Optimalisasi Penyerapan Gabah, Ketua KTNA: Picu Semangat Petani Milenial Kota Sukabumi

FOTO: Kegiatan serap gabah di panen raya Kelompok Tani Sejahtera Tani Kelurahan Benteng, Kecamatan Warudoyong, Kota Sukabumi.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA) Kota Sukabumi, H. Ali Rahman, menyambut baik dan apresiasi terhadap program serap gabah yang di programkan oleh Pemerintah pusat. Selaras dengan program Asta Cita Presiden Prabowo Subianto tentang swasembada pangan daerah.

Optimalisasi penyerapan gabah dan beras dalam negeri melalui perum bulog ini membawa dampak baik bagi para petani di Indonesia khususnya di Kota Sukabumi. Para petani menyambut gembira dengan adanya program tersebut.

Bahkan, kata Ali Rahman, program serap gabah melalui perum bulog ini mendapat sambutan hangat dari petani milenial Kota Sukabumi. Sebelumnya para petani muda ini sempat putus asa dengan harga gabah yang berangin-angin. Namun, kini dengan harga yang sudah ditentukan pihak pemerintah menjadi angin segar bagi mereka.

Baca juga:  Klinik Tumbuh Kembang RSUD R Syamsudin SH, Solusi untuk Pertumbuhan dan Perkembangan Anak

“Harga Gabah Kering Panen (GKP) yang ditetapkan pemerintah mendapat sambutan baik dari para Petani di Kota Sukabumi. Terlebih para petani milenial yang sempat putus asa dengan harga jual gabah sebelumnya. Ini kejadian yang sangat luar biasa bagi para petani,” ujar H. Ali Rahman, kepada Lingkarpena.id Kamis (17/4) pagi.

Ketua KTNA Kota Sukabumi juga berharap, penyerapan gabah yang dilakukan oleh perum bulog dapat berjalan lama tidak cuma di tahun ini. Hal tersebut tentunya sangat diharapkan oleh para petani untuk bisa merasakan panen yang melimpah.

Baca juga:  Secara Virtual, Kasdim 0607 Panen Raya Jagung Kuartal II Bareng Presiden RI

“Program serap gabah di Kota Sukabumi ini sangat efektif ya. Kenapa demikian, petani sempat mengeluhkan karena harga pupuk mahal, sementara nilai jual gabah sangat rendah. Ini menjadi permasalahan bagi para petani. Tapi sekarang mereka mulai semangat lagi,” ujarnya.

Dengan adanya program serap gabah yang dilakukan pemerintah tentunya berdampak baik bagi para petani. Kemungkinan besar para tengkulak pun akan mengikuti harga GKP (Gabah Kering Panen) yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

Baca juga:  Komitmen RSUD R Syamsudin SH di Milangkala BPJS Kesehatan Ke 57, Siap Tingkatkan Layanan JKN

“Sebelum adanya intruksi pusat melalui program serap gabah oleh perum Bulog ini kan, harga gabah di angka Rp.5.200/kilogramnya. Sekarang naik menjadi Rp.6.500/kilogram, tentu saja ini menjadi angin segar bagi para petani,” pungkas H. Ali Rahman.

Pos terkait