LINGKARPENA.ID | Rumah milik Keluarga Penerima Manfaat (KPM) di Kabupaten Sukabumi akan mulai diberi stiker penanda sebagai penerima bantuan sosial (bansos). Langkah ini menjadi strategi pengawasan berbasis masyarakat agar bantuan dapat diterima oleh warga yang benar-benar berhak serta meminimalisasi potensi penyelewengan.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi, Bambang Widyantoro, menjelaskan bahwa metode tersebut telah terbukti efektif di sejumlah daerah. Banyak kasus menunjukkan bahwa warga yang ekonominya cukup baik akhirnya memilih mundur dari daftar penerima setelah rumahnya dilabeli sebagai penerima bansos.
Menurut Bambang, pelabelan di beberapa wilayah lain memberikan dampak signifikan. Begitu stiker terpasang, warga yang memiliki kondisi ekonomi mapan—misalnya memiliki kendaraan atau rumah yang lebih layak—merasa tidak pantas menerima bantuan dan kemudian mengajukan pengunduran diri. “Itu bagian dari mekanisme kontrol sosial,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa keberadaan stiker bukan hanya sekadar tanda penerima bantuan, melainkan juga sarana membangun kepedulian lingkungan. Dengan adanya penanda tersebut, masyarakat dapat lebih mudah mengetahui siapa yang membutuhkan bantuan dan mendorong semangat gotong royong.
Bambang menekankan bahwa dukungan untuk warga kurang mampu tidak harus selalu bersumber dari pemerintah. Solidaritas antarwarga menjadi elemen penting. “Sering kali, pertolongan pertama justru datang dari tetangga terdekat sebelum laporan masuk ke dinas,” jelasnya.
Terkait rencana penerapan di Kabupaten Sukabumi, Bambang mengakui bahwa program pelabelan sudah disiapkan, namun pelaksanaannya dilakukan secara bertahap. Saat ini Dinsos sedang disibukkan dengan penanganan bencana serta sejumlah program sosial lainnya, sehingga pemasangan stiker tidak bisa dilakukan sekaligus dalam waktu dekat.
Meski demikian, ia memastikan bahwa Kabupaten Sukabumi tetap akan mengadopsi kebijakan tersebut. “Insyaallah program ini juga akan diterapkan di sini,” tegasnya.
Ia menambahkan bahwa pemasangan stiker dilakukan berdasarkan daftar penerima bansos, tetapi jumlahnya yang cukup banyak membuat prosesnya tidak dapat dirampungkan serentak. “Semua penerima pasti akan diberi label, namun penyebarannya dilakukan bertahap di berbagai wilayah,” tutupnya.






