LINGKARPENA.ID | Warga Kampung Tegalega, Desa Tegalega, Kecamatan Cidolog, Kabupaten Sukabumi, digegerkan dengan penemuan seorang pria berinisial R (59) yang ditemukan dalam kondisi tergantung di Jembatan Cilubang, Rabu (12/8/2026).
Korban ditemukan tergantung menggunakan kain sarung yang terlilit pada bagian leher dan diikatkan pada tiang jembatan. Saat ditemukan, korban mengenakan kaus berwarna hitam lengan pendek.
Kapolsek Sagaranten AKP A. Suryana B., SH., membenarkan adanya laporan penemuan seorang pria yang diduga mengakhiri hidupnya di Jembatan Cilubang, Kampung Tegalega RT 004/RW 002, Desa Tegalega, Kecamatan Cidolog.
“Kami menerima laporan dari warga terkait adanya seorang pria yang ditemukan tergantung di Jembatan Cilubang. Setelah menerima laporan, kami bersama Kanit Reskrim dan anggota langsung mendatangi lokasi untuk melakukan pemeriksaan,” ujar AKP A. Suryana B kepada lingkarpena. id, Rabu ( 12/8/2026 ).
Peristiwa tersebut pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Rahman (60). Saat itu, Rahman hendak melintas di Jembatan Cilubang yang menjadi akses penghubung Desa Tegalega, Kecamatan Cidolog, dengan Desa Mekarsari, Kecamatan Sagaranten.
Namun, ketika berada di sekitar jembatan, Rahman melihat sosok pria dalam kondisi tergantung. Karena terkejut, ia memilih kembali dan memberitahukan temuannya kepada warga sekitar.
Warga kemudian mendatangi lokasi dan memastikan sosok tersebut merupakan seorang pria yang sudah dalam kondisi tidak bernyawa.
“Setelah dilakukan pengecekan di lokasi, korban diketahui merupakan warga Kampung Tegalega. Selanjutnya, petugas melakukan penanganan sesuai prosedur dan mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi,” kata Kapolsek.
Camat Cidolog Yusuf Suherlan, S.Kep., S.Ip., M.M., bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Cidolog juga mendatangi lokasi kejadian dan rumah duka.
Dari keterangan keluarga, korban diketahui telah lama mengalami depresi. Rita Yani (32), yang merupakan menantu korban, membenarkan bahwa pria yang ditemukan tergantung tersebut merupakan anggota keluarganya.
Pihak keluarga mengaku tidak mengetahui secara pasti kapan korban meninggalkan rumah. Setelah kejadian tersebut, keluarga menerima musibah tersebut dengan ikhlas.
Keluarga juga menyatakan menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban.
“Untuk sementara, kejadian ini masih dalam penanganan Polsek Sagaranten. Kami juga telah melakukan koordinasi dengan pihak keluarga dan unsur terkait,” tutur AKP A. Suryana B.
Polisi masih melakukan penanganan dan pendalaman untuk memastikan rangkaian peristiwa yang menyebabkan korban ditemukan meninggal dunia di lokasi tersebut.






