LINGKARPENA.ID | Bangunan masjid di lingkungan SMA–SMK Permata Mandiri, Kecamatan Jampangkulon, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, mengalami ambruk pada Senin (26/01/2026) sekira pukul 12.10 WIB. Peristiwa tersebut terjadi saat kondisi cuaca cerah dan menjelang pelaksanaan Salat Dzuhur berjamaah.
Masjid sekolah yang berlokasi di Jalan Pengkolan Kondang, RT 04 RW 06, Desa Tanjung itu tiba-tiba runtuh setelah terdengar suara genteng jatuh disusul robohnya rangka atap dan material bangunan. Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
Kepala SMA Permata Mandiri, Ridwanulloh, A.Ma.Pust., S.Kom, menjelaskan bahwa penyebab ambruknya atap masjid diduga kuat akibat kondisi bangunan yang sudah lapuk dimakan usia dan tidak lagi mampu menopang beban atap.
“Bangunan masjid ini usianya sudah cukup tua. Struktur penyangga atap juga sudah lapuk, sehingga tidak kuat menahan beban. Akibatnya atap roboh dan untuk sementara masjid tidak dapat digunakan,” ujar Ridwanulloh.
Saat kejadian, para guru dan siswa diketahui sedang bersiap melaksanakan Salat Dzuhur berjamaah. Mendengar suara runtuhan, mereka langsung berusaha menjauh dan menyelamatkan diri dari lokasi masjid.
“Alhamdulillah tidak ada korban. Guru dan siswa sigap menghindar ketika bangunan mulai runtuh,” tambahnya.
Masjid yang mengalami kerusakan tersebut memiliki ukuran sekitar 10 x 12 meter dan selama ini menjadi fasilitas utama kegiatan ibadah bagi warga sekolah. Kini, seluruh aktivitas keagamaan terpaksa dihentikan sementara demi alasan keselamatan.
Pihak sekolah menganggap musibah ini sebagai sebuah pelajaran dan berharap dapat menjadi awal untuk membangun kembali sarana ibadah yang lebih layak dan aman.
“Kami mengambil hikmah dari kejadian ini. Harapannya masjid bisa dibangun kembali agar kegiatan ibadah siswa dan guru dapat berjalan normal,” ungkap Ridwanulloh.
Melalui kejadian ini, pihak sekolah bersama orang tua siswa berharap adanya perhatian serta bantuan dari pemerintah daerah, instansi terkait, maupun pihak swasta dan para dermawan untuk membantu proses perbaikan dan pembangunan kembali masjid sekolah tersebut.
Kerusakan fasilitas ibadah ini dinilai cukup berat dan membutuhkan dukungan berbagai pihak agar proses belajar mengajar serta pembinaan keagamaan di SMA–SMK Permata Mandiri dapat kembali berjalan optimal.






