Kebakaran Hanguskan Rumah Warga Sukalarang, Satu Keluarga Terpaksa Mengungsi

Beginilah kondisi rumah warga Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Sukabumi pasca mengalami kebakaran, pada Selasa (20/10).[Foto: ist]

LINGKARPENA.ID | Pagi yang semestinya menjadi awal aktivitas bagi sebuah keluarga di Kampung Cipriangan, Desa Semplak, Kecamatan Sukalarang, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi kepanikan. Kobaran api melalap rumah tinggal milik warga pada Selasa (20/10/2026) pagi, hingga menghanguskan seluruh bangunan.

Peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 07.00 WIB. Api yang diduga berasal dari korsleting listrik itu dengan cepat membakar rumah, membuat penghuni dan warga sekitar harus menghadapi situasi darurat.

Berdasarkan laporan Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) BPBD Kabupaten Sukabumi melalui Petugas Penanggulangan Bencana Kecamatan (P2BK) Sukalarang, kebakaran terjadi di Kampung Cipriangan RT 07/RW 05, Desa Semplak.

Petugas bersama unsur gabungan bergerak melakukan upaya pemadaman. Unsur yang terlibat di antaranya kepolisian, pihak kecamatan, petugas pemadam kebakaran (Damkar), Bintara Pembina Desa (Babinsa), serta para relawan.

Baca juga:  Truk Tanki Air Hantam Rumah dan Mobil Pick Up di Cisolok, Ini Kronologisnya!

Berkat upaya bersama tersebut, api akhirnya berhasil dipadamkan sepenuhnya sekitar pukul 08.30 WIB. Meski demikian, satu unit rumah tinggal dilaporkan hangus terbakar.

P2BK Sukalarang, Dindin, menyampaikan bahwa dugaan sementara penyebab kebakaran adalah korsleting listrik. Namun, penyebab pasti kejadian tersebut masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut.

“Berdasarkan informasi sementara, kebakaran diduga dipicu korsleting listrik. Api mulai membakar rumah sekitar pukul 07.00 WIB dan berhasil dipadamkan total pada pukul 08.30 WIB,” ujar Dindin dalam keterangannya.

Ia menjelaskan, dampak kebakaran tidak hanya berupa kerusakan bangunan, tetapi juga membuat satu kepala keluarga dengan empat jiwa harus mengungsi karena kehilangan tempat tinggal.

Baca juga:  Arus Pendek Listrik, Rumah di Kadudampit Terbakar Hebat

Kebutuhan Mendesak Korban

Di balik padamnya kobaran api, persoalan lain kini menanti keluarga terdampak. Kehilangan rumah berarti kehilangan tempat berlindung, ruang beristirahat, serta tempat menyimpan berbagai kebutuhan sehari-hari.

Saat ini, korban membutuhkan bantuan bahan bangunan untuk memperbaiki atau membangun kembali rumahnya. Selain itu, kebutuhan sandang dan pangan juga menjadi prioritas untuk menunjang kehidupan keluarga selama berada dalam pengungsian.

“Untuk sementara, satu kepala keluarga yang terdiri dari empat jiwa harus mengungsi. Kebutuhan mendesak yang diperlukan di antaranya bahan bangunan, sandang, dan pangan,” ungkap Dindin.

Pihak terkait telah melakukan koordinasi dan penanganan bersama unsur gabungan guna memastikan kondisi di lokasi tetap aman setelah api berhasil dipadamkan. Sementara itu, nilai kerugian material akibat kebakaran masih dalam proses pendataan dan perhitungan.

Baca juga:  Laka Lantas di Pertigaan Tamanjaya Ciemas Libatkan Motor dan Pick Up

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa musibah dapat datang tanpa diduga dan meninggalkan dampak besar bagi kehidupan sebuah keluarga. Di saat api telah padam, kepedulian dan dukungan berbagai pihak diharapkan dapat membantu para korban melewati masa sulit serta kembali memiliki tempat tinggal yang layak.

Masyarakat juga diimbau untuk memeriksa kondisi instalasi listrik secara berkala, memastikan penggunaan kabel dan peralatan listrik sesuai standar, serta menghindari sambungan listrik yang berpotensi menimbulkan hubungan arus pendek.

Dengan kewaspadaan dan kepedulian bersama, risiko kebakaran di lingkungan permukiman diharapkan dapat diminimalkan.

Pos terkait