LINGKARPENA.ID | Penguatan sistem keamanan maritim di wilayah selatan Jawa Barat mulai dipersiapkan melalui rencana pembangunan National Maritime Security System (NMSS) oleh Badan Keamanan Laut Republik Indonesia (Bakamla RI). Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu wilayah yang dibidik untuk penempatan fasilitas pemantauan laut berupa tower radar di kawasan pesisir Kecamatan Ciracap.
Rencana strategis tersebut dibahas dalam pertemuan Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, bersama jajaran Bakamla RI, Jumat (23/10/2026). Pembahasan tidak hanya menyangkut pembangunan infrastruktur pengawasan, tetapi juga kesiapan pemanfaatan aset milik Pemerintah Kabupaten Sukabumi sebagai lokasi pendukung.
Project Manager pembangunan NMSS, Kolonel Tunggul Puliwarna, M.T., M.Tr.Opsla, mengungkapkan bahwa kawasan Pantai Ujung Genteng direncanakan menjadi lokasi pembangunan tower radar. Fasilitas ini diproyeksikan membantu meningkatkan kemampuan pemantauan aktivitas di wilayah perairan.
Keberadaan radar tersebut diharapkan menjadi bagian penting dalam memperkuat pengawasan maritim, terutama di kawasan pesisir yang memiliki potensi sumber daya kelautan sekaligus beragam aktivitas masyarakat.
Dari sisi kesiapan lahan, Sekretaris Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Kabupaten Sukabumi, Yuki Ramadhan, menyebutkan dua lokasi yang menjadi bahan pembahasan, yakni Desa Ujung Genteng dan Desa Pangumbahan, khususnya kawasan Cibuaya.
Menurut Yuki, penggunaan aset daerah untuk menunjang proyek tersebut akan diproses melalui mekanisme pinjam pakai dengan tetap mengacu pada ketentuan peraturan perundang-undangan. Penyelesaian aspek administrasi menjadi salah satu tahapan yang perlu dipastikan sebelum rencana pembangunan direalisasikan.
Wakil Bupati Sukabumi, H. Andreas, menyatakan dukungannya terhadap inisiatif Bakamla RI tersebut. Ia memandang penguatan sistem pengawasan laut sebagai kebutuhan penting untuk mengimbangi besarnya potensi maritim yang dimiliki Kabupaten Sukabumi.
“Wilayah pesisir Sukabumi memiliki potensi kelautan yang besar. Karena itu, penguatan sistem pengawasan dan keamanan laut perlu didukung melalui sinergi antara pemerintah daerah dan Bakamla RI,” ujar Andreas.
Ia berharap kerja sama tersebut tidak hanya berdampak pada peningkatan keamanan perairan, tetapi juga memperkuat penanganan berbagai persoalan maritim, mulai dari keselamatan pelayaran, aktivitas nelayan, kepatuhan terhadap aturan, hingga perlindungan ekosistem laut.
Andreas juga menilai edukasi kepada masyarakat pesisir perlu berjalan beriringan dengan penguatan sarana pengawasan. Dengan demikian, pemanfaatan sumber daya kelautan dapat berlangsung secara bertanggung jawab tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kelestarian lingkungan.
“Kami berharap proses administrasi dan pemanfaatan aset daerah dapat segera dituntaskan sesuai ketentuan. Dengan koordinasi yang baik, rencana ini diharapkan dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Sukabumi selanjutnya akan memperkuat koordinasi dengan Bakamla RI, khususnya terkait penyelesaian administrasi dan mekanisme penggunaan lahan. Target penyelesaian tahapan yang diperlukan pada Mei mendatang turut menjadi perhatian dalam pembahasan tersebut.
Apabila terealisasi, pembangunan tower radar NMSS di kawasan Ciracap diharapkan menjadi salah satu upaya memperkuat sistem keamanan maritim sekaligus mendukung pengelolaan potensi kelautan Kabupaten Sukabumi secara aman, tertib, dan berkelanjutan.






