LINGKARPENA.ID – Bencana alam pergeseran tanah kembali terjadi di Sukabumi dan menyebabkan puluhan rumah rusak berat serta ratusan jiwa harus diungsikan. Pergeseran tanah terjadi di Kampung Nyalindung, Desa Pasirsuren dan Desa Tonjong Kecamatan Palabuhanratu, yang terjadi pada Jumat 04 Maret 2022 kemarin.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah BPBD Kabupaten Sukabumi, segera mengambil langkah cepat untuk melakukan tanggap darurat atas bencana yang terjadi di Kampung Nyalindung itu. BPBD segera melakukan asesmen dan meninjau langsung bencana pergeseran tanah ke lokasi.
Selain itu, BPBD Kabupaten Sukabumi segera melakukan koordinasi dengan beberapa dinas instansi seperti Dis Perkim, Dinas PU, Dinsos, Kabag Kesra dan Kabag SDA serta Muspika dan Stakeholder di Kecamatan Palabuhanratu tersebut. Hal itu dilakukan guna menyikapi kedaruratan bencana pergeseran tanah yang terjadi.
“Pergerakan tanah ini dimulai awal Maret dan kini kondisi retakan semakin meluas sehingga menyebabkan bangunan rusak dan lahan semakin bertambah,” ujar Sekretaris BPBD Kabupaten Sukabumi Anita kepada awak media, Sabtu (5/3/2022) siang.
Lanjut Anita, adapun bangunan yang mengalami rusak berat dengan jumlah 22 unit rumah. Jumlah tersebut sesuai data dari lapangan 29 Kepala Keluarga, (KK) dan 94 jiwa harus di ungsikan.
Sementara untuk kategori bangunan rusak sedang 9 unit (13 Kelapa Keluarga) dan 41 jiwa. Untuk kategori rusak ringan tercatat 29 unit rumah dengan 33 Kepala Keluarga dengan jumlah 111 jiwa. Satu fasilitas umum atau sarana ibadah 1 unit Mushola turut rusak.
“BPBD langsung mengambil langkah tanggap darurat dengan membuat Posko pengungsian yang diabntu Personel gabungan TNI Polri, serta unsur dinas terkait,” jelas Anita.
Menurut Anita, sebagaimana rekomendasi Badan Geopasial dan Badan Geologi Kementerian ESDM 18/08/2021 diperlukan langkah-langkah evakuasi, relokasi dan mitigasi terhadap para korban pergeseran tanah tersebut.
“BPBD dan Unsur terkait sudah mengevakuasi 29 Kepala Keluarga dengan jumlah 94 jiwa. Mereka yang mengalami rumahnya rusak berat. Sebagian diungsikan ke rumah saudaranya dan bangunan yayasan Muslim Cendikia,” terang Anita.
Anita Menambahkan, dengan bantuan Kabag SDA petugas melakukan mitigasi langsung ke lapangan dan salah satu penyebab cepatnya retakan terjadi adanya aliran air drainase di Jalan Nasional yang menuju ke alur retakan tanah tersebut.
“Dinas terkait menyatakan kesiapan perbaikan terhadap jalan yang anjlok serta saluran drainase. Namun itu juga dibutuhkan dukungan juga bantuan natural agar cepat bisa tertangani,” tandasnya.






