LINGKARPENA.ID | Bencana yang terjadi di sejumlah wilayah di Kabupaten Sukabumi, pada Rabu, 4 Desember 2024, mengakibatkan jaringan listrik ke Pajampangan terputus, akibatnya aktivitas warga terhambat.
Pantauan lingkar pena.id dilapangan, ternyata putusnya jaringan listrik itu membawa berkah bagi sebagai warganya, tak terkecuali Wawa (43) warga Kampung Cilangkap, Desa Tegalega, Kecamatan Lengkong Kabupaten Sukabumi. Ia bisa menghasilkan antara Rp 150 ribu hingga Rp 300 ribu perhari dari hasil menyewakan genset untuk menghidupkan pompa air.
“Alhamdulilah saya bisa menghasilkan Rp 150 ribu hingga Rp 200 ribu perhari dari menyewakan genset. Untuk satu kali sewa saya tidak memasang tarif. Mungkin karena warga merasa terbantu, ada yang suka ngasih lebih,” ujar Wahyu.
Kata Wahyu, setiap harinya ia keliling kampung sambil menenteng genset mini kapasitas 300 Watt, menawarkan jasa sewa genset untuk dapat menghidupkan pompa air. Biaya sewa tergantung kapasitas tangki air yang akan diisinya.
“Penghasilan Rp 200 ribu itu belum dipotong bahan bakar, ya bersih lah kalau Rp 150 ribu mah,” ujarnya.
Lain Wahyu lain pula Dedi (54) warga Kecamatan Kalibunder ini pandai mencari peluang. Disaat kampungnya darurat listrik ia malah memanfaatkan kondisi itu.
Dengan berbekal satu unit accu sepeda motor kapasitas 12 volt, lalu ia merakit alat pengubah daya dari 12 volt menjadi 5 volt, jadilah sebuah alat charger hp DC.
“Alhamdulilah sejak aliran listrik mati ke sini (Kalibunder- red) alat ini laris manis. Banyak yang ikut ngecas hp. Lumayan lah hasilnya buat jajan anak,” kata Dedi.
Setiap hari sedikitnya 8 hingga 10 unit handphone yang nebeng ngecas di alat rakitan Dedi. Untuk satu kali charger hingga baterai hp penuh dibandrol tarif Rp 5 ribu. Dari hasil iseng itu Dedi mengaku bisa meraup Cuan Rp 50 ribu per hari.






