LINGKARPENA.ID | Langit siang di Kampung Baros, Desa Pasanggrahan, Kecamatan Sagaranten, Sabtu (21/3/2026), mendadak berubah tegang. Sekitar pukul 14.06 WIB, kabar kebakaran menyebar cepat dari mulut ke mulut. Dua kios dilaporkan dilalap api, memantik kepanikan warga sekitar yang bergegas menyelamatkan barang seadanya.
Belum sempat api membesar dan menjalar ke bangunan lain, suara sirine mulai terdengar memecah kecemasan. Tim Pemadam Kebakaran Posko Sagaranten meluncur menuju lokasi, berpacu dengan waktu. Hanya berselang 11 menit sejak laporan diterima, petugas tiba di titik kejadian.
Asap pekat masih membumbung ketika petugas mulai berjibaku dengan kobaran api. Selang air ditarik, semprotan diarahkan, dan koordinasi dilakukan cepat di tengah situasi yang mendesak. Warga yang semula panik perlahan menjauh, memberi ruang bagi petugas untuk bekerja.
Di tengah kesibukan itu, Komandan Regu Damkar Posko Sagaranten, Yusuf, memastikan setiap langkah berjalan terukur.
“Setibanya di lokasi, anggota langsung melakukan pemadaman agar api tidak merembet ke bangunan lain. Alhamdulillah bisa segera dikendalikan,” ujarnya.
Perlahan, kobaran yang semula mengganas mulai melemah. Api berhasil dipadamkan sebelum meluas, menyisakan kepulan asap tipis dan puing bangunan yang hangus. Situasi yang sempat mencekam berubah menjadi lebih tenang.
Tak lama berselang, lokasi dinyatakan aman. Petugas memastikan tidak ada lagi titik api yang berpotensi menyala kembali sebelum akhirnya kembali ke posko.
“Pemadaman telah selesai, kondisi lokasi sudah hijau kembali dan situasi aman,” tambah Yusuf.
Hingga kini, penyebab kebakaran masih dalam proses penyelidikan. Namun bagi warga Baros, siang itu menjadi pengingat betapa cepatnya api bisa mengubah keadaan—dan betapa pentingnya kesiapsiagaan untuk mencegah kerugian yang lebih besar. (adv)






