Hadiri Pengukuhan MUI Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Tekankan Sinergi Ulama dan Umara

Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi saat menghadiri pelantikan pengurus MUI Kab Sukabumi periode 2026 - 2031.[foto:ist]

LINGKARPENA.ID | Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, menghadiri pengukuhan Pengurus Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Sukabumi masa khidmat 2026–2031 yang berlangsung di Gedung Bazzul Asyhab, Pusbangdai, Desa Sukamulya, Kecamatan Cikembar, Selasa (1/9/2026).

 

Kehadiran Budi Azhar dalam agenda tersebut menjadi bentuk dukungan lembaga legislatif terhadap peran strategis MUI dalam membimbing umat, menjaga kerukunan, sekaligus memperkuat sinergi antara ulama dan pemerintah daerah.

 

Pengukuhan pengurus MUI Kabupaten Sukabumi mengusung tema “Mengokohkan Sinergi Ulama dan Umara dalam Mengawal Umat, Menjaga Kerukunan dan Mewujudkan Kabupaten Sukabumi yang Mubarakah.”

 

Kepengurusan MUI periode 2026–2031 merupakan hasil Musyawarah Daerah (Musda) XII yang digelar di Hotel Agusta Cikukulu pada 21–22 Juli 2026. Dalam musda tersebut, KH. E. Fatahillah Nadiri ditetapkan sebagai Ketua Umum MUI Kabupaten Sukabumi dan KH. Encep Hadiana sebagai Sekretaris Umum.

Baca juga:  Hadiri Pembekalan Teknis Pilkades Serentak, Bupati Marwan Sampaikan Hal Ini

 

Usai menghadiri prosesi pengukuhan, Budi Azhar menyampaikan ucapan selamat kepada jajaran pengurus MUI Kabupaten Sukabumi yang kembali mendapatkan amanah untuk menjalankan tugas selama lima tahun ke depan.

 

Ia berharap kepengurusan baru dapat mempertahankan berbagai program yang telah berjalan dengan baik, sekaligus melakukan evaluasi terhadap hal-hal yang masih perlu diperbaiki.

 

“Yang baik diteruskan, yang dianggap masih kurang diperbaiki dan menjadi lebih baik,” ujar Budi.

Baca juga:  Kapolres Sukabumi Tinjau Lokasi Bencana di Warungkiara Minta Stakeholder Sinergis

 

Menurutnya, keberadaan MUI memiliki posisi penting dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis. Karena itu, sinergi antara ulama, pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat perlu terus diperkuat untuk mendukung terwujudnya Kabupaten Sukabumi yang aman, rukun dan Mubarakah.

 

Budi juga menanggapi dukungan anggaran bagi kegiatan MUI hingga tingkat 47 kecamatan. Ia menyebut, pembahasan dukungan tersebut tentunya akan disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

 

“Saya kira nanti pemerintah daerah akan menghitung secara baik dengan kemampuan keuangan daerah. Saya selalu mendukung,” katanya.

 

Budi menegaskan, DPRD Kabupaten Sukabumi pada prinsipnya mendukung kegiatan-kegiatan positif yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, termasuk program MUI dalam bidang keagamaan, pembinaan umat dan menjaga kerukunan.

Baca juga:  Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi Kawal RAPBD 2027, Pastikan Anggaran Menjawab Kebutuhan Warga

 

Pengukuhan tersebut turut dihadiri jajaran pimpinan MUI Provinsi Jawa Barat, Bupati dan Wakil Bupati Sukabumi, Dewan Pertimbangan MUI Kabupaten Sukabumi Abuya KH. Abdullah Mukhtar, Kepala Kantor Kementerian Agama, Forkopimda, serta jajaran pengurus MUI tingkat kecamatan se-Kabupaten Sukabumi.

 

Dengan terbentuknya kepengurusan baru, MUI Kabupaten Sukabumi diharapkan semakin aktif mengambil peran dalam membimbing umat dan menjadi mitra strategis pemerintah dalam pembangunan daerah yang berlandaskan nilai-nilai keagamaan. (adv).

Pos terkait