Kasi Tipidum Kejari Cibadak Dista Anggara.

Kurir Pembantu Kasus Sabu 402 Kg Jaringan Internasional Dituntut Hukuman Mati

HUKUM & KRIMINAL
Spread the love

Lingkarpena.id, Sukabumi – Lanjutan sidang salah satu terdakwa kurir narkoba jaringan Internasional atas nama Samsul Bahri alias Bompak bin Tawil dalam kasus sabu 402 kilogram yang  terungkap pada Kamis (04/06/2020) lalu di Jalan Miltonia VIII Blok D7 RW 25 Villa Taman Anggrek Desa Sukaraja Kecamatan Sukaraja Kabupaten Sukabumi beberapa waktu yang lalu.

Dalam persidangan yang dilangsungkan di Pengadilan Negeri Cibadak secara daring, Jaksa Penuntut umum membacakan tuntutannya dengan Pidana Mati terhadap terdakwa Samsul Bahri alias Bompak, Selasa (22/06/2021).

Baca juga:   13 Terdakwa Kasus Sabu Jaringan Internasional Diputuskan Hukuman Mati

Kepala Seksi (Kasi) Tindak Pidana Umum (Tipidum) Kejaksaan Negeri (Kejari) Cibadak Dista Anggara mengatakan kepada wartawan atas perbuatannya terdakwa telah melanggar pasal 114 ayat 2 junto pasal 32 ayat 1  dan Undang-undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman pidana mati.

Terdakwa Samsul Bahri merupakan salah satu terdakwa yang sempat menjadi buron alias daftar Pencarian Orang  (DPO), namun Akhirny bisa diringkus.

Baca juga:   13 Orang Terancam Hukuman Mati Terkait Narkoba Jaringan Internasional di Sukabumi

Lebih jauh Dista menerangkan tentang peran Bompak dalam kasus sabu 402 kilogram ini sebagai penyedia bahan bakar minyak dan ikut serta menurunkan karung-karung berisi sabu, dan ia adalah terdakwa yang terakhir ditangkap.

Jumlah terdakwa dalam kasus ini sebanyak 13 orang  yang empat diantaranya adalah WNA Iran. Sebanyak 12 orang lainnya sudah divonis hukuman mati. Sementara satu orang dijerat atas kasus Tindak Pidana Pencucian Uang (TPPU) mendapat hukuman penjara, serta ada pula satu orang yang masih berstatus DPO.

 

Reporter:   Eka Lesmana

Redaktur:  Dharmawan Hadi

Tinggalkan Balasan