Alih Fungsi Bangunan Berdampak Buruk, Ini Faktanya di Pasar Surade Sukabumi 

LINGKARPENA.ID – Kepala Satuan Pelayanan Pemeliharaan Jalan dan Jembatan (KSPPJJ-4) yang bertugas di BPJ UPTD 2 Entis Sutisna, menyoal adanya fenomena perubahan jalan dari mulai Pasar Rakyat Surade hingga pertigaan Bedeng Pasiripis. Pasalnya di lokasi tersebut terus menerus terbanjiri air selokan yang meluap ke bagian jalan.

Fenomena banjir disebabkan rendahnya kesadaran warga masyarakat dalam membuang sampah. Sehingga terjadi penyumbatan aktif outlet dari jalan yang dilintasi mulai Pasar hingga pertigaan Bedeng Pasiripis, kerap dibanjiri air selokan.

Baca juga:  Kebakaran Rumah di Nyalindung Sukabumi, Ini yang Dilakukan Warga

“Ini faktor penyebab nya dari rendahnya tingkat kesadaran warga, masih saja buang sampah ke saluran drainase. Ya sehingga saluran aktif outlet dari jalan yang melintas ke pasar. Juga penyebabnya banyak alih fungsi, jadi bangunan. Saluran jadi mengecil dan dangkal akhirnya tidak dapat menampung debit air ketika hujan datang. Maka jadilah banjir,” terangnya.

Penutupan drainase dengan cara dipatenkan dengan cor beton juga bukan cara baik yang dilakukan warga. Sebab saluran air tidak diberikan ruang (bak kontrol) pada drainase tersebut. Tetap saja air memilih ke jalan bukan mengalir pada tempatnya.

Baca juga:  BIN Pusat Suplai 1000 Dosis Vaksin Jenis Moderna untuk Sukabumi 

“Ya, dengan banyak alih fungsi pada drainase atau saluran air sehingga membuat air meluber dan banjir ke jalan terjadilah genangan. Ini hampir sepanjang jalan masuk Pasar Surade. Ya, sehingga jalan tidak awet dan pastina

Menurut Sutisna, dari pengelola dinas Bina Marga Provinsi sudah beberapa kali mencoba untuk koordinasi dengan pihak pengelola pasar. Namun sampai saat ini masih belom ada solusi dan tindakan dari pengelola pasar terkait situasi ini.

Baca juga:  Babeh Asjap Suport Atlet Kabupaten Sukabumi di Porprov Jabar

“Sudah, pihak dinas Bina Marga Provinsi berkali-kali untuk membicarakan masalah limbah air selokan juga jalan untuk mencari solusi. Tapi hingga sampai saat ini belum ada tindakan juga solusi yang didapat,” terangnya.

 

 

 

 

 

 

Reporter: Lingkarpena.id

Redaktur: Akoy Khoerudin

Pos terkait