LINGKARPENA.ID | Jembatan Garuda Cibodas yang menghubungkan Desa Gunung Bentang, Kecamatan Sagaranten, dengan Desa Cimenteng, Kecamatan Curugkembar, Kabupaten Sukabumi, resmi dibuka untuk umum. Peresmian jembatan sepanjang 50 meter dengan lebar 1,2 meter tersebut dilaksanakan pada Oktober 2026, bertepatan dengan momentum Hari Ulang Tahun ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI).
Pembangunan jembatan ini merupakan realisasi Program Astacita Presiden RI Jenderal TNI (Purn.) H. Prabowo Subianto yang dikerjakan secara kolaboratif oleh Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi bersama unsur Pemerintah Daerah.
Akses Vital Lintas Kecamatan
Camat Sagaranten, Hodan Pirmansyah, S.IP, M.Si, mengatakan bahwa jembatan tersebut memiliki peran strategis sebagai satu-satunya akses penghubung antardua desa yang berada di dua kecamatan berbeda.
“Jembatan ini merupakan program Bapak Presiden yang direalisasikan oleh Bapak Dandim beserta jajaran. Insyaallah akan bermanfaat sekali karena jembatan ini merupakan akses penghubung dua desa dari dua kecamatan yang berbeda, yaitu Desa Gunung Bentang, Sagaranten, dengan Desa Cimenteng, Curugkembar,” ujar Hodan dalam sambutannya.
Hodan juga mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk turut menjaga infrastruktur yang telah dibangun tersebut. “Kami titip pesan kepada seluruh masyarakat, pengawasan dan pemeliharaan jembatan yang sudah dibangun ini agar dijaga dan dirawat bersama,” tegasnya.
Perkuat Perekonomian Warga
Sementara itu, Komandan Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Agung Ariwibowo, menjelaskan bahwa Jembatan Garuda dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama dalam menggerakkan roda perekonomian dan mempermudah mobilitas warga.
“Jembatan ini diprakarsai dan merupakan Program Astacita Presiden Prabowo yang memerintahkan kami TNI untuk membangunnya. Fungsinya agar bisa dirasakan langsung oleh masyarakat, menghidupkan roda perekonomian warga sekitar, serta mempermudah akses perlintasan sehingga warga tidak lagi kesulitan berangkat dari rumah ke sekolah atau tempat bekerja,” kata Agung.
Agung menambahkan bahwa nama “Garuda” pada jembatan tersebut diberikan langsung oleh Presiden Prabowo, meskipun masyarakat setempat lebih akrab menyebutnya sebagai Jembatan Merah Putih.
Terkait keberlanjutan infrastruktur, Agung menekankan pentingnya tanggung jawab bersama dalam pemeliharaan. “Setelah dibangun, jembatan ini menjadi tugas dan tanggung jawab bersama masyarakat Desa Gunung Bentang dan Cimenteng, diprakarsai oleh kepala desa untuk sama-sama merawat. Perawatan secara berkala akan membuat jembatan lebih awet dan tidak memberatkan apabila terjadi kerusakan,” paparnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi tinggi kepada warga yang telah berpartisipasi aktif selama proses pembangunan. “Terima kasih kepada masyarakat atas kerja samanya yang sangat luar biasa dalam pembangunan jembatan ini. Mudah-mudahan menjadi pahala bagi kita semua,” tutup Agung.
Situasi Kondusif
Kegiatan peresmian yang juga dirangkai dengan silaturahmi dan ucapan selamat datang kepada Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi tersebut berlangsung lancar dan berakhir pada pukul 12.40 WIB dalam situasi aman serta kondusif.
Dengan beroperasinya Jembatan Garuda Cibodas, ribuan warga di dua kecamatan kini memiliki akses yang lebih aman dan efisien untuk menunjang aktivitas sehari-hari, mulai dari pendidikan, perekonomian, hingga pelayanan publik. (*)






