<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Nyalindung Sukabumi &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<atom:link href="https://lingkarpena.id/tag/nyalindung-sukabumi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<description>Portal Berita Terpercaya Sumber Literasi Anak Bangsa</description>
	<lastBuildDate>Thu, 04 Jun 2026 14:27:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=7.0.1</generator>

<image>
	<url>https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2021/12/cropped-ICON-32x32.png</url>
	<title>Nyalindung Sukabumi &#8211; LINGKAR PENA</title>
	<link>https://lingkarpena.id</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Reses di Nyalindung, Paoji Nurjaman Serap Aspirasi Warga dan Bantu Perbaikan MDTA Nurul Huda</title>
		<link>https://lingkarpena.id/reses-di-nyalindung-paoji-nurjaman-serap-aspirasi-warga-dan-bantu-perbaikan-mdta-nurul-huda/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/reses-di-nyalindung-paoji-nurjaman-serap-aspirasi-warga-dan-bantu-perbaikan-mdta-nurul-huda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Jun 2026 14:25:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[POLITIK]]></category>
		<category><![CDATA[Fraksi PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[MDTA Nurul Huda]]></category>
		<category><![CDATA[Nyalindung Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Paoji Nurjaman]]></category>
		<category><![CDATA[Reses ke 2]]></category>
		<category><![CDATA[Serap Aspirasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66524</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/reses-di-nyalindung-paoji-nurjaman-serap-aspirasi-warga-dan-bantu-perbaikan-mdta-nurul-huda/" title="Reses di Nyalindung, Paoji Nurjaman Serap Aspirasi Warga dan Bantu Perbaikan MDTA Nurul Huda" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi dari Fraksi PDI Perjuangan, Paoji Nurjaman, melaksanakan kegiatan penyerapan aspirasi masyarakat dalam rangka Reses Kedua Tahun Sidang 2026 di MDTA Nurul Huda, Kampung Singaparna, Desa Cisitu, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (4/6/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan tersebut dihadiri jajaran Pengurus Anak Cabang (PAC) PDI Perjuangan, unsur Forkopimcam Nyalindung, tokoh agama, tokoh pemuda, serta masyarakat Desa Cisitu dan sekitarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Dalam sambutannya, Paoji Nurjaman menegaskan bahwa reses merupakan sarana resmi bagi anggota legislatif untuk menyerap aspirasi masyarakat secara langsung sebagai bahan penyusunan kebijakan dan program pembangunan daerah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Reses merupakan kesempatan bagi kami untuk bertemu langsung dengan masyarakat, mendengarkan kebutuhan dan persoalan yang dihadapi warga. Semua aspirasi yang disampaikan akan kami catat dan perjuangkan sesuai kewenangan yang ada,&#8221; ujar Paoji.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Politisi dari Daerah Pemilihan (Dapil) V Kabupaten Sukabumi itu menjelaskan, sejumlah usulan yang mengemuka dalam pertemuan tersebut meliputi pembangunan dan perbaikan infrastruktur, peningkatan sarana pendidikan, hingga kebutuhan masyarakat di sektor pertanian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Hari ini kami kembali menerima berbagai masukan dari masyarakat. Aspirasi tersebut menjadi bekal bagi kami untuk diperjuangkan dalam pembahasan program pembangunan ke depan agar manfaatnya benar-benar dirasakan warga,&#8221; tambahnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Pada kesempatan itu, Paoji juga memberikan bantuan dana untuk mendukung penyelesaian perbaikan MDTA Nurul Huda. Sebelumnya, lembaga pendidikan keagamaan tersebut juga pernah menerima bantuan pembangunan setelah mengalami kerusakan pada bangunannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Bantuan ini memang tidak besar, tetapi mudah-mudahan bisa membantu kebutuhan madrasah, baik untuk pengecatan maupun keperluan lainnya. Yang terpenting adalah semangat kebersamaan dalam membangun sarana pendidikan bagi generasi penerus,&#8221; ungkapnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain menyerap aspirasi, Paoji turut menyampaikan komitmen PDI Perjuangan dalam memberikan pelayanan kesehatan yang terjangkau bagi masyarakat. Ia menjelaskan bahwa fasilitas kesehatan yang berafiliasi dengan PDI Perjuangan di wilayah Sukabumi adalah Klinik Pratama Waluya Sejati Abadi di Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutnya, klinik tersebut hadir untuk memberikan akses layanan kesehatan bagi masyarakat kecil dengan tarif yang terjangkau.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami ingin masyarakat tetap bisa mendapatkan pelayanan kesehatan yang layak tanpa terbebani biaya tinggi. Untuk layanan berobat jalan, tarif yang diberlakukan hanya Rp25 ribu,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Paoji juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu menghubungi pengurus PAC PDI Perjuangan setempat apabila membutuhkan bantuan pelayanan kesehatan, terutama dalam kondisi darurat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kegiatan reses tersebut berlangsung dalam suasana dialogis dan penuh keakraban. Berbagai aspirasi yang disampaikan warga menjadi catatan penting bagi wakil rakyat dalam mengawal program pembangunan yang lebih tepat sasaran dan berpihak kepada kepentingan masyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Melalui kegiatan reses ini, Paoji Nurjaman menegaskan komitmennya untuk terus menjembatani kebutuhan masyarakat dengan kebijakan pemerintah daerah, sehingga setiap aspirasi yang disampaikan dapat memperoleh perhatian dan tindak lanjut yang optimal. (adv).</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/reses-di-nyalindung-paoji-nurjaman-serap-aspirasi-warga-dan-bantu-perbaikan-mdta-nurul-huda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pelajar Tenggelam di Curug 7 Bibijilan, Polisi Imbau Pengunjung Tingkatkan Kewaspadaan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/pelajar-tenggelam-di-curug-7-bibijilan-polisi-imbau-pengunjung-tingkatkan-kewaspadaan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/pelajar-tenggelam-di-curug-7-bibijilan-polisi-imbau-pengunjung-tingkatkan-kewaspadaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 01 Jun 2026 04:21:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Curug Bibijilan]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Nyalindung Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar MTs]]></category>
		<category><![CDATA[Pelajar Tenggelam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66362</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/pelajar-tenggelam-di-curug-7-bibijilan-polisi-imbau-pengunjung-tingkatkan-kewaspadaan/" title="Pelajar Tenggelam di Curug 7 Bibijilan, Polisi Imbau Pengunjung Tingkatkan Kewaspadaan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Keindahan alam Curug 7 Bibijilan di Desa Kertaangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, berubah menjadi duka. Seorang pelajar Madrasah Tsanawiyah (MTS) ditemukan meninggal dunia setelah diduga terpeleset dan terjatuh di kawasan wisata alam tersebut, Sabtu (30/5/2026).</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Korban diketahui bernama M. Khoirul Fahmi (15), warga Kampung Ciherang, Desa Cijulang, Kecamatan Jampang Tengah, Kabupaten Sukabumi. Remaja yang masih duduk di bangku kelas II MTS itu datang ke lokasi wisata bersama rekannya untuk menikmati suasana alam Curug 7 Bibijilan yang dikenal dengan aliran air terjun bertingkat dan bebatuan licin di sekitarnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan keterangan saksi, Silvi (16), teman korban, sekitar pukul 09.00 WIB mereka tiba di lokasi wisata dan langsung menuju area curug. Beberapa saat kemudian, korban berpamitan untuk buang air kecil. Namun setelah cukup lama ditunggu, korban tak kunjung kembali.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Rasa khawatir membuat Silvi berinisiatif mencari keberadaan temannya. Saat menyusuri area sekitar curug, ia menemukan jejak kaki yang diduga terpeleset di atas bebatuan. Pencarian kemudian dilakukan hingga akhirnya sekitar pukul 12.00 WIB korban ditemukan di dalam aliran air dalam kondisi sudah meninggal dunia.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi kejadian, korban diduga terpeleset saat berada di area bebatuan yang licin di sekitar curug. Pada tubuh korban ditemukan sejumlah luka akibat benturan, di antaranya pada bagian kepala, dahi, siku tangan, dada, dan lutut,&#8221; ujar Kapolsek Nyalindung, IPTU Muhamad Yanuar Fajar, S.H. kepada lingkarpena. id,</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurut Kapolsek, setelah menerima laporan, pihaknya bersama personel Polsek Nyalindung langsung mendatangi lokasi untuk melakukan tindakan pertama di tempat kejadian perkara (TPTKP), memeriksa saksi-saksi, serta berkoordinasi dengan tenaga kesehatan Puskesmas Nyalindung dan pihak Perhutani selaku pengelola kawasan wisata.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pihak keluarga menerima kejadian ini sebagai musibah dan telah membuat surat pernyataan penolakan autopsi. Jenazah korban kemudian dibawa langsung ke rumah duka untuk dimakamkan,&#8221; jelasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>IPTU Muhamad Yanuar Fajar juga mengimbau masyarakat yang berkunjung ke objek wisata alam, khususnya kawasan air terjun, agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan memperhatikan faktor keselamatan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Kami mengingatkan para pengunjung untuk tidak berjalan sendirian di area yang rawan, mematuhi aturan keselamatan yang berlaku, serta lebih berhati-hati saat berada di sekitar bebatuan yang licin. Keselamatan harus menjadi prioritas utama saat berwisata alam,&#8221; tegasnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa di balik pesona alam yang memikat, kawasan wisata alam juga menyimpan risiko yang harus diwaspadai. Kesadaran akan keselamatan diri dan pendampingan yang memadai sangat penting agar momen rekreasi tidak berakhir menjadi tragedi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/pelajar-tenggelam-di-curug-7-bibijilan-polisi-imbau-pengunjung-tingkatkan-kewaspadaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hindari Truk, Sigra Masuk Parit di Nyalindung Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/hindari-truk-sigra-masuk-parit-di-nyalindung-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/hindari-truk-sigra-masuk-parit-di-nyalindung-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 26 May 2026 04:25:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Hindari Truk]]></category>
		<category><![CDATA[Kecelakaan Lalulintas]]></category>
		<category><![CDATA[Masuk Parit]]></category>
		<category><![CDATA[Nyalindung Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Ruas Jalan Provinsi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=66190</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/hindari-truk-sigra-masuk-parit-di-nyalindung-sukabumi/" title="Hindari Truk, Sigra Masuk Parit di Nyalindung Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Kecelakaan lalu lintas tunggal terjadi di Jalan Raya Sukabumi–Sagaranten, tepatnya di Kampung Cibodas RT 03/03, Desa Cijangkar, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 07.30 WIB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Peristiwa tersebut melibatkan kendaraan Daihatsu Sigra warna putih bernomor polisi F-1457-VP yang dikemudikan A Suhendri (44), warga Kampung Limbangan, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Berdasarkan informasi yang dihimpun, kendaraan melaju dari arah Sukabumi menuju Purabaya. Saat melintas di lokasi kejadian yang merupakan jalur tikungan, pengemudi diduga berusaha menyalip kendaraan di depannya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Namun, pada saat bersamaan dari arah berlawanan datang sebuah truk. Diduga panik untuk menghindari tabrakan, sopir kemudian membanting setir ke arah kanan hingga kendaraan terperosok ke dalam parit sedalam sekitar enam meter.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kapolsek Nyalindung,Iptu Muhamad Yanuar Fajar, S. H., mengatakan tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, seorang penumpang mengalami luka cukup serius di bagian wajah.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Pengemudi tidak mengalami luka, sedangkan penumpang atas nama Nia Yusnawati mengalami luka robek di wajah sebelah kanan dan mendapatkan 14 jahitan,” ujar IPTU Muhamad Yanuar Fajar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Korban penumpang diketahui bernama Nia Yusnawati (34), seorang wiraswasta asal Kampung Ciakar, Desa Neglasari, Kecamatan Purabaya, Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Meski kendaraan masuk ke parit, arus lalu lintas di jalur tersebut dilaporkan tetap lancar dan tidak menimbulkan kemacetan. Petugas kepolisian yang datang ke lokasi langsung melakukan pengaturan lalu lintas serta mengevakuasi kendaraan menggunakan mobil derek.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>“Diduga kecelakaan terjadi karena pengemudi hendak menyalip kendaraan di tikungan. Saat bersamaan datang kendaraan truk dari arah berlawanan sehingga sopir membuang setir dan kendaraan masuk ke parit,” jelas Kapolsek.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Selain melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas juga mengumpulkan keterangan saksi dan membuat laporan kejadian untuk penanganan lebih lanjut.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/hindari-truk-sigra-masuk-parit-di-nyalindung-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Heboh..! Pemuda Akhiri Hidupnya di Saung Sawah di Wangunreja Sukabumi</title>
		<link>https://lingkarpena.id/heboh-pemuda-akhiri-hidupnya-di-saung-sawah-di-wangunreja-sukabumi/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/heboh-pemuda-akhiri-hidupnya-di-saung-sawah-di-wangunreja-sukabumi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 Aug 2025 07:26:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Wangun Reja]]></category>
		<category><![CDATA[Nyalindung Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pemuda Gantung Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Polsek Nyalindung]]></category>
		<category><![CDATA[Saung Sawah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=55116</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/heboh-pemuda-akhiri-hidupnya-di-saung-sawah-di-wangunreja-sukabumi/" title="Heboh..! Pemuda Akhiri Hidupnya di Saung Sawah di Wangunreja Sukabumi" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Warga masyarakat Desa Wangunreja, Kabupaten Sukabumi dihebohkan dengan ditemukannya sesosok Pemuda dengan leher terikat seutas tali di sebuah Saung Sawah pada Jumat pagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Diketahui seorang pemuda itu berinisial AZ (26) warga Kampung Babakan Bandung RT 001/006, Desa Wangunreja, Kecamatan Nhalindung, Kabupagen Sukabumi. AZ ditemukan tewas gantung diri di sebuah saung sawah, pada Jumat (1/8/2025) pagi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kapolsek Nyindung, AKP Joko S. Supono dalam keteranga tertulisnya yang diterima lingkarpena.id menyebutkan, bermula jasad AZ tersebut ditemukan oleh Ojak, pemilik saung, sekira pukul 07.00 WIB.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Menurutya, awal mula penemuan jasad seorang Pemuda itu diketahui oleh saudara Ojak. Saat itu Ojak hendak melakukan aktivitasnya sebagi petani.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Saat tiba di saung sawah miliknya saksi mendapati seseorang dalam kondisi tergantung di palang bambu saung sawah dengan kondisi leher terikat kabel,&#8221; ujar AKP Joko.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian saksi melaporkan penemuan itu ke ketua RT setempat dan warga lainnya bernama Agus alias Domeng. Tak lama kemudian warga pun berdatangan ke lokasi kejadian.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Belakangan diketahuj korban merupakan mantan menantu dari Agus alias Domeng dan merupakan warga sekitar.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Setelah menerima laporan pihak kepolisian dari Polsek Nyalindung, beserta aparat pemdes Wangunreja dibantu timedis dari Puskesmas Cijangkar datang le lokasi dan melaluka pemeriksaan awal.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pemeriksaan telah dilakukan di TKP oleh tim medis Puskesmas Cijangkar dan disaksikan kami dan anggota juga Pak kades, serta pihak keluarga korban,&#8221; tambah Akp Joko.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Ungkap Akp Joko, hasil pemeriksaan menunjukan korban meninggal kurang dari sembilan jam. Selain itu temukan bekas jeratan gantung diri pada leher korban. Namun juga tidak ditemukan tanda tanda kekerasan lainnya.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&#8220;Pihak keluarga menolak untuk dilakukan autopsi, yang dituangkan dalam surat pernyataan penolakan dan menerima kejadian itu sebagai suatu musibah,&#8221; ungkap AKP Joko.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Kemudian korban diserahkan ke pihak keluarga, dan rencananya akan dimakamkan di Tempat Pemakaman Umum Kampung Kararange, Desa/Kecamatan Gunungguruh, Kabupaten Sukabumi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/heboh-pemuda-akhiri-hidupnya-di-saung-sawah-di-wangunreja-sukabumi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dinas PU Wilayah Jampangtengah Lakukan Rutinitas Perbaikan Ruas Jalan di Kecamatan Nyalindung</title>
		<link>https://lingkarpena.id/dinas-pu-wilayah-jampangtengah-lakukan-rutinitas-perbaikan-ruas-jalan-di-kecamatan-nyalindung/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/dinas-pu-wilayah-jampangtengah-lakukan-rutinitas-perbaikan-ruas-jalan-di-kecamatan-nyalindung/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 11 Oct 2024 14:17:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[ADVERTORIAL]]></category>
		<category><![CDATA[Dinas Pekerjaan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[DPU Kabupaten Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Nyalindung Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Perbaikan Ruas Jalan]]></category>
		<category><![CDATA[UPTD PU Jampangtengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=44931</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/dinas-pu-wilayah-jampangtengah-lakukan-rutinitas-perbaikan-ruas-jalan-di-kecamatan-nyalindung/" title="Dinas PU Wilayah Jampangtengah Lakukan Rutinitas Perbaikan Ruas Jalan di Kecamatan Nyalindung" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi melalui UPTD PU wilayah Jampangtengah tengah terus melakukan upaya perbaikan ruas jalan Cijangkar-Cibitay di Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Kali ini yang menjadi sasaran prioritas perbaikan di ruas jalan Kabupaten Cijangkar-Cibitay. Diketahui jalan tersebut yang merupakan akses masyarakat di 5 Desa di Kecamatan Nyalindung.</p>
<p>Kepala UPTD PU wilayah Jampangtengah, Heru Setya Wasis mengatakan, bahwa pekerjaan pengaspalan ulang di ruas jalan kabupaten sepanjang 600 meter ini bersumber dari APBD Kabupaten Sukabumi sebesar Rp459 juta dengan waktu pengerjaan 75 hari kalender.</p>
<p>&#8220;Mudah-mudahan pengerjaan sesuai dengan target pengerjaan 75 hari Kalender,&#8221; ujar Heru Setya Wasis kepada wartawan, Jumat (11/10/2024).</p>
<p>Lanjut Heru menuturkan, pengerjaan ini menindaklanjuti aspirasi atau laporan dari masyarakat setempat terkait kondisi jalan yang rusak berlubang disertai aspal mengelupas. Adapun panjang jalan keseluruhan adalah 15,6 kilometer.</p>
<p>&#8220;Ya selain kami merealisasikan aspirasi masyarakat, juga ini sudah menjadi agenda Dinas PU Kabupaten Sukabumi. Ya jalan sebagian sudah kurang bagus. Program ini nanti bertahap, nanti kita usulkan tiap tahun untuk penanganan,&#8221; tandasnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/dinas-pu-wilayah-jampangtengah-lakukan-rutinitas-perbaikan-ruas-jalan-di-kecamatan-nyalindung/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>IRT di Wangunreja Sukabumi Tewas Mengenaskan</title>
		<link>https://lingkarpena.id/irt-di-wangunreja-sukabumi-tewas-mengenaskan/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/irt-di-wangunreja-sukabumi-tewas-mengenaskan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Jun 2024 10:52:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Gantung Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Ibu Rumah Tangga]]></category>
		<category><![CDATA[Nyalindung Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pohon Melinjo]]></category>
		<category><![CDATA[Teaw Mengenaskan]]></category>
		<category><![CDATA[Wangunreja Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=41149</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/irt-di-wangunreja-sukabumi-tewas-mengenaskan/" title="IRT di Wangunreja Sukabumi Tewas Mengenaskan" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Ibu rumah tangga berinisial S (35 ), warga Kampung Ciwangun RT 02/07, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, ditemukan tewas mengenaskan dengan cara gantung diri di pohon melinjo.</p>
<p>Adanya kejadian tersebut dibenarkan Kapolsek Nyalindung Polres Sukabumi AKP Joko S Supono. Katanya, peristiwa itu terjadi Selasa, (11/6/2024) malam sekira pukul 23.30 WIB.</p>
<p>Lebih lanjut, kata AKP Joko Supono, malam itu suami korban mencari istrinya ke dalam kamar tetapi tidak ada. Karena kebiasaan istrinya sering mencuci malam hari, lalu suaminya mencarinya di kamar mandi namun nihil.</p>
<p>&#8220;Pada saat suaminya mencari ke luar rumah, istrinya ditemukan sudah dalam posisi menggantung diri dengan tali rapia di pohon melinjo belakang rumah,&#8221; terang AKP Joko Supono kepada lingkarpena.id Rabu, (12/6).</p>
<p>Setelah istrinya ditemukan, Kata Kapolsek Nyalindung, dalam situasi panik suami korban memeluk istrinya sambil berteriak histeris. Teriakan itu di dengan adik korban dan datang ke tempat kejadian perkara ( TKP ).</p>
<p>Tak menunggu lama Suami korban langsung melaporkan peristiwa tersebut kepada Kadus lalu ke Kades yang diteruskan kepada aparat kepolisian sektor Nyalindung.</p>
<p>&#8220;Menurut ketangan pihak keluarga, korban memiliki riwayat kejiwaan, dan pernah berobat serta rawat jalan di klinik kejiwaan RSUD R Syamsudin Sukabumi,&#8221; tandas Joko Supono.</p>
<p>Informasi didapat suami korban sudah membuat surat rujukan untuk membawa istrinya ke klinik kejiwaan RSUD R Syamsudin dalam waktu dekat.</p>
<p>Keluarga korban menolak untuk dilakukan Autopsi terhadap korban. Dan kejadian tersebut adalah musibah dan tidak akan menuntuk kepada pihak lain.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/irt-di-wangunreja-sukabumi-tewas-mengenaskan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Curug Bibijilan Nyalindung Sukabumi, Menawarkan Pesona Keindahan Air Terjun 7 Tingkat</title>
		<link>https://lingkarpena.id/curug-bibijilan-nyalindung-sukabumi-menawarkan-pesona-keindahan-air-terjun-7-tingkat/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/curug-bibijilan-nyalindung-sukabumi-menawarkan-pesona-keindahan-air-terjun-7-tingkat/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Akoy Khoerudin]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 May 2024 04:45:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[WISATA]]></category>
		<category><![CDATA[Air Terjun 7 Tingkat]]></category>
		<category><![CDATA[Curug Bibijilan]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Nyalindung Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Pesona Wisata Sukabumi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=40690</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/curug-bibijilan-nyalindung-sukabumi-menawarkan-pesona-keindahan-air-terjun-7-tingkat/" title="Curug Bibijilan Nyalindung Sukabumi, Menawarkan Pesona Keindahan Air Terjun 7 Tingkat" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Destinasi wisata alam air terjun (Curug Bibijilan) ini tidak salah jika digadang-gadangkan. Curug Bibijilan merupakan tempat wisata air terjun eksotik terunik yang ada di Kabupaten Sukabumi.</p>
<p>Ibarat beli satu dapat tujuh, ketika mengunjungi satu destinasi wisata air terjun ini. Pengunjung akan disuguhi pemandangan indah dengan air terjun 7 tingkat.</p>
<p>Konon, nama &#8220;Bibijilan&#8221; merupakan pemberian dari seorang sesepuh desa setempat yang sangat dihormati. Kata tersebut berasal dari bahasa Sunda, dimana curug artinya air terjun dan bibijilan artinya bermunculan.</p>
<p>Bahkan air terjun yang berlokasi di Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi Jawa Barat ini ada yang melukiskannya dengan 14 tingkat, bukan hanya 7.</p>
<p><img decoding="async" class="alignnone size-medium wp-image-40692" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG_20240526_114305-200x112.jpg" alt="" width="200" height="112" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG_20240526_114305-200x112.jpg?v=1716698703 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG_20240526_114305-300x170.jpg?v=1716698703 300w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/05/IMG_20240526_114305-640x358.jpg?v=1716698703 640w" sizes="(max-width: 200px) 100vw, 200px" /></p>
<p>Air terjun yang asri dengan dihiasi pepohonan menghijau ini memiliki aliran air yang cukup deras dan bersih. Di lokasi juga terdapat kolam penampungan yang biasanya dimanfaatkan pengunjung untuk mandi.</p>
<p>Alamat tepat Curug ini berada di Kampung Lebak Nangka, Desa Kerta Angsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat.</p>
<p>Lokasi Curug ini tak jauh dari Goa Buniayu. Usai menikmati Goa Buniayu, wisatawan dapat melanjutkan ke Curug Bibijilan.</p>
<p>Adapun Rute menuju Curug Bibijilan jika dari pusat kota Sukabumi akan menempuh waktu kurang lebih 1 jam perjalanan.</p>
<p>Jika diperhatikan, tingkatan curug yang ke 3 dan ke 5 memiliki karakteristik yang hampir sama, berundak-undak. Airnya mengalir melalui bebatuan besar yang saling bertumpuk seolah tak beraturan sehingga tercipta nuansa unik dan eksotik.</p>
<p>Disini terdapat beberapa kolam penampungan yang bisa dimanfaatkan pengunjung untuk berenang. Air kolam tampak berwarna hijau. Terdapat juga beberapa wahana seperti flying fox, tempat berendam, serta wahana outbound lainnya. Menikmati wahana ini harus dikawal oleh profesional setempat.</p>
<p>Kedalaman kolam di Curug Bibijilan beragam. Ada yang dangkal ada pula yang dalam. Ketika berenang pengunjung harus memperhatikan keadaan aliran airnya.</p>
<p>Jika kondisi air sedang deras lebih baik urungkan niat untuk berenang. Hal tersebut untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan. Sejuknya udara dan dinginnya air merupakan paduan alam yang bakal membuat fresh pikiran pengunjung.</p>
<p>Untuk tiket masuk ke Curug Bibijilan hanya Rp. 8.000,- , parkir motor cukup Rp. 5.000,- dan parkir mobil hanya Rp. 10.000,-. Disitu ada pemandu wisata alias guide lokal dan banyak warung makanan di sekitar lokasi wisata.</p>
<p>Adapun jam buka wisata Curug Bibijilan, Senin sampai Minggu dibuka mulai pukul 08.00 pagi sampai jam 18.00 wib sore.</p>
<p>Namun, ketika musim hujan tiba lokasi wisata alam ini ditutup untuk para pengunjung, karena aliran airnya akan deras dan membahayakan.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/curug-bibijilan-nyalindung-sukabumi-menawarkan-pesona-keindahan-air-terjun-7-tingkat/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hilang Kendali Truk Fuso di Sukabumi Terperosok, Sopir Dilarikan ke RS</title>
		<link>https://lingkarpena.id/hilang-kendali-truk-fuso-di-sukabumi-terperosok-sopir-dilarikan-ke-rs/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/hilang-kendali-truk-fuso-di-sukabumi-terperosok-sopir-dilarikan-ke-rs/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Mar 2024 16:22:39 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[#terperosok]]></category>
		<category><![CDATA[Hilang Kendali]]></category>
		<category><![CDATA[Nyalindung Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Truk Fuso]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=38651</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/hilang-kendali-truk-fuso-di-sukabumi-terperosok-sopir-dilarikan-ke-rs/" title="Hilang Kendali Truk Fuso di Sukabumi Terperosok, Sopir Dilarikan ke RS" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong><span style="color: #ff0000;">LINGKARPENA.ID</span> |</strong> Akibat hilang kendali sebuah kendaraan Truck Hino No. Pol B 9685 JYT terguling dan terperosok ke selokan di ruas Jalan Purabaya &#8211; Nyalindung, tepatnya di Kampung Cisapi, Desa Kertangsana, Kecamatan Nyalindung, Kabupeten Sukabumi, Kamis ( 7/03/2024 ).</p>
<p>Informasi di dapat akibat laka tunggal itu pengemudi truk mengalami luka ringan sobek pada bagian kaki dan memar akibat benturan dan terhimpit pintu mobil.</p>
<p>Dengan bantuan warga kemudian sang sopir dievakuasi dan dibawa ke Puskesmas Nyalindung, selanjutnya dirujuk ke RSUD Syamsudin Sukabumi untuk penanganan medis.</p>
<p>Kapolsek Nyalindung Polres Sukabumi, AKP. Joko S Supono membenarkan adanya laka lantas tersebut. Dijelaskan, laka tunggal itu terjadi sekira pukul 08.00 wib.</p>
<p>Bermula ketika kendaraan Mitsubishi Fuso bermuatan keramik yang dikemudikan Edi Sugara ( 53 ) merupakan warga Kampung Pangkalan RT 02/03 Desa Bojonggaling, Kecamatan Bantargadung, Kabupaten Sukabumi, ini melaju dari arah Nyalindung menuju arah Purabaya.</p>
<p>&#8220;Ketika di lokasi kejadian kendaraan melintas di jalan menurun kemudian menikung ke kiri, di duga tidak bisa mengendalikan laju kendaraannya sehingga hilang kendali ke sebelah kanan dan terguling masuk ke selokan,&#8221; singkat Joko.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/hilang-kendali-truk-fuso-di-sukabumi-terperosok-sopir-dilarikan-ke-rs/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Galian Proyek di Sukabumi Menewaskan Tiga Bocah</title>
		<link>https://lingkarpena.id/galian-proyek-di-sukabumi-menewaskan-tiga-bocah/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/galian-proyek-di-sukabumi-menewaskan-tiga-bocah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2024 10:29:23 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[#tenggelam]]></category>
		<category><![CDATA[Galian Proyek]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Nyalindung Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Bocah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=37365</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/galian-proyek-di-sukabumi-menewaskan-tiga-bocah/" title="Galian Proyek di Sukabumi Menewaskan Tiga Bocah" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Nasib tragis dialami tiga bocah warga Warung Waru, Desa Neglasari, Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi setelah tenggelam di sebuah galian proyek pada Kamis siang, 11 Januari 2024.</p>
<p>Ketiga bocah dinyatakan meninggal dunia pasca tenggelam akibat terseret air dan longsoran saat bermain di lokasi galian proyek yang ada di Kampung Warung Waru RT 01/04 Desa Neglasari Kecamatan Nyalindung tersebut.</p>
<p>Ketiga Balita tersebut masing-masing bernama Humairah (4 tahun), Sarif (4 Tahun) dan Hafidz ( 5 Tahun). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11:45 wib saat hujan deras. Ketiga bocah ini hanyut terbawa arus air dan masuk ke bekas galian tanah.</p>
<p>&#8220;Berdasarkan keterangan saksi, ketiga korban ini awalnya sedang bermain di sekitar galian proyek. Kemudian hujan tiba-tiba deras dan longsorpun terjadi, sehingga ketiga anak itu terdorong ke galian yang tergenang air,&#8221; ujar Rizal, petugas Matra Puskesmas Cijangkar, dalam keterangannya yang diterima Lingkarpena.id Kamis (11/1/24) sore.</p>
<p>&#8220;Ya diperkirakan galian itu sangat dalam sehingga anak-anak tersebut tenggelam. Jadi pada saat ditemukan oleh warga ketiga anak tersebut sudah mengalami henti nafas,&#8221; sambung Rizal.</p>
<p>Ketiga Bocah tersebut langsung dievakuasi oleh warga. Dua anak langsung di bawa ke RS dan di nyatakan sudah meninggal dunia.<br />
Sementara 1 bocah lainnya dibawa ke Puskesmas Cijangkar, namun sayang nyawanya tidak tertolong dan di nyatakan meninggal dunia.</p>
<p>Rizal menambahkan, upaya penanganan ketiga bocah tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan unsur Forkopimdes Desa Neglasari dan Puskesmas Cijangkar.</p>
<p>Pihaknya juga menghimbau kepada para orang tua untuk selalu menjaga dan mengawasi buah hatinya saat berada di luar rumah. Apalagi kondisi disana dekat dengan bekas galian.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/galian-proyek-di-sukabumi-menewaskan-tiga-bocah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Tiga Balita Tewas Tenggelam saat Bermain di Sukabumi, Begini Kronologinya</title>
		<link>https://lingkarpena.id/tiga-balita-tewas-tenggelam-saat-bermain-di-sukabumi-begini-kronologinya/</link>
					<comments>https://lingkarpena.id/tiga-balita-tewas-tenggelam-saat-bermain-di-sukabumi-begini-kronologinya/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Redaksi]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 11 Jan 2024 10:18:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[KABUPATEN SUKABUMI]]></category>
		<category><![CDATA[PERISTIWA]]></category>
		<category><![CDATA[Desa Cijangkar]]></category>
		<category><![CDATA[meninggal dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Nyalindung Sukabumi]]></category>
		<category><![CDATA[Tenggelam di Galian]]></category>
		<category><![CDATA[Tiga Bocah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://lingkarpena.id/?p=37361</guid>

					<description><![CDATA[ <a class="read-more" href="https://lingkarpena.id/tiga-balita-tewas-tenggelam-saat-bermain-di-sukabumi-begini-kronologinya/" title="Tiga Balita Tewas Tenggelam saat Bermain di Sukabumi, Begini Kronologinya" itemprop="url">Baca berita</a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><strong>LINGKARPENA.ID |</strong> Kabar menggemparkan warga Kecamatan Nyalindung Kabupaten Sukabumi pada Kamis, 11 Januari 2024 dengan adanya kematian Tiga bocah warga Warung Waru, Desa Neglasari pada siang tadi.</p>
<p>Berdasarkan informasi yang berhasil dihimpun Ketiga balita tersebut meninggal dunia setelah mengalami tenggelam pada sebuah galian tanah di sebuah proyek yang ada di Kampung Warung Waru RT 01/04 Desa Neglasari Kecamatan Nyalindung.</p>
<p>Ketiga Balita tersebut masing-masing bernama Humairah (4 tahun), Sarif (4 Tahun) dan Hafidz ( 5 Tahun). Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 11:45 wib saat hujan deras. Ketiga bocah ini hanyut terbawa arus air dan masuk ke bekas galian tanah.</p>
<figure id="attachment_37363" aria-describedby="caption-attachment-37363" style="width: 970px" class="wp-caption alignnone"><img fetchpriority="high" decoding="async" class=" wp-image-37363" src="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-11-at-17.10.04-200x112.jpeg" alt="" width="970" height="543" srcset="https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-11-at-17.10.04-200x112.jpeg?v=1704968164 200w, https://lingkarpena.id/wp-content/uploads/2024/01/WhatsApp-Image-2024-01-11-at-17.10.04-640x358.jpeg?v=1704968164 640w" sizes="(max-width: 970px) 100vw, 970px" /><figcaption id="caption-attachment-37363" class="wp-caption-text">Salah satu korban bocah yang meninggal dunia akibat tenggelam di galian proyek di kawasan Nyalindung.| ist</figcaption></figure>
<p>&#8220;Berdasarkan keterangan saksi, ketiga korban ini awalnya sedang bermain di sekitar galian proyek. Kemudian hujan tiba-tiba deras dan longsorpun terjadi, sehingga ketiga anak itu terdorong ke galian yang tergenang air,&#8221; ujar Rizal, petugas Matra Puskesmas Cijangkar, dalam keterangannya yang diterima Lingkarpena.id Kamis (11/1/24) sore.</p>
<p>&#8220;Ya diperkirakan galian itu sangat dalam sehingga anak-anak tersebut tenggelam. Jadi pada saat ditemukan oleh warga ketiga anak tersebut sudah mengalami henti nafas,&#8221; sambung Rizal.</p>
<p>Ketiga Bocah tersebut langsung dievakuasi oleh warga. Dua anak langsung di bawa ke RS dan di nyatakan sudah meninggal dunia.<br />
Sementara 1 bocah lainnya dibawa ke Puskesmas Cijangkar, namun sayang nyawanya tidak tertolong dan di nyatakan meninggal dunia.</p>
<p>Rizal menambahkan, upaya penanganan ketiga bocah tersebut dilakukan secara bersama-sama dengan unsur Forkopimdes Desa Neglasari dan Puskesmas Cijangkar.</p>
<p>Pihaknya juga menghimbau kepada para orang tua untuk selalu menjaga dan mengawasi buah hatinya saat berada di luar rumah. Apalagi kondisi disana dekat dengan bekas galian.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://lingkarpena.id/tiga-balita-tewas-tenggelam-saat-bermain-di-sukabumi-begini-kronologinya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
