Pesilat Jampangkulon Ukir Prestasi Nasional, Sabet Juara Festival Pencak Silat Nasional

LINGKARPENA.ID | Nama daerah Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, kembali bergema di tingkat nasional. Dua pesilat senior asal wilayah selatan Sukabumi, yakni; Koniyudin dan Ade Sunjoni, ini sukses menorehkan prestasi membanggakan dengan meraih Juara I pada ajang Festival Pencak Silat Se-Indonesia.

 

Pasangan pesilat sepuh tersebut keluar sebagai yang terbaik pada kategori Ijen/Berpasangan Sesepuh Putra untuk usia 60 tahun ke atas. Di tengah persaingan ketat dari berbagai daerah di Indonesia, keduanya mampu menunjukkan kualitas teknik, kekompakan gerak, serta penghayatan nilai-nilai pencak silat tradisional yang kuat.

 

Penampilan Koniyudin dan Ade Sunjoni mencuri perhatian dewan juri dan penonton. Setiap rangkaian jurus yang ditampilkan memadukan ketepatan teknik, keluwesan gerak, serta harmoni pasangan yang mencerminkan pengalaman panjang mereka di dunia pencak silat. Tak hanya soal kekuatan fisik, penampilan keduanya dinilai sarat makna filosofis dan nilai budaya, yang menjadi ruh utama pencak silat sebagai warisan leluhur bangsa.

Baca juga:  Festival Bunga Sukabumi Suka Bunga Meriahkan Rangkaian HJKS ke 153

 

Keberhasilan ini tidak diraih secara instan. Prestasi nasional tersebut merupakan buah dari perjalanan panjang, konsistensi latihan, serta dedikasi kedua pesilat dalam melestarikan pencak silat, khususnya di wilayah Jampangkulon. Meski telah memasuki usia sepuh, semangat mereka untuk terus berkarya dan berprestasi tetap menyala, menjadi teladan bagi generasi penerus.

 

Festival Pencak Silat Se-Indonesia sendiri merupakan ajang bergengsi yang mempertemukan pesilat dari berbagai provinsi. Selain sebagai arena kompetisi, kegiatan ini juga menjadi sarana pelestarian budaya, pertukaran ilmu, serta penguatan identitas pencak silat sebagai seni bela diri asli Indonesia yang telah diakui dunia.

Baca juga:  Langkah Strategis KNPI Dorong Ekonomi Kreatif Kalangan Pelajar dan Mahasiswa di Harlah Ke-52

 

Prestasi Koniyudin dan Ade Sunjoni diharapkan mampu menjadi pemantik semangat bagi generasi muda Jampangkulon untuk tidak hanya mengenal, tetapi juga mencintai dan menekuni pencak silat. Di tengah arus modernisasi, pencak silat tetap memiliki ruang penting sebagai identitas budaya, sarana pembentukan karakter, dan kebanggaan daerah.

 

Camat Jampangkulon, Dading, menyampaikan apresiasi dan rasa bangganya atas capaian tersebut. Menurutnya, kemenangan ini bukan hanya milik kedua pesilat, tetapi juga menjadi kebanggaan seluruh masyarakat Jampangkulon.

Baca juga:  Dua Pesohor Akan Ramaikan Jampang Ngabhuana 2. Inilah Rundown Acaranya

 

“Prestasi ini sangat membanggakan. Di usia yang tidak muda lagi, beliau-beliau masih mampu mengharumkan nama Jampangkulon di tingkat nasional. Ini menjadi bukti bahwa semangat, disiplin, dan kecintaan terhadap budaya mampu melahirkan prestasi luar biasa,” ujarnya.

 

Ia berharap keberhasilan ini dapat terus dijaga dan ditularkan kepada generasi muda, sehingga pencak silat tetap hidup, berkembang, dan menjadi kebanggaan Jampangkulon serta Kabupaten Sukabumi di masa mendatang.

Pos terkait