Asep Kenang Komunikasi Terakhir dengan Rini, Berakhir dengan Kabar yang Memilukan

Suasana pemakaman Almarhumah Rini Ali Soraya di TPU Pasir Astana, Desa Pasir Panjang, Kecamatan Ciracap.[Foto: ist]

LINGKARPENA.ID | Duka mendalam menyelimuti Asep Gunawan (35) saat harus melepas kepergian istrinya, Rini Ali Soraya (33), untuk selama-lamanya. Perempuan yang selama ini menjadi bagian penting dalam hidupnya itu meninggal dunia dalam peristiwa tragis yang sempat menyisakan misteri dan menggemparkan masyarakat Kabupaten Sukabumi, Senin ( 19/10/2026 ).

 

Di balik terungkapnya kasus tersebut dan tertangkapnya terduga pelaku oleh polisi, tersimpan kesedihan yang tak mudah diungkapkan dengan kata-kata. Bagi Asep dan Rizky (17), anak semata wayang mereka, kepergian Rini bukan sekadar kehilangan anggota keluarga, melainkan juga hilangnya sosok istri dan ibu yang selama ini menjadi bagian dari kehidupan mereka.

 

Pada Minggu (18/10/2026), di hari pemakaman Rini, Asep mengenang kembali komunikasi terakhirnya dengan sang istri. Kenangan itu kini menjadi bagian yang sulit dipisahkan dari duka yang harus ia terima.

 

Saat peristiwa itu terjadi, Asep tengah bekerja di Palembang. Ia mengaku masih sempat berkomunikasi dengan Rini melalui telepon seperti biasa hingga sekitar pukul 22.00 WIB. Setelah percakapan tersebut, Asep beristirahat karena harus kembali bekerja keesokan harinya.

 

Namun, ketika pagi tiba, komunikasi yang biasanya berjalan lancar mulai terasa berbeda. Asep mencoba menghubungi Rini melalui telepon, SMS, dan WhatsApp, tetapi tak mendapatkan respons seperti yang diharapkannya.

Baca juga:  Pasca Gempa Satu Rumah Warga di Ciemas Sukabumi Ambruk

 

Upaya menghubungi sang istri terus dilakukan selama beberapa hari. Pada Minggu ( 11/10/2026 ) malam, Rini sempat membaca pesan yang dikirimkan Asep. Dalam komunikasi itu, Rini menyampaikan bahwa dirinya sedang berada di Bogor, di tempat seorang teman, untuk menghadiri acara ulang tahun.

 

Mendengar kabar tersebut, Asep berusaha memastikan keberadaan istrinya dengan menelepon. Namun, panggilannya tak diangkat. Tak lama kemudian, ponsel Rini kembali tidak aktif.

 

Keesokan harinya, Senin ( 12/10 ) sore, Rini kembali menghubunginya. Kali ini, ia menyebut sedang berada di Cikangkung ( wilayaj Kecamatan Ciracap – Red) dan mengaku tidak bisa pulang karena tidak memiliki uang untuk membeli bensin.

 

Keterangan tersebut membuat Asep kebingungan. Sebelumnya, Rini mengatakan berada di Bogor, tetapi kemudian menyebut lokasi yang berbeda. Ia kembali mencoba menelepon dan mengirimkan pesan, tetapi tak memperoleh jawaban. Ponsel Rini pun kembali tak dapat dihubungi.

 

Bagi Asep, situasi itu terasa janggal. Ia mengaku tidak pernah mengalami komunikasi yang demikian dengan istrinya. Perlahan, rasa khawatir mulai berubah menjadi kecurigaan bahwa sesuatu yang buruk mungkin telah terjadi.

 

Kecurigaan itu semakin kuat ketika pada Selasa ( 13/10 ) ia melihat informasi di media sosial mengenai penemuan jasad perempuan di wilayah Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi.

Baca juga:  Jalan Menuju Galian Pasir di Sukabumi Longsor, 3 Rumah Terancam

 

Asep mulai mencermati ciri-ciri yang disebutkan dalam informasi tersebut. Sandal dan sweater yang dikenakan korban membuatnya teringat pada barang-barang milik sang istri. Meski demikian, ia belum berani memastikan bahwa jasad tersebut adalah Rini.

 

Di tengah kecemasan, Asep berusaha mencari informasi lebih lanjut dan menghubungi teman-teman istrinya. Ia masih berharap ada penjelasan lain yang bisa menjawab hilangnya komunikasi dengan Rini.

 

Harapan itu akhirnya berhadapan dengan kenyataan pahit pada Jumat sekitar pukul 11.00 WIB. Saat masih berada di Palembang, Asep menerima informasi dari pihak kepolisian, termasuk surat terkait hasil autopsi, yang memastikan bahwa jenazah perempuan tersebut adalah Rini Ali Soraya.

 

Kabar itu menjadi titik akhir dari pencarian jawaban yang selama beberapa hari menghantui pikirannya. Orang tua Rini kemudian turut menghubungi Asep dan menyampaikan kabar mengenai peristiwa tragis yang menimpa putri mereka.

 

Kenyataan bahwa perempuan yang selama ini ia hubungi, ia khawatirkan, dan ia nantikan kepulangannya ternyata telah meninggal dunia menjadi pukulan berat bagi Asep.

 

Ia tak kuasa menyembunyikan kesedihannya ketika mengenang kondisi sang istri. Luka yang ditinggalkan bukan hanya karena kehilangan, tetapi juga karena cara tragis yang merenggut kehidupan Rini.

Baca juga:  Geger, Mayat Perempuan Tanpa Identitas Ditemukan Mengambang di Sungai Cibatu Sukabumi

 

“Pembunuhannya sangat keji. Kondisi korban sudah sangat parah, sampai sulit dikenali. Kakinya sudah tidak ada, tubuhnya terbakar, dan wajahnya juga sudah tidak terlihat jelas,” ungkap Asep dengan nada penuh kesedihan.

 

Bagi Asep, apa yang menimpa istrinya merupakan peristiwa yang sulit diterima. Ia berharap proses hukum berjalan tuntas dan pelaku mendapatkan hukuman setimpal atas perbuatannya.

 

Kini, misteri kematian Rini telah menemukan titik terang setelah polisi menangkap terduga pelaku. Namun, terungkapnya kasus tersebut tidak serta-merta menghapus duka yang dirasakan keluarga.

 

Di hari pemakaman itu, Asep harus menghadapi kenyataan bahwa perempuan yang sebelumnya masih ia ajak berbicara melalui telepon kini telah tiada. Sementara Rizky, anak semata wayang mereka, harus menjalani hari-hari berikutnya tanpa kehadiran seorang ibu.

 

Bagi keluarga yang ditinggalkan, penangkapan terduga pelaku mungkin menjadi bagian penting dalam pencarian keadilan. Akan tetapi, kehilangan Rini akan tetap meninggalkan ruang kosong dalam kehidupan mereka.

 

Di tengah duka yang mendalam, Asep hanya berharap keadilan benar-benar ditegakkan. Ia ingin peristiwa yang merenggut nyawa istrinya diusut hingga tuntas, agar pelaku mempertanggungjawabkan perbuatannya di hadapan hukum.

Pos terkait