LINGKARPENA.ID | Upaya menjaga kebersihan dan kelestarian lingkungan di Kabupaten Sukabumi tidak hanya bergantung pada pelayanan pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan aktif masyarakat. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Sukabumi pun terus mengoptimalkan pengangkutan sampah sekaligus mengajak warga membangun kebiasaan mengelola sampah sejak dari sumbernya, Senin (12/10/2026).
Melalui pelayanan rutin setiap hari, para petugas kebersihan dikerahkan untuk mengangkut sampah di sejumlah jalur yang telah ditetapkan. Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya menjaga kebersihan kawasan permukiman dan berbagai lingkungan aktivitas masyarakat.
Kepala Bidang Pengelolaan Persampahan DLH Kabupaten Sukabumi, Dede Jaenudin, mengatakan bahwa pelayanan persampahan mencakup sampah yang berasal dari rumah tangga, kawasan industri, perkantoran, hotel hingga restoran.
Menurutnya, penanganan sampah perlu dilakukan secara berkelanjutan agar lingkungan tetap bersih, asri, dan terjaga kelestariannya.
“Kami berkomitmen menciptakan keasrian dan kelestarian lingkungan dari timbulan sampah yang dihasilkan rumah tangga, industri, perkantoran, perhotelan, serta restoran,” ujar Dede.
Untuk mendukung pelayanan tersebut, DLH Kabupaten Sukabumi memiliki enam Koordinator Wilayah (Koorwil) pelayanan pengangkutan sampah. Ratusan petugas kebersihan juga disiagakan untuk mengambil sampah dari tempat penampungan sampah sementara (TPSS) di lingkungan permukiman warga.
Pembagian wilayah pelayanan ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pengangkutan sehingga sampah yang terkumpul dapat ditangani secara optimal.
Meski demikian, Dede menegaskan bahwa pengangkutan saja tidak cukup untuk menyelesaikan persoalan persampahan. Pengurangan volume sampah harus dimulai dari kebiasaan masyarakat dalam mengelola limbah yang dihasilkan setiap hari.
Ia mendorong warga untuk memilah sampah berdasarkan jenisnya serta memanfaatkan kembali material yang masih dapat digunakan. Sampah yang berpotensi didaur ulang juga dapat diolah menjadi produk bernilai ekonomi sehingga tidak seluruhnya berakhir di tempat pemrosesan akhir (TPA).
“Kita punya strategi bagaimana produksi sampah di semua sektor berkurang setiap harinya, yakni mendorong masyarakat agar melakukan pemilahan dan mendaur ulang berbagai jenis sampah untuk dijadikan nilai ekonomis tinggi. Karena penanganan sampah merupakan kewajiban kita semua, bukan hanya beban pemerintah daerah saja,” tegasnya.
Dede pun mengajak seluruh lapisan masyarakat Kabupaten Sukabumi untuk meningkatkan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan dengan menerapkan pengelolaan sampah yang bertanggung jawab.
Salah satu langkah yang dapat dilakukan ialah memisahkan sampah organik dan anorganik sejak dari rumah, mengurangi penggunaan barang sekali pakai, serta mendaur ulang sampah yang masih memiliki manfaat.
Dengan keterlibatan masyarakat dan dukungan pelayanan pengangkutan dari DLH, volume sampah yang dibawa ke TPA Cimenteng, Kecamatan Cikembar, diharapkan dapat ditekan. Kolaborasi tersebut menjadi salah satu kunci untuk mewujudkan lingkungan Kabupaten Sukabumi yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.(adv).






