Detik-detik Mencekam di SPBU Surade Sukabumi, Mobil Angkutan Umum Terbakar Saat Isi BBM

Angkutan Umum mengalami kebakaran saat pengisian BBM di SPBU Cirangkong, pada Selasa malam (27/10). Tim damkar Pos Surade bergerak cepat memadamkan api.[Foto: ist]

SUKABUMI – Suasana malam disalah satu Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Kampung Cirangkong, Desa Jagamukti, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, mendadak mencekam pada Selasa malam (27/10/2026) sekitar pukul 22.40 WIB. Sebuah mobil angkutan umum yang tengah mengisi bahan bakar minyak (BBM) tiba-tiba terbakar, memicu situasi darurat di area pengisian bahan bakar.

 

Di tengah potensi bahaya kebakaran di kawasan SPBU, respons cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Posko Surade menjadi faktor penting dalam menangani insiden tersebut. Beruntung, lokasi kejadian berada tepat di sebelah pos pemadam kebakaran sehingga petugas dapat segera bergerak menuju titik api.

Baca juga:  Rumah Ambruk di Simpenan, Lansia Tertimpa Runtuhan

 

Berdasarkan keterangan Danton Pos Damkar Surade, Widi Sukardi Gofar, kebakaran diduga bermula dari kebocoran selang bensin yang kemudian menyambar bagian sistem pengapian kendaraan.

 

“Begitu menerima laporan, petugas langsung bergerak menuju lokasi. Karena posisi SPBU bersebelahan dengan Pos Damkar Surade, petugas tiba hanya dalam waktu sekitar satu menit,” ungkap Widi, kepada lingkarpena.id Rabu (28/10/26).

 

Ia menjelaskan, laporan kebakaran diterima petugas pada pukul 22.40 WIB. Hanya berselang satu menit, tepatnya pukul 22.41 WIB, personel Damkar sudah tiba di lokasi dan langsung melakukan penanganan.

 

Berkat kesigapan petugas, kobaran api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang dari 10 menit. Penanganan yang cepat tersebut membantu mencegah api meluas dan situasi menjadi semakin berbahaya, mengingat kebakaran terjadi di area pengisian BBM.

Baca juga:  Kiper Legendaris Indonesia, Hermansyah Coaching Clinic Goalkeeper di Sukabumi

 

Mobil angkutan umum yang terbakar diketahui milik Dedi, warga Kampung Cilalay, Desa Citanglar, Kecamatan Surade. Akibat kejadian itu, pemilik kendaraan diperkirakan mengalami kerugian materiil sekitar Rp20 juta.

 

Meski demikian, penyebab pasti kebakaran masih memerlukan pemeriksaan lebih lanjut untuk memastikan kronologi dan faktor yang memicu munculnya api.

 

Peristiwa ini menjadi pengingat bahwa kebocoran bahan bakar pada kendaraan dapat memicu kebakaran, terlebih ketika terjadi di area yang memiliki potensi bahaya tinggi seperti SPBU. Kewaspadaan terhadap kondisi kendaraan serta penanganan cepat ketika terjadi keadaan darurat menjadi hal yang sangat penting.

Baca juga:  Meninggal Dunia saat Hendak Mengikuti Upacara HUT RI ke 78, Linmas di Sukabumi Layak Disebut Pahlawan?

 

Di balik insiden tersebut, keberadaan Pos Damkar Surade yang berdekatan dengan lokasi kejadian terbukti memberikan keuntungan dalam mempercepat respons penanganan. Dalam situasi ketika api dapat membesar hanya dalam hitungan detik, jarak yang dekat dan kesiapsiagaan petugas menjadi faktor krusial untuk mengendalikan keadaan.

 

Kecepatan petugas malam itu pun menjadi bagian penting dalam upaya mencegah kebakaran berkembang menjadi insiden yang lebih besar.(adv).

 

Pos terkait