LINGKARPENA.ID | Di balik upaya menghadirkan pelayanan kesehatan hingga pelosok desa, kondisi infrastruktur masih menjadi tantangan yang tak mudah diatasi. Hal itu dirasakan UPTD Dalduk Kecamatan Ciemas saat memberikan pelayanan keluarga berencana (KB) kepada masyarakat Desa Mekarjaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, dalam rangkaian program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-130 Tahun Anggaran 2026, Selasa (13/10/2026).
Jalan yang rusak dan jarak tempuh yang cukup jauh membuat pelayanan belum mampu menjangkau seluruh warga sesuai sasaran yang telah didata. Di tengah keterbatasan tersebut, petugas tetap berupaya memberikan akses layanan KB bagi masyarakat yang membutuhkan.
Kepala UPTD Dalduk Kecamatan Ciemas, Neng Yuli S., menilai kegiatan TMMD menjadi kesempatan penting untuk mendekatkan pelayanan pemerintah kepada masyarakat, terutama warga di wilayah pedesaan yang menghadapi kendala aksesibilitas.
Menurutnya, kehadiran program lintas sektor seperti TMMD tidak hanya memberikan manfaat melalui pembangunan fisik, tetapi juga membuka ruang bagi masyarakat untuk memperoleh pelayanan dasar, termasuk dalam bidang keluarga berencana.
Meski demikian, kondisi jalan menuju lokasi menjadi salah satu hambatan yang memengaruhi jangkauan pelayanan. Berdasarkan hasil pendataan, layanan KB dalam kegiatan tersebut baru menjangkau sekitar 50 persen dari sasaran yang telah ditetapkan.
“Kami sangat mengapresiasi kegiatan TMMD di Desa Mekarjaya. Namun, dalam pelaksanaan pelayanan KB, kami menghadapi kendala akses jalan yang rusak dan jaraknya cukup jauh, sehingga pelayanan belum bisa maksimal,” ujar Neng Yuli S.
Puluhan Warga Manfaatkan Layanan KB
Di tengah berbagai keterbatasan, pelayanan KB yang dilaksanakan dalam kegiatan TMMD tetap dimanfaatkan masyarakat. Berdasarkan data UPTD Dalduk Kecamatan Ciemas, tercatat 35 orang menjalani pemasangan implan, tujuh orang mendapatkan pelayanan pencabutan implan, lima orang memperoleh pil KB, dan dua orang mendapatkan pelayanan suntik KB.
Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas akses masyarakat terhadap layanan keluarga berencana. Namun, masih adanya sasaran yang belum terlayani menjadi pekerjaan lanjutan bagi petugas agar manfaat program dapat dirasakan secara lebih merata.
Neng Yuli menegaskan, pihaknya tidak ingin keterbatasan pelayanan selama kegiatan TMMD menjadi akhir dari upaya menjangkau masyarakat. Sebagai tindak lanjut, UPTD Dalduk Kecamatan Ciemas berencana kembali menggelar pelayanan KB di Kantor Desa Mekarjaya.
Pemilihan kantor desa diharapkan dapat menjadi alternatif yang lebih mudah dijangkau warga, sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat yang belum memperoleh pelayanan untuk datang dan memanfaatkan fasilitas yang tersedia.
“Kami berencana kembali melakukan pelayanan KB di Kantor Desa Mekarjaya. Harapannya, masyarakat yang belum mendapatkan pelayanan bisa datang dan terlayani, sehingga program KB dapat menjangkau lebih banyak warga,” ungkapnya.
Akses Pelayanan Menjadi Pekerjaan Bersama
Upaya memperluas pelayanan KB di wilayah pedesaan bukan semata-mata berkaitan dengan ketersediaan tenaga kesehatan dan alat kontrasepsi. Kemudahan akses menuju lokasi pelayanan juga menjadi faktor penting agar masyarakat dapat memperoleh layanan sesuai kebutuhan.
Karena itu, pelayanan lanjutan yang direncanakan UPTD Dalduk Kecamatan Ciemas diharapkan mampu menutup sebagian kesenjangan jangkauan yang muncul selama kegiatan TMMD berlangsung.
Lebih jauh, pelayanan tersebut menjadi gambaran bahwa pembangunan desa membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Pembangunan infrastruktur perlu berjalan beriringan dengan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat, termasuk pelayanan kesehatan keluarga dan perencanaan kelahiran.
Melalui sinergi pemerintah daerah dan TNI dalam kegiatan TMMD ke-130, UPTD Dalduk Kecamatan Ciemas berharap program Bangga Kencana dapat menjangkau lebih banyak keluarga di Desa Mekarjaya.
Dengan demikian, manfaat pembangunan tidak hanya dirasakan melalui perubahan kondisi fisik wilayah, tetapi juga melalui terbukanya akses pelayanan yang mendukung kualitas hidup masyarakat hingga ke pelosok Kabupaten Sukabumi.(adv).






