LINGKARPENA.ID | Peristiwa dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) yang menimpa Narti ( 30 ), warga Desa Sirnasari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, menyisakan keprihatinan mendalam. Perempuan yang tengah mengandung anaknya itu mengalami luka sayatan di bagian leher dan pipi dalam insiden yang diduga melibatkan suaminya sendiri.
Di tengah luka fisik dan guncangan yang dialaminya, Narti memilih tidak terburu-buru membawa persoalan tersebut ke ranah hukum. Ia mengaku ingin memaafkan suaminya dan berharap kondisi keluarganya bisa kembali membaik setelah peristiwa yang menurutnya terjadi secara tiba-tiba itu.
Narti menuturkan, sebelum kejadian berlangsung, kehidupan rumah tangganya berjalan seperti biasa. Ia mengaku tidak melihat adanya pertengkaran maupun persoalan serius yang berpotensi memicu kekerasan.
Pada malam kejadian, suaminya disebut sempat pulang bekerja dan menjalani aktivitas sehari-hari. Keduanya bahkan masih beraktivitas seperti biasa, termasuk makan bersama.
Namun, suasana tersebut berubah ketika Narti sedang menyiapkan makanan atas permintaan suaminya. Saat hendak menyajikan nasi, peristiwa yang tidak pernah dibayangkannya itu terjadi hingga menyebabkan luka pada bagian leher dan pipinya.
Akibat luka tersebut, Narti sempat mendapatkan perawatan medis di RSUD Jampangkulon.
Ia mengaku selama 12 tahun membina rumah tangga, tidak pernah mengalami kejadian serupa. Menurutnya, hubungan mereka selama ini tidak diwarnai pertengkaran yang berujung pada tindakan kasar.
“Alhamdulillah, selama berumah tangga tidak pernah ada pertengkaran seperti ini. Jangankan sampai kasar, membentak saja tidak pernah,” ungkap Narti.
Ia pun meminta masyarakat tidak berspekulasi mengenai penyebab peristiwa tersebut. Narti menilai perjalanan rumah tangganya tidak bisa disimpulkan hanya dari kejadian yang kini menjadi perhatian publik.
Suami Sempat Mengalami Gangguan Kondisi Tubuh
Dalam keterangannya, Narti turut menceritakan perubahan kondisi yang dialami suaminya setelah bekerja di Jakarta. Ia mengaku pernah menerima telepon dari suaminya pada tengah malam yang meminta dirinya bersama anak-anak pulang ke rumah orang tua.
Saat itu, sang suami menyampaikan bahwa kondisi tubuhnya terasa tidak nyaman. Namun, Narti mengaku tidak mengetahui secara pasti penyebab keluhan tersebut.
Menurut penuturannya, suaminya bekerja di bidang konstruksi bangunan di Jakarta bersama adiknya. Pekerjaan yang semula dilakukan di sebuah rumah pribadi kemudian melibatkan lebih banyak pekerja karena proyek harus segera diselesaikan. Mereka selanjutnya tinggal di rumah kontrakan.
Selama kurang lebih 10 hari berada di tempat tersebut, suaminya dikabarkan mengalami kesulitan tidur, demam, berkeringat, serta merasa tidak nyaman dengan kondisi tubuhnya.
Narti juga menyebut terdapat area pemakaman di sekitar kontrakan tersebut. Meski demikian, ia tidak dapat memastikan apakah lokasi maupun pengalaman suaminya selama bekerja di Jakarta memiliki kaitan dengan kejadian yang dialaminya.
Ia menegaskan tidak mengetahui penyebab pasti perubahan perilaku suaminya dan tidak ingin membuat kesimpulan tanpa dasar yang jelas.
Ayah Korban Prioritaskan Pemulihan Keluarga
Adam, ayah Narti sekaligus mertua pria yang diduga terlibat dalam insiden tersebut, mengaku terpukul menghadapi musibah yang menimpa keluarganya.
Ia menyebut selama ini tidak pernah mendengar adanya persoalan rumah tangga serius yang disampaikan putrinya. Karena itu, ia berharap Narti segera pulih dan menantunya mendapatkan penanganan sesuai dengan kondisi yang dialaminya.
Adam juga mengaku memikirkan nasib kedua cucunya yang masih kecil. Kekhawatirannya semakin besar karena Narti tengah hamil tua dan diperkirakan melahirkan dalam waktu sekitar dua bulan.
“Yang penting sekarang menantu saya bisa mendapatkan penanganan dan kondisinya segera membaik. Saya kasihan kepada anak-anaknya yang masih kecil, apalagi istrinya sedang hamil tua,” ungkap Adam.
Keluarga berharap peristiwa tersebut tidak kembali terjadi. Mereka juga menginginkan adanya penanganan yang tepat agar kondisi keluarga dapat berangsur pulih.
Meski Narti menyatakan tidak berniat melaporkan kejadian tersebut, proses penanganan oleh kepolisian tetap berjalan untuk mendalami fakta-fakta yang ada.
Polisi Periksa Pihak Terkait dan Kumpulkan Bukti
Satreskrim Polres Sukabumi telah menindaklanjuti video dugaan KDRT yang beredar di masyarakat. Langkah tersebut dilakukan atas instruksi Kapolres Sukabumi.
Kasat Reskrim Polres Sukabumi, Iptu Dudi Suharyana, mengatakan pihaknya telah mengundang sejumlah pihak untuk dimintai keterangan, termasuk korban, pria yang diduga terlibat, tokoh masyarakat, serta unsur pemerintah desa.
Penyidik juga melakukan pengumpulan bukti dan berkoordinasi dengan rumah sakit yang sebelumnya memberikan penanganan medis kepada korban.
“Dari Satreskrim Polres Sukabumi, kami sudah menindaklanjuti video tersebut. Saat ini kami bekerja secara intensif melalui pemeriksaan pihak-pihak terkait, pengumpulan bukti, serta koordinasi dengan rumah sakit,” kata Dudi.
Ia menjelaskan, Narti kini telah kembali ke rumah dan sudah dapat menjalani pemeriksaan oleh penyidik. Kepolisian masih mendalami rangkaian peristiwa untuk memperoleh gambaran yang utuh mengenai kejadian tersebut.
Belum Ada Pernyataan Tertulis dari Keluarga
Mengenai keinginan Narti untuk tidak melaporkan suaminya, Dudi menyebut hingga kini pihak kepolisian belum menerima pernyataan tertulis yang tercatat secara administratif terkait sikap tersebut.
Polisi berencana kembali berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait guna mengetahui perkembangan situasi sekaligus menentukan langkah penanganan selanjutnya.
“Sampai saat ini kami belum menerima secara tertulis dan teradministrasikan terkait hal tersebut. Namun, kami akan mencoba kembali berkomunikasi dengan pihak-pihak terkait,” ujarnya.
Dudi menegaskan, penyelidikan masih berlangsung dengan mengacu pada hasil pemeriksaan dan bukti yang berhasil dikumpulkan.
Kasus ini menjadi perhatian karena dugaan kekerasan terjadi terhadap seorang perempuan yang tengah hamil tua. Di tengah harapan keluarga agar persoalan dapat diselesaikan dengan baik, kepolisian masih berupaya mengungkap fakta kejadian secara menyeluruh.






