Geger! Buaya Kembali Muncul di Situ Habibie Surade, Pemdes Cipeundeuy Minta Penanganan Serius

Buaya kembali muncul di Situ Habiebie Desa Cipendeuy Surade, menghebohkan warga. Pemdes setempat minta dinas terkait untuk menangani secara serius.[dok.warga]

LINGKARPENA.ID | Kemunculan seekor buaya di Situ Habibie, Kampung Pasir Kawung, Desa Cipeundeuy, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menghebohkan warga. Kemunculan satwa tersebut sempat terekam kamera ponsel warga pada Minggu (28/6/2026) dan videonya kemudian menyebar di berbagai aplikasi perpesanan.

 

Dalam video yang beredar, buaya itu terlihat keluar dari persembunyiannya setelah dipancing menggunakan umpan yang diikat pada joran. Satwa tersebut bahkan sempat mendekati bibir danau dan nyaris naik ke daratan mengikuti umpan yang dimainkan warga.

Baca juga:  Damkar Surade Gerak Cepat Tangani Kebakaran Rumah di Desa Cipeundeuy

 

Kepala Desa Cipeundeuy, Bakang Anwar As’adi, membenarkan adanya laporan kemunculan buaya di lokasi tersebut. Menurutnya, pemerintah desa telah berulang kali berkoordinasi dengan instansi terkait untuk mencari solusi penanganan.

 

“Benar adanya laporan kemunculan buaya di lokasi tersebut. Setiap ada laporan dari masyarakat, kami selalu berkoordinasi dengan pihak terkait agar segera dilakukan penanganan. Keselamatan warga menjadi perhatian utama kami,” ujar Bakang saat dikonfirmasi, Rabu (1/7/2026).

Baca juga:  Kebakaran Rumah di Sukabumi, ini Penyebabnya

 

Bakang mengatakan, Pemerintah Desa Cipeundeuy juga telah beberapa kali mengusulkan agar dilakukan langkah penanganan secara menyeluruh, baik melalui relokasi buaya maupun alternatif lain yang mempertimbangkan aspek keselamatan masyarakat dan kelestarian satwa.

 

“Kami berharap ada solusi yang segera direalisasikan. Jika memungkinkan direlokasi tentu akan lebih baik. Namun apabila tetap berada di kawasan tersebut, perlu dilakukan pengamanan seperti pemasangan pagar pembatas, rambu peringatan, dan pengawasan agar tidak membahayakan masyarakat maupun ternak,” katanya.

Baca juga:  Korek Api Sebabkan Kerugian Materi Warga Sukabumi Capai 50 Juta

 

Ia mengimbau masyarakat untuk tidak mendekati, memancing, atau mengganggu keberadaan buaya karena tindakan tersebut dapat memicu perilaku agresif satwa liar dan membahayakan keselamatan.

 

Pemerintah desa berharap instansi yang berwenang segera melakukan kajian dan penanganan agar potensi konflik antara manusia dan satwa liar dapat dicegah. Selain menjaga keselamatan warga, penanganan yang tepat juga dinilai penting untuk memastikan keberadaan buaya tetap sesuai dengan kaidah konservasi dan keseimbangan ekosistem.

Pos terkait