LINGKARPENA.ID | Aroma nasi liwet dari seribu kastrol berpadu dengan sajian kelapa muda dan lantunan seribu rebana. Suasana itulah yang mewarnai perayaan Hari Santri Nasional (HSN) 2026 tingkat Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, yang berlangsung meriah di Lapangan Desa Gunungbatu.
Bukan sekadar seremoni tahunan, peringatan Hari Santri kali ini menjadi panggung kebersamaan yang mempertemukan para santri, ulama, masyarakat, serta berbagai unsur pemerintahan dalam balutan tradisi, budaya, dan nilai-nilai keislaman.
Sejak rangkaian kegiatan dimulai, antusiasme masyarakat terlihat begitu tinggi. Perwakilan dari delapan desa di Kecamatan Ciracap turut hadir, membawa semangat kebersamaan sekaligus menampilkan potensi dan hasil bumi dari wilayah masing-masing.
Salah satu daya tarik utama yang mencuri perhatian adalah lomba nasi liwet seribu kastrol. Setiap desa menyajikan nasi liwet dengan aneka lauk ikan, sayur-sayuran, hingga buah-buahan yang menjadi bagian dari kekayaan hasil bumi setempat.
Lebih dari sekadar perlombaan kuliner, sajian tersebut menjadi simbol rasa syukur atas limpahan hasil bumi sekaligus cerminan budaya gotong royong yang masih terpelihara di tengah masyarakat.
Keunikan perayaan tahun ini semakin terasa dengan adanya sajian 1.448 kelapa muda serta penampilan Festival Seribu Rebana. Tabuhan rebana yang menggema menghadirkan nuansa religius, menyatukan semangat para peserta dalam suasana peringatan yang penuh kegembiraan.
Rangkaian kegiatan juga diisi dengan pawai atau defile peserta, apel atau upacara peringatan, berbagai perlombaan, hingga pelayanan pemeriksaan kesehatan gratis yang diselenggarakan oleh tim kesehatan Puskesmas Ciracap.
Panglima Santri Kecamatan Ciracap yang juga Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB), H. Dadang Hermawan, mengungkapkan rasa syukurnya atas terselenggaranya kegiatan yang dinilai lebih semarak dan tertata dibandingkan tahun sebelumnya.
“Alhamdulillah, Hari Santri tahun ini dilaksanakan di Desa Gunungbatu. Antusiasme masyarakat luar biasa. Pelaksanaannya juga lebih baik dari tahun sebelumnya, terlebih sekarang ada festival dan defile peserta sehingga kegiatan terlihat lebih tertata dan rapi. Mudah-mudahan tahun depan bisa lebih baik lagi,” ungkap Dadang, Kamis ( 22/10/26 ).
Menurutnya, peringatan Hari Santri di Kecamatan Ciracap telah diprogramkan sebagai agenda tahunan yang dilaksanakan secara bergilir di desa-desa yang berada di wilayah tersebut.
Ia menyebutkan, sekitar 4.000 peserta turut memeriahkan kegiatan tahun ini. Kehadiran masyarakat dari berbagai desa menjadi bukti bahwa Hari Santri tidak hanya menjadi milik kalangan pesantren, tetapi juga momentum yang menyatukan seluruh elemen masyarakat.
“Alhamdulillah, peserta yang hadir sekitar 4.000 orang dan mengikuti berbagai perlombaan. Yang unik tahun ini, ada sajian 1.448 kelapa muda, kemudian penampilan seribu rebana. Ini menjadi sesuatu yang istimewa dalam perayaan Hari Santri di Kecamatan Ciracap,” ujarnya.
Dadang juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan tersebut. Dukungan datang dari unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), jajaran Polsek, TNI Angkatan Udara, TNI Angkatan Laut, Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan Ciracap, serta jajaran MUI dari delapan desa.
Menurutnya, kolaborasi berbagai unsur tersebut menjadi kunci penting dalam menjaga keberlangsungan tradisi peringatan Hari Santri sekaligus memperkuat persatuan masyarakat.
Di tengah kemeriahan festival, nilai utama Hari Santri tetap menjadi pesan yang ingin diteguhkan, yakni semangat keagamaan, kecintaan terhadap tradisi, kepedulian sosial, dan pengabdian kepada masyarakat.
Melalui sajian nasi liwet, ribuan kelapa muda, dan lantunan rebana, Kecamatan Ciracap menunjukkan bahwa peringatan Hari Santri dapat dirayakan dengan cara yang khas, dekat dengan kehidupan masyarakat, serta berakar kuat pada kearifan lokal.
Lapangan Desa Gunungbatu pun menjadi saksi bagaimana tradisi dan kebersamaan berpadu dalam satu perayaan. Sebuah momentum yang bukan hanya menghadirkan kemeriahan sesaat, melainkan juga memperkuat ikatan sosial dan semangat gotong royong di antara warga.
Hari Santri Nasional 2026 di Kecamatan Ciracap akhirnya menjadi lebih dari sekadar agenda tahunan. Dari seribu kastrol nasi liwet hingga seribu rebana, tersimpan pesan bahwa kekuatan santri dan masyarakat tumbuh dari kebersamaan, tradisi, serta komitmen untuk terus membawa manfaat bagi lingkungan sekitarnya.






