Program Kemitraan Masyarakat (PKM)-BIMA Pengabdian: Perkuat Kapasitas Petani Talas Situgede Hadapi Hama dan Penyakit

FOTO: Mahasiswa IPB University menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) di Kelompok Tani Dewasa (KTD) Saluyu, Kelurahan Situgede, Bogor Barat, pada 15–16 Juli 2025.| Istimewa

LINGKARPENA.ID | Program Kemitraan Masyarakat (PKM)-BIMA Pengabdian adalah program yang diselenggarakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi yang bertujuan untuk memberdayakan masyarakat melalui penerapan ilmu pengetahuan, teknologi dan seni.

Melalui Direktorat Pengembangan Masyarakat Agromaritim, IPB University menyelenggarakan kegiatan Sekolah Lapang Pengendalian Hama Terpadu (SLPHT) di Kelompok Tani Dewasa (KTD) Saluyu, Kelurahan Situgede, Bogor Barat, pada 15–16 Juli 2025.

Kegiatan ini mengusung tema “Peningkatan Nilai Tambah Talas melalui Hilirisasi Berbasis Pemberdayaan Masyarakat” yang dihadiri oleh 20 peserta dari kelompok tani dan kelompok wanita tani (KWT) setempat.
SLPHT menghadirkan Dr. Fitrianingrum Kurniawati, S.P., M.Si., sebagai narasumber yang membawakan materi mengenai pencegahan penyakit hama pada talas, serta memberikan pelatihan pembuatan PGPR (Plant Growth Promoting Rhizobacteria) dan alat penangkap hama berbahan botol bekas.

Baca juga:  Wabup Iyos Hadiri Pisah Sambut Danrem 061 Suryakencana

Kegiatan ini dilaksanakan selama dua hari dan mencakup sesi materi, diskusi partisipatif, observasi lapang, serta praktik langsung pembuatan PGPR dan alat penangkap hama. Dr. Fitrianingrum Kurniawati menyampaikan, bahwa pendekatan ini sangat penting untuk membangun kemandirian petani.

“Melalui pelatihan ini, kami ingin mengenalkan pendekatan pengendalian hama yang lebih ramah lingkungan dan berbasis pada potensi lokal. Petani belajar membuat PGPR dari bahan-bahan sederhana seperti akar bambu yang bisa mereka temukan di sekitar rumah,” ujar Dr. Fitrianingrum.

“Selain itu, kami juga ajarkan cara membuat alat penangkap hama dari botol bekas yang mudah dibuat dan cukup efektif. Harapannya, keterampilan ini bisa langsung diterapkan di lahan, sekaligus mendorong kemandirian dan kreativitas petani dalam menjaga tanaman mereka tetap sehat tanpa bergantung pada bahan kimia sintetis,” imbuhnya.

Baca juga:  Mahasiswa KKNT IPB Gandeng Warga Palabuhanratu Wujudkan Lingkungan Pesisir Berseri

Ketua tim pengusul program, Dr. Ranti Wiliasih, S.P., M.Si., menambahkan dalam sambutannya, bahwa kegiatan ini dirancang untuk menjawab tantangan nyata yang dihadapi petani talas di Situgede.

“Kami ingin mendorong model hilirisasi yang dimulai dari perbaikan budidaya. Ketika pengendalian hama dilakukan dengan pendekatan hayati, maka kualitas dan keberlanjutan produksi akan meningkat, membuka jalan bagi pengolahan pascapanen yang bernilai tambah,” ujarnya.

Baca juga:  IPB University Rayakan Panen Talas Pratama 3 Bersama Petani Situgede

Kegiatan ini juga mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Abidin, Ketua KTD Saluyu, menyatakan apresiasinya terhadap kegiatan yang dinilai sangat bermanfaat. “Selama ini kami hanya tahu cara mengendalikan hama pakai obat kimia. Sekarang kami belajar cara bikin sendiri PGPR dari bahan alami yang ada di sekitar. Ilmu seperti ini sangat kami butuhkan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, petani di Situgede dibekali pemahaman baru mengenai pengelolaan hama dan penyakit secara ramah lingkungan. Diharapkan, praktik pertanian yang lebih berkelanjutan ini dapat meningkatkan produktivitas dan mutu talas Situgede sekaligus memperkuat adaptasi petani terhadap tantangan lingkungan dan perubahan iklim.

Pos terkait