Truk Adu Banteng di Parungkuda Sukabumi, Satu Sopir Terjepit

Kecelakaan lalulintas yang melibatkan Dua Truk di Jalan Parungkuda Sukabumi pada Jumat (16/10) satu pengemudi truk terjepit.[Foto: ist]

LINGKARPENA.ID | Suara benturan keras memecah aktivitas warga dan pengendara di Jalan Raya Parungkuda, Kabupaten Sukabumi, Jumat (16/10/2026), sekitar pukul 10.30 WIB. Dua truk yang melaju dari arah berlawanan bertabrakan keras setelah salah satu kendaraan diduga masuk ke jalur lawan.

 

Kecelakaan yang dikenal sebagai tabrakan adu banteng itu mengakibatkan kedua kendaraan mengalami kerusakan cukup parah. Bahkan, satu orang korban dilaporkan terjepit sehingga membutuhkan penanganan lebih lanjut.

 

Seorang warga yang melintas di lokasi kejadian, Gunawan (44), mengaku menyaksikan langsung detik-detik sebelum tabrakan terjadi. Menurutnya, truk yang datang dari arah Bogor menuju Sukabumi tiba-tiba bergerak ke kanan hingga memasuki jalur berlawanan.

Baca juga:  Rumah Warga Jampangkulon Ludes Terbakar, Kerugian Capai Rp100 Juta

 

“Truk dari arah Bogor itu tiba-tiba saja ngelaju ke kanan kayak orang ngantuk, padahal dari arah berlawanan ada truk muatan kayu. Pas ditabrak, suaranya kencang banget,” ujar Gunawan.

 

Berdasarkan informasi yang dihimpun, truk bernomor polisi B 9196 VYT tersebut bertabrakan dengan truk bernomor polisi BL 8564 AG yang tengah mengangkut muatan kayu. Benturan keras membuat kedua kendaraan mengalami kerusakan.

 

Dugaan sementara, kecelakaan dipicu oleh kondisi pengemudi yang mengantuk. Meski demikian, penyebab pasti tabrakan tersebut masih menunggu hasil pemeriksaan dan konfirmasi dari pihak kepolisian.

Baca juga:  Adu Banteng Beat vs Truk di Jalan Nasional Cikaso- Tegalbuleud Sukabumi, Pesepeda Motor Tewas Ditempat

 

Gunawan menyebutkan, setelah benturan terjadi, kondisi kedua truk tampak ringsek. Salah seorang sopir juga dilaporkan harus segera dievakuasi untuk mendapatkan pertolongan medis.

 

“Kedua kendaraan ringsek dan tadi salah satu sopir sudah dilarikan ke rumah sakit,” katanya.

 

Hingga berita ini ditulis, peristiwa tersebut telah ditangani pihak kepolisian. Identitas lengkap korban maupun perkembangan kondisi korban masih dalam pendataan.

 

Peristiwa ini kembali menjadi pengingat bagi para pengguna jalan bahwa kehilangan konsentrasi selama beberapa detik dapat berujung pada kecelakaan serius, terlebih bagi pengemudi kendaraan besar yang membutuhkan jarak pengereman dan ruang manuver lebih luas.

Baca juga:  Pemotor Adu Banteng di Jalan Simpenan, Satu MD di TKP

 

Pengendara yang melintasi jalur Parungkuda diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, menjaga jarak aman, serta memastikan kondisi fisik tetap prima sebelum memulai perjalanan.

 

Apabila rasa kantuk atau kelelahan mulai muncul, pengemudi disarankan segera menepi di tempat yang aman untuk beristirahat. Langkah sederhana tersebut penting dilakukan guna mengurangi risiko kecelakaan yang dapat membahayakan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya.

Pos terkait