SUKABUMI – Atlet karate usia dini asal Sukabumi, Nafisah Assyifaa (11), berhasil menorehkan prestasi membanggakan di ajang International Open Senkaido Karate Championship Series 8 Tahun 2026. Kejuaraan bergengsi tersebut digelar di GOR Ciracas, Jakarta, pada 16-18 Oktober 2026.
Siswi Madrasah Ibtidaiyah Swasta (MIS) Cibatu, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi ini mewakili Dojo Merdeka Sukabumi United Shokaido Jawa Barat. Berbekal latihan keras, Nafisah sukses menyabet Juara 1 pada Kategori 211 (SD Kelas 4-6 KATA Hijau-Biru Putri) dan membawa pulang piala kehormatan ke tanah Sunda.
Prestasi gemilang ini tentu membawa kebahagiaan mendalam bagi keluarga, khususnya kedua orang tuanya, Sigit Ahmad dan Wika Nurjanah, yang berasal dari Desa Cibatu, Kecamatan Cisaat Kabupaten Sukabumi.

Harapan Orang Tua
Menanggapi pencapaian putrinya, Sigit Ahmad menyampaikan rasa syukur dan harapannya agar sang anak dapat terus berkembang, tidak hanya di bidang olahraga tetapi juga dalam akhlak.
“Alhamdulillah, harapan kami sebagai orang tua, semoga ananda terus berprestasi, menjadi anak yang salehah, dan bisa mengharumkan nama keluarga, sekolah, khususnya Kota dan Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat di kancah yang lebih tinggi lagi,” ujar Sigit Ahmad, Ahad (18/10/2026).
Kritik untuk Pemerintah Daerah
Namun, di balik senyum kebanggaan tersebut, Sigit menyoroti realitas pahit yang dihadapi oleh para atlet usia dini di daerah. Ia menilai potensi atlet muda di Kota dan Kabupaten Sukabumi sangat luar biasa, namun belum diimbangi dengan dukungan nyata dari pemerintah daerah, khususnya dari pihak Walikota, Bupati dan dinas terkait.
Sigit mengungkapkan bahwa beban finansial untuk mengantarkan anak berprestasi di tingkat nasional maupun internasional sepenuhnya bertumpu pada orang tua.
“Pada kesempatan ini juga, kami ingin menyampaikan sedikit kritik dan harapan untuk Pemerintah Kabupaten Sukabumi dari bidang olahraga. Potensi anak-anak di daerah sangat luar biasa, namun dukungan untuk atlet usia dini masih sangat minim. Hampir semua biaya pendaftaran, transportasi, dan akomodasi selama kejuaraan ini masih mandiri dari orang tua,” tegas Sigit.
Panggilan untuk Pemerintah dan Pembina Olahraga
Melalui prestasi yang diraih Nafisah, Sigit berharap hal ini dapat menjadi bahan evaluasi bagi para pemangku kebijakan. Ia mendesak agar pemerintah, melalui Kemenpora, Federasi Olahraga Karate-do Indonesia (FORKI), Dispora, serta pihak terkait lainnya, dapat lebih hadir dan peduli.
“Kami berharap ke depan pemerintah daerah bisa memberikan perhatian, fasilitas latihan yang layak, serta pembinaan untuk dojo-dojo kecil di daerah. Agar tidak ada lagi bibit-bibit juara yang berhenti di tengah jalan karena terkendala biaya, dan mereka bisa terus mengharumkan nama bangsa,” pungkas Sigit.






