Perempuan 63 Tahun Meninggal Tertemper KA Pangrango di Cibadak

LINGKARPENA.ID | Suasana di sekitar perlintasan rel kereta api Kampung Babakan, Desa Karangtengah, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, mendadak geger, Kamis (24/9/2026) sore. Seorang perempuan berusia 63 tahun meninggal dunia setelah tertemper Kereta Api (KA) Pangrango relasi Sukabumi–Bogor Paledang.

 

Korban diketahui bernama Mimin, warga Kampung Babakan RT 005/RW 007, Desa Karangtengah. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.20 WIB di wilayah hukum Polsek Cibadak.

 

Kapolsek Cibadak AKP Joko S. Supono mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan di lokasi dan keterangan sejumlah saksi, korban diduga hendak menyeberangi perlintasan rel ketika KA Pangrango nomor 227A melintas.

Baca juga:  Dua Mayat Besimbah Darah Ditemukan di Ujunggenteng, Diduga Korban Pembunuhan

 

“Korban tertemper kereta api saat hendak menyeberang di perlintasan rel. Berdasarkan keterangan yang kami peroleh, masinis sudah berulang kali membunyikan klakson dari jarak jauh hingga mendekati lokasi, namun korban tetap menyeberang sehingga kecelakaan tidak dapat dihindari,” ujar Joko.

 

Peristiwa itu kemudian diketahui warga setelah seorang pengendara sepeda motor yang melintas di sekitar lokasi memberitahukan adanya perempuan yang tertemper kereta kepada warga setempat.

 

Saksi bersama sejumlah warga kemudian mendatangi lokasi. Di samping rel, mereka mendapati korban dalam posisi terlentang dengan luka pada bagian wajah dan sudah dalam kondisi meninggal dunia.

Baca juga:  Imigran Afganistan Tewas Terseret Ombak di Karanghawu, Polisi Ungkap Identitas Korban

 

Korban diketahui merupakan warga sekitar yang sehari-hari mengurus rumah tangga sekaligus berjualan ayam goreng. Berdasarkan keterangan pihak keluarga dan warga, Mimin juga memiliki gangguan pendengaran.

 

Kehidupan korban selama ini dijalani sebagai seorang janda yang ditinggal meninggal suaminya. Ia tinggal bersama salah seorang anaknya di rumah yang tidak jauh dari lokasi kejadian.

 

Sore itu, aktivitas warga di sekitar perlintasan berubah menjadi suasana duka. Rel yang setiap hari menjadi jalur perjalanan kereta api menyisakan kepiluan bagi keluarga korban yang harus kehilangan anggota keluarganya secara mendadak.

 

Baca juga:  Kabar Duka: Seorang PMI Asal Sukabumi Meninggal Dunia di Suriah, Keluarga: Minta Pemerintah Pulangkan Jenazah

Jenazah korban selanjutnya dievakuasi ke RSUD Sekarwangi Cibadak dan telah diketahui oleh pihak keluarga.

 

“Korban sudah dievakuasi ke RSUD Sekarwangi dan pihak keluarga sudah mengetahuinya. Untuk penanganan lebih lanjut, kasus ini ditangani Unit Laka Lantas Polres Sukabumi,” kata Joko.

 

Petugas kepolisian juga melakukan pengecekan dan penanganan di lokasi kejadian untuk memastikan rangkaian peristiwa serta mengumpulkan keterangan yang diperlukan.

 

Peristiwa tersebut sekaligus menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih berhati-hati ketika melintasi jalur kereta api. Kewaspadaan menjadi hal penting, terutama saat suara atau keberadaan kereta mulai terdengar dari kejauhan.

 

Pos terkait