Galian C Disinyalir Ilegal, Pemkab Sukabumi Seolah Tutup Mata

Galin C di jalur Jalan Nasional, Kecamatan Warungkiara, diduga belum memiliki izin lengkap terus beroperasi. | Foto: Jibril

LINGKARPENA.ID – Aktivitas penambangan tanah diduga tak memiliki izin tambang atau galian c ilegal yang ada di Desa Ubrug, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi, terkesan ada pembiaran.

Aktivitas penggalian tanah ilegal yang dikemas sebagai upaya membangun bangunan baru dengan menggunakan alat eskavator ini sepertinya tidak pernah mendapat teguran dari Pemerintah Sukabumi dan instansi terkait lainnya.

Baca juga:  Ketua DPRD: Apresiasi MTQ Tingkat Kabupaten Sukabumi yang Digelar di Ponpes Assalam Warungkiara

“Adanya aktivitas ini tak hanya berdampak terhadap lingkungan, namun galian tanah ilegal juga berdampak terhadap warga sekitar,” keluh Erwan, Sabtu (05/2/2022) kepada awak media.

Menurutnya selain polusi kotoran tanah dari kendaraan yang mengangkut tanah galian. Hal ini sangat mengganggu dan meresahkan khususnya warga desa Ubrug serta para pengguna jalan Nasional.

Baca juga:  Rumah Nenek 72 Tahun di Warungkiara Sukabumi, Ludes Terbakar Tanpa Sisa

Dikatakan Erwan, truck pengangkut tanah Galian C yang keluar masuk jelas menimbulkan keresahan warga desa dan pengguna jalan karena truck pengangkut tanah tersebut melewati akses jalan Nasional.

“Aktivitas truk pembawa tanah timbun ini jelas menimbulkan debu disaat kemarau. Disaat hujan jalan jadi kotor. Ya warga di jalan sepanjang 4 kilometer terdampak,” ujarnya.

Pos terkait