuang sampah sembarangan. Ya kalau bisa drainase yang mengalami pendangkalan dibersihkan secara individu atau gotong-royong agar terhindar dari banjir. Apalagi saat ini musim penghujan,&#8221; pungkasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/banjir-rendam-10-rumah-di-simpenan-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Puluhan Rumah Terdampak Banjir di Purabaya, 1 KK Mengungsi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/puluhan-rumah-terdampak-banjir-di-purabaya-1-kk-mengungsi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/puluhan-rumah-terdampak-banjir-di-purabaya-1-kk-mengungsi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Nov 2022 15:20:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Alam]]></category>
		<category><![CDATA[Bencana Banjir]]></category>
		<category><![CDATA[Kecamatan Purabaya]]></category>
		<category><![CDATA[Terendam Banjir]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=25308</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/puluhan-rumah-terdampak-banjir-di-purabaya-1-kk-mengungsi/" title="Puluhan Rumah Terdampak Banjir di Purabaya, 1 KK Mengungsi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Hujan deras yang terjadi pada Selasa 8 November 2022 kemarin menyebabkan puluhan rumah di dua Desa di Kecamatan Purabaya Kabupaten Sukabumi terdampak banjir.</p>
<p>Peristiwa banjir tersebut terjadi sekira pukul 17:25 WIB. Banjir kali ini terdapat di Enam Kampung, di Desa Purabaya dan Desa Neglasari Kecamatan Purabaya. Bencana banjir pertama disebabkan oleh meluapnya Sungai Cipurabaya.</p>
<p>Enam Kampung yang mengalami banjir diantaranya Kampung Pasir Huni RT 04/01, Kampung Purabaya RT 02/01, Kampung Purabaya RT 2b/01 Desa Purabaya. Sementara untuk Kampung lainnya banjir terjadi di Kampung Rawa Tepo RT 17/02, Miramontana, RT 16/02 dan Kampung Cipicung RT 17/02 Desa Neglasari.</p>
<p>&#8220;Banjir merambah ke pemukiman warga. 1 Kepala Keluarga atas nama Pak Khoer dengan jumlah 4 jiwa terpaksa mengungsi,&#8221; jelas Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Purabaya, Yanto Prayitno dalam keterangannya yang disampaikan Pusdaops PB BPBD Kabupaten Sukabumi kepada awak media, Rabu (9/11/22).</p>
<p>Berdasarkan data yang dihimpun petugas BPBD Kecamatan, sebanyak 17 rumah tinggal di Enam Kampung, Dua Desa yang terdampak banjir. Selain rumah tinggal dikabarkan tiga Ruko turut terendam oleh banjir tersebut.</p>
<p>&#8220;Banjir menjebol tembok sebuah pabrik kerupuk kemudian air melaup ke jalan dan merendam 3 rumah dan 3 Ruko. Selain itu faktor lain penyebab banjir yaitu aliran sungai yang dijadikan perumahan sehingga saat hujan lama air meluap ke pemukiman,&#8221; tambahnya.</p>
<p>Petugas dan unsur muspika beserta relawan bencana secara bersama-sama melakukan asesmen dan pendataa ke lokasi bencana. Selain itu petugas pun tak luput memberikan himbauan kepada warga masyarakat untuk tetap waspada. Menurut P2BK dibutuhkan secara mendesak seperti Peralatan Pembersih, Peralatan Tidur dan Pernaikan Saluran Irigasi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/puluhan-rumah-terdampak-banjir-di-purabaya-1-kk-mengungsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
