LINGKARPENA.ID | Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) mulai merealisasikan program pengabdian kepada masyarakat di tingkat internasional melalui kolaborasi dengan The Islamic World Development Network (IWDN). Program yang berlangsung pada 15–18 Oktober 2026 di Malaysia tersebut menjadi bagian dari upaya UMMI memperluas kiprah akademik sekaligus memperkuat jejaring kerja sama lintas negara.
Dalam kegiatan ini, UMMI menerjunkan 10 dosen dari berbagai latar belakang keilmuan. Delegasi tersebut dipimpin Dekan Fakultas Ilmu Sosial (FIS) UMMI, Dr. Fenty Sukmawaty, M.Hum., untuk melaksanakan rangkaian program pengabdian yang disesuaikan dengan kebutuhan masyarakat dan mitra setempat.
Pelaksanaan program ini merupakan tindak lanjut dari persiapan yang telah dilakukan sebelumnya. Melalui kegiatan tersebut, UMMI berupaya menghadirkan kontribusi nyata perguruan tinggi dalam pemberdayaan masyarakat, sekaligus memperluas penerapan pengetahuan akademik di lingkungan internasional.
Tidak hanya berorientasi pada pelaksanaan kegiatan, program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional ini juga diarahkan untuk membuka ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara para dosen UMMI dengan mitra di Malaysia.
Presiden IWDN, Fakih Fadilah Muttaqim, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menegaskan, IWDN siap mengawal rangkaian kegiatan agar dapat terlaksana dengan baik hingga selesai.
“IWDN berkomitmen penuh mendukung dan mengawal program UMMI ini hingga tuntas. Kami berharap seluruh rangkaian kegiatan berjalan lancar dan mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di Malaysia,” ujar Fakih, Kamis ( 15/10/2026 ).
Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan jejaring mitra internasional menjadi salah satu ruang untuk memperkuat kontribusi pendidikan dalam menjawab kebutuhan masyarakat.
Bagi UMMI, pelaksanaan PKM di Malaysia juga menjadi kesempatan bagi para dosen untuk memperluas pengalaman dalam menjalankan program pemberdayaan di lingkungan yang berbeda. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menjadi bahan pengembangan kegiatan pengabdian maupun pembelajaran di lingkungan kampus.
Selain itu, kerja sama ini membuka peluang bagi kedua pihak untuk membangun hubungan yang lebih berkelanjutan, baik dalam bidang pengabdian masyarakat maupun pengembangan jejaring akademik.
Melalui program yang berlangsung selama empat hari tersebut, UMMI berharap kontribusi para dosen tidak berhenti pada kegiatan di lapangan, tetapi juga menghasilkan peluang kolaborasi baru yang dapat dikembangkan pada masa mendatang.
Langkah ini sekaligus menandai upaya UMMI membawa semangat pengabdian dari Sukabumi ke tingkat internasional, dengan menempatkan kolaborasi dan kebermanfaatan bagi masyarakat sebagai bagian penting dari peran perguruan tinggi.(*)






