LINGKARPENA.ID | Peristiwa kebakaran hebat melanda kompleks Madrasah dan Pondok Pesantren Nurul Iman yang berlokasi di Kampung Cilame RT 22/RW 06, Desa Buniasih, Kecamatan Tegalbuleud, Kabupaten Sukabumi, pada Minggu (17/5/2026) sore.
Api mulai berkobar sekitar pukul 16.30 WIB dan dengan cepat membesar, melahap sejumlah bangunan utama, termasuk kobong (asrama santri) putra di lantai dua, kobong putri, hingga ruang madrasah. Tidak hanya itu, satu bangunan leuit (lumbung padi) serta rumah milik pimpinan pondok pesantren, Ustaz Engkus, juga ikut terdampak kebakaran.
Di tengah upaya pemadaman, Ustaz Engkus mengalami luka serius setelah terjatuh saat berusaha menarik selang air untuk memadamkan api. Ia mengalami luka robek di bagian kepala dan sempat tidak sadarkan diri sebelum akhirnya dilarikan ke Puskesmas Tegalbuleud untuk mendapatkan penanganan medis.
Kepala Desa Buniasih, Badrudin, menyampaikan bahwa dugaan sementara kebakaran dipicu oleh korsleting listrik yang terjadi di area kobong putra.
“Api pertama kali terlihat dari kepulan asap tebal di kobong laki-laki lantai dua. Dalam waktu singkat, kobaran api langsung membesar dan merambat ke bangunan lainnya,” ungkap Badrudin.
Ia juga menjelaskan bahwa warga sekitar langsung berupaya melakukan pemadaman dengan peralatan seadanya sebelum bantuan datang.
“Warga berusaha memadamkan api secara gotong royong. Saat itu juga, pimpinan pesantren terjatuh ketika menarik selang, diduga karena pijakan kayu dan asbes sudah lapuk,” tambahnya.
Hingga berita ini disusun, api dilaporkan masih dalam proses pemadaman oleh warga bersama pihak terkait. Belum ada laporan resmi terkait total kerugian, namun sejumlah bangunan utama pesantren dipastikan mengalami kerusakan berat akibat peristiwa tersebut.






