LINGKARPENA.ID | Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kabupaten Sukabumi mulai mencari alternatif pembiayaan untuk menutupi kekurangan anggaran persiapan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XV Jawa Barat. Salah satu langkah yang ditempuh yakni menjalin kemitraan dengan kalangan pengusaha dan dunia usaha, dengan kebutuhan tambahan dana diperkirakan mencapai Rp2 miliar.
Kekurangan anggaran tersebut terutama berkaitan dengan pengadaan perlengkapan, peralatan pertandingan, serta sejumlah kebutuhan penunjang lainnya untuk memastikan persiapan kontingen Kabupaten Sukabumi berjalan maksimal.
Upaya mencari dukungan pendanaan itu mengemuka dalam rapat koordinasi persiapan Porprov XV Jawa Barat yang digelar di Pendopo Kabupaten Sukabumi, Rabu (21/10/2026). Pertemuan tersebut melibatkan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah (Baperida), KONI, Staf Ahli Bupati, Dinas Kebudayaan, Pemuda, dan Olahraga (Disbudpora), Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi, serta Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI).
Sekretaris Umum KONI Kabupaten Sukabumi, Ahmad Fakhrizal, mengatakan keterlibatan dunia usaha menjadi salah satu opsi untuk memenuhi kebutuhan anggaran yang belum dapat terakomodasi melalui dana hibah pemerintah daerah.
Menurut Ahmad, pihaknya berencana memperluas komunikasi dengan Asosiasi Pengusaha Indonesia (APINDO), PHRI, forum tanggung jawab sosial perusahaan atau CSR, serta berbagai unsur pelaku usaha lainnya.
“Kami ingin berkolaborasi dan berbagi peran. Kalau kebutuhan melalui anggaran daerah dan hibah belum tercukupi, kami berikhtiar mencari dukungan melalui forum-forum dunia usaha,” ujar Ahmad.
Ia menjelaskan, KONI tidak ingin seluruh beban pembiayaan persiapan Porprov hanya bertumpu pada pemerintah daerah. Dukungan dari sektor swasta diharapkan menjadi bentuk gotong royong untuk menunjang kebutuhan atlet dan pelaksanaan program pembinaan.
Ahmad mengungkapkan, komunikasi awal dengan sejumlah pihak telah mendapatkan respons yang cukup baik. Meski demikian, dukungan tersebut masih memerlukan proses lanjutan, termasuk koordinasi internal masing-masing organisasi dengan para anggotanya.
“Kami memahami kondisi keuangan daerah dan situasi ekonomi saat ini. Karena itu, kami tidak ingin membebani pelaku usaha. Kami berharap ada kontribusi sesuai kemampuan yang bisa membantu memenuhi kebutuhan olahraga,” katanya.
Dari sisi pembiayaan, KONI Kabupaten Sukabumi saat ini menerima anggaran hibah sebesar Rp6 miliar. Dana tersebut dibagi untuk mendukung sejumlah tahapan persiapan menuju ajang olahraga tingkat provinsi tersebut.
Sebanyak Rp3 miliar dialokasikan untuk pemusatan latihan yang berlangsung pada Agustus hingga Oktober. Sementara itu, sisa anggaran sebesar Rp3 miliar harus digunakan untuk memenuhi berbagai kebutuhan lanjutan, sehingga masih terdapat perkiraan kekurangan dana sekitar Rp2 miliar.
Kondisi tersebut mendorong KONI untuk mencari sumber pendanaan tambahan agar kebutuhan teknis pertandingan maupun perlengkapan atlet tidak menghambat persiapan menuju Porprov XV Jawa Barat.
Di sisi lain, Kepala Disbudpora Kabupaten Sukabumi, Yudi, menyatakan dukungannya terhadap langkah yang dilakukan KONI. Menurutnya, persiapan yang matang dan dukungan berbagai pihak menjadi bagian penting dalam meningkatkan daya saing atlet daerah.
Ia berharap kontingen Kabupaten Sukabumi mampu menunjukkan performa terbaik dan bersaing dengan daerah lain pada Porprov XV Jawa Barat.
“Harapannya, kontingen Kabupaten Sukabumi bisa menembus 10 besar pada Porprov XV Jawa Barat,” ungkapnya.
Melalui sinergi pemerintah daerah, KONI, dan dunia usaha, upaya pemenuhan kebutuhan anggaran diharapkan dapat berjalan beriringan dengan pembinaan atlet. Dengan demikian, Kabupaten Sukabumi memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan prestasi dan mencapai target yang telah ditetapkan.






