Warung Es Kelapa di Sagaranten Terbakar, Kerugian Ditaksir Rp10 Juta

LINGKARPENA.ID | Satu unit warung es kelapa milik Samsudin (66), warga Kampung Ciputat RT 001/RW 001, Desa Puncak Manggis, Kecamatan Sagaranten, Kabupaten Sukabumi, terbakar pada Kamis (27/8/2026) pagi.

 

Peristiwa kebakaran tersebut dilaporkan diterima petugas pemadam kebakaran sekitar pukul 09.14 WIB. Mendapat laporan, satu unit mobil pemadam kebakaran dari Posko IX Sagaranten langsung dikerahkan menuju lokasi yang berjarak sekitar 15 kilometer.

 

Petugas tiba di lokasi pada pukul 09.30 WIB dan mulai melakukan proses pemadaman sekitar pukul 09.33 WIB. Api berhasil dikendalikan dan dipadamkan pada pukul 09.50 WIB, sehingga proses pemadaman berlangsung selama kurang lebih 17 menit.

Baca juga:  Heboh! Pedagang Pisang di Kota Sukabumi Temukan Ular Sanca Pada Tumpukan Dagangan

 

Danpos Damkar Sagaranten, Yusuf, mengatakan kebakaran diduga berasal dari kompor gas yang digunakan di dalam warung. Petugas kemudian melakukan penyiraman untuk memastikan api tidak kembali membesar dan merembet ke bangunan lainnya.

 

“Dari laporan yang kami terima, api diduga berasal dari kompor gas. Setelah menerima laporan, petugas langsung berangkat ke lokasi dan melakukan pemadaman menggunakan satu unit mobil Damkar Posko IX Sagaranten,” ujar Yusuf kepada Lingkarpena. id, Kamis ( 27/8/2026 )

 

Menurutnya, sumber air yang digunakan petugas dalam proses pemadaman berasal dari Sungai Karajeun. Berkat respons petugas, api dapat segera ditangani sehingga bangunan yang terbakar hanya satu unit warung berukuran sekitar 4 x 4 meter atau seluas 16 meter persegi.

Baca juga:  Bantuan Bupati Sukabumi Disalurkan, Dua Korban Kebakaran di Sagaranten Terima Sembako

 

“Petugas tiba di lokasi sekitar pukul 09.30 WIB dan api mulai dipadamkan pukul 09.33 WIB. Sekitar pukul 09.50 WIB, api sudah berhasil dipadamkan,” katanya.

 

Tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam kejadian tersebut. Penghuni sekaligus pemilik warung, Samsudin, dilaporkan selamat.

 

Sementara itu, luas areal warung yang terdampak tercatat sekitar 50 meter persegi, dengan luas bangunan yang terbakar sekitar 16 meter persegi. Kerugian materi akibat kejadian tersebut ditaksir mencapai kurang lebih Rp10 juta.

Baca juga:  Purabaya Sukabumi Dikepung Banjir

 

Yusuf menambahkan, kondisi seluruh petugas pemadam kebakaran dalam keadaan selamat dan kendaraan unit yang digunakan dalam proses penanganan juga dalam kondisi baik.

 

Ia mengimbau masyarakat agar selalu berhati-hati ketika menggunakan kompor gas maupun peralatan yang berpotensi menjadi sumber api, terutama di lingkungan tempat usaha.

 

“Kami mengimbau masyarakat untuk selalu memastikan kompor dan peralatan yang menggunakan api dalam kondisi aman setelah digunakan. Jika terjadi kebakaran, segera hubungi petugas pemadam agar penanganan bisa dilakukan secepat mungkin,” pungkasnya. (adv).

Pos terkait